Inner Child Inspirasi dan Motivasi ala ImaRi Kelas Mengasuh Inner Child (MIC) Mental Illness Mindfulness Parenting

Tuhan, Aku Tak Marah lagi pada-Mu

Cerita setahun lalu ….

Tuhan, akhirnya aku sudah tak marah lagi pada-Mu. Bahkan pagi ini aku bisa terbangun dengan kelegaan hati yang luar biasa. Meski saat kupegang kening anak bungsuku, masih panas karena demam di hari ketiga.

Penerimaan kenyataan ini sangat tak mudah buat otakku, si penderita depresi dan bipolar yang inner child-nya memiliki trauma terhadap kejadian pengalaman “sakit” yang menyebabkan mas kandung meninggal ketika aku baru kelas 5 SD. Membuat aku begitu berusaha keras menjaga kesehatan kedua anakku.

Sekaligus membuatku pernah sangat menyalahkan diri sendiri akibat tak bisa mengurus dengan baik kedua anakku sehingga akhirnya sakit bersamaan.

Tuhan, akhirnya aku sudah bisa tak lagi marah Pada-Mu. Bahkan tak pernah lagi menghujat-Mu seperti dulu. Meski terkadang, aku merasa hidup ini tak adil padaku. Ketika aku menuju RS untuk memeriksakan kedua anakku yang sakit bersamaan. Dulu aku marah sejadi-jadinya bahkan sampai hati aku menghujat-Mu hanya karena kedua anakku sering sakit secara bersamaan di saat hari libur panjang.

Hari libur yang aku nantikan sejak lama karena aku sudah merencanakan ingin berlibur bersama suami yang hanya pulang di akhir pekan atau di tanggal libur panjang. Karena kami pasangan LDM (Long Distance Marriage) alias menjalin pernikahan jarak jauh, Purwokerto-Cirebon.

Aku merasa betapa Engkau tak adil padaku karena waktuku benar-benar habis hanya untuk mengurus kedua anakku. Aku merasa tak boleh mencicipi liburan saat suami bisa pulang lebih lama ke rumah. Sebab semua yang aku rencanakan menjadi gagal semua.

Tuhan, akhirnya aku sudah tak lagi marah pada-Mu. Bahkan dalam keadaan yang sama seperti sekarang, ketika suami sudah bisa pindah kerja ke Purwokerto, sudah bisa seatap lagi sejak awal Febuari, justru yang kuhadapi adalah merawat kedua anakku sakit sampai dua kali di bulan Febuari ini. Padahal aku sangat berharap bisa berrekreasi bersama setiap minggunya. Ada banyak yang sudah kami rencanakan untuk pergi ke beberapa tempat rekreasi.

Tuhan, akhirnya aku sudah bisa tak lagi marah pada-Mu. Bahkan kini aku sudah bisa menyayangi-Mu. Karena aku sudah bisa yakin bahwa Engkau pun menyayangiku. Namun dengan cara-Mu yang unik. Yaitu dengan memberiku banyak ujian kesabaran agar aku bisa belajar menjadi pribadi yang lebih sabar lagi.

Menerima satu per satu keadaan dalam hidupku. Menerima sakit kedua anakku yang berbarengan dengan fase menstruasiku. Itu berarti perjuanganku dua kali lipat untuk mengendalikan emosiku yang sewaktu-waktu bisa terpicu trauma Inner Child. Namun aku yakin, Engkau memberiku harapan untuk bisa naik level sabar setiap saat. Bahkan setiap tahun. Seperti ujian kesabaran di awal tahun 2019 ini.

Tuhan, akhirnya aku sudah tak lagi marah pada-Mu. Karena aku sadar, marah hanya membuatku semakin lelah. Masalahku bukannya selesai justru terbengkalai. Karena marah membuatku sulit fokus mencari solusi yang sebenarnya sudah Kau tunjukkan di depan mataku.

Kini marahku berganti keyakinan bahwa Engkau selalu genggam tanganku untuk memberi banyak pertolongan. Teruslah tuntun aku menuju jalan hidup yang Engkau ridhoi. Aamiin ….

Sokaraja, Februari 2019

-Ribka ImaRi-
Depresi & Bipolar Survivor (2015-2018)

Mentor Kelas Mengasuh Anak (2018)

Mentor Kelas Tantrum Anak (2018)

Mentor Kelas Mengasuh Inner Child (2019)

Founder ImaRi’s Corner Parenting (2020)

imariscornerparenting/ribkaimari

0Shares

Anda mungkin juga suka...