Depresi Hari-Hari Bersama Duo ImaRi ImaRi's Blog Inner Child Inspirasi dan Motivasi ala ImaRi Kelas Mengasuh Inner Child (MIC) Kelas Parenting Online Mindfulness Parenting Tulisan Ribka ImaRi (Owner)

Watak Pemarah Ternyata Mitos

Oleh: Ribka ImaRi

Mentor Kelas Mengasuh Inner Child (MIC)

Sumber foto: edit by canva

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), watak n sifat batin manusia yang mempengaruhi segenap pikiran dan tingkah laku; budi pekerti; tabiat: dasar — pencuri, meskipun telah beberapa kali masuk penjara, ia tetap mencuri lagi;

“Sudah watak bapak pemarah, sedikit-sedikit marah. Susah diubah, memang sudah turunan itu serumah pemarah semua. Coba lihat Pakde Lxxx suka mengamuk, Lik Kxxx juga kalau bicara ketus, bla bla bla,” kata mamaku sedari aku remaja. Sering, sewaktu aku masih serumah menjelang menikah di tahun 2010.

“Iya ya … perasaan keluarga bapakku tukang marah semua.” Dulu aku meyakini ini sebagai sebuah PEMAKLUMAN.

“Ya wajar aku ini pemarah, kan memang watak turunan.” Bela batinku.

Karena 10 sampai 20 tahun lalu, aku bertabiat pemarah dan ngambekan. Aku sangat mengingat dengan jelas, pernah membanting ember di depan teman kampus di tahun 2001, menyabet sapu lidi di depan teman KKN (Kuliah Kerja Nyata dari fakultas) di tahun 2003 dan menggebrak meja di depan teman kantor di tahun 2008.

Yang paling parah, beberapa tahun terakhir, setelah menjadi ibu dari dua orang anak di tahun 2014, aku pernah membanting banyak barang. Bermula membanting barang dengan sembunyi agar kedua anakku tidak sampai meniru apa yang aku lakukan. Saat itu aku masih idealis. Namun apa daya, seiring perkembangan usia anak, aku yang semakin repot menjadi stres berat bahkan depresi pengasuhan karena sendirian mengasuh anak ketika suami tidak di sisi.

Puncaknya di tahun 2016-2018, bukan saja membanting barang, aku sudah kesulitan menahan mulut dan tangan. Sehingga menyakiti fisik dan psikis kedua anakku, Tyaga dan Jehan yang masih berusia 4,5 tahun dan dua tahun. Karena benar-benar sudah sangat susah ditahan.

Ya, ternyata karena hasil rekaman sedari masa kecil dari mencontoh watak pemarah dan tukang mengamuk dari bapakku. Setengah mati berusaha menahannya, bagiku masih saja sulit.

Namun, satu hal yang aku yakini, SELALU ADA JALAN JIKA ADA KEMAUAN. Aku benar-benar ingin berubah demi anak. Tak ingin kedua anakku seumur hidup mengalami ketakutan sepertiku yang setiap berada di dekat bapak selalu melihat beliau mengamuk.

Bersyukur Allah memberi jalan aku bisa belajar PAUSING dari ilmu MINDFULNESS. Jeda sesaat untuk meredam emosi agar tidak meledak. Lalu menata pernapasan dengan penuh kesadaran agar bisa tetap sabar dengan istighfar. Meski sangat sulit prosesnya, ternyata Allah izinkan aku bisa mengubah watak pemarah yang sedari dulu kupikir tak akan pernah bisa diubah.

Ya! Ternyata mitos. Faktanya, alhamdulillah aku yang penyintas depresi, mudah meledak parah, akhirnya bisa tidak lagi sedikit-sedikit marah apalagi mengamuk. Dengan gigih terus berlatih mengendalikan emosi marah.

Kita semua bisa💪💪asal mau belajar ilmunya yang tepat, untuk mengubah watak dengan SKST!

Semangat
Konsisten
Sabar
Telaten

Kelas MIC Batch 120 (Mengasuh Inner Child)
22-29 Agustus 2021
Mentor Ribka ImaRi wa.me/6285217300183

Salam sehat kuat jiwa dan raga!

Sokaraja, 6 Febuari 2021

Diperbaharui 6 Agustus 2021
-Ribka ImaRi-
❤️Penulis 33 buku Antologi sejak Januari 2019. (Sebanyak 18 antologi sudah terbit, 12 NuBar di Rumedia, 6 di Wonderland Publisher)
❤️Depresi & Bipolar Survivor (2015-2018)
❤️Owner usaha cemilan ImaRi’s Corner (2017-2019)
❤️Mentor Kelas Seni Mengasuh Anak (SMA/2018-2019)
❤️Mentor Kelas Tantrum Anak (KTA/2018-2019)
❤️Mentor Kelas Mengasuh Inner Child (MIC/2019-Sekarang)
❤️Mentor Kelas The Power of Sounding (TPS/2020-Sekarang)
❤️Mentor Kelas Healing Anak oleh Ibu (HAI/2020-Sekarang)
❤️Founder support grup wa ImaRi’s Corner Parenting (2020-sekarang)
❤️Owner website binaan Rumah Media: ImaRi’s Corner Parenting (April 2020-sekarang)
❤️imariscornerparenting/ribkaimari

0Shares

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan