Curahan Hati Kisah Hikmah Latihan Menulis Komunitas Motivasi dan Inspirasi

Tuhan, Akhirnya Aku Sudah Bisa Tak Lagi Marah Pada-Mu

Tuhan, Akhirnya Aku Sudah Bisa Tak Lagi Marah Pada-Mu

Oleh: Ribka ImaRi

Cerita setahun lalu….

Tuhan, akhirnya aku sudah tak lagi marah pada-Mu. Bahkan pagi ini aku bisa terbangun dengan kelegaan hati yang luar biasa. Meski saat kupegang kening anak bungsuku, masih panas karena demam di hari ketiga.

Penerimaan kenyataan ini sangat tak mudah buat otakku, si penderita depresi dan bipolar yang inner child-nya ada trauma terhadap kejadian pengalaman “sakit” menyebabkan mas kandungku meninggal waktu usia SD. Membuatku berusaha keras menjaga kesehatan kedua anakku.

Sekaligus membuatku pernah sangat menyalahkan diri sendiri yang tak bisa mengurus dengan baik kedua anakku sehingga akhirnya sakit bersamaan.

Tuhan, akhirnya aku sudah bisa tak lagi marah Pada-Mu. Bahkan tak pernah lagi menghujat-Mu seperti dulu. Ketika aku menuju RS untuk memeriksakan kedua anakku yang sakit bersamaan. Dulu aku marah sejadi-jadinya bahkan sampai hati aku menghujat-Mu hanya karena sangat seringnya kedua anakku sakit secara bersamaan di saat hari libur panjang.

Hari libur yang aku nantikan sejak lama karena aku sudah merencanakan ingin berlibur bersama suami yang hanya pulang di akhir pekan atau di tanggal libur panjang. Karena kami pasangan LDM (Long Distance Marriage) alias menjalin pernikahan jarak jauh, Purwokerto-Cirebon.

Aku merasa betapa Engkau tak adil padaku karena waktuku habis hanya untuk mengurus kedua anakku. Aku merasa tak boleh mencicipi liburan saat suami bisa pulang lebih lama ke rumah. Karenanya rencanaku gagal semua.

Tuhan, akhirnya aku sudah tak lagi marah pada-Mu. Bahkan dalam keadaan yang sama seperti sekarang, ketika suami sudah bisa pindah kerja ke Purwokerto, sudah bisa seatap lagi sejak awal Febuari, justru yang kuhadapi adalah merawat kedua anakku sakit sampai 2x dalam bulan Febuari ini. Padahal aku sangat berharap bisa rekreasi bersama setiap minggunya. Ada banyak yang sudah kami rencana pergi ke beberapa tempat rekreasi

Tuhan, akhirnya aku sudah bisa tak lagi marah pada-Mu. Bahkan kini aku sudah bisa menyayangi-Mu. Karena aku sudah bisa yakin Engkau pun menyayangiku. Namun dengan cara-Mu yang unik. Yaitu dengan memberiku banyak ujian kesabaran agar aku bisa belajar menjadi pribadi yang lebih sabar lagi.

Menerima satu per satu keadaan dalam hidupku. Menerima sakit kedua anakku yang berbarengan dengan fase menstruasiku. Itu berarti perjuanganku dua kali lipat untuk mengendalikan emosiku terpicu Inner Child. Namun aku yakin, Engkau memberiku harapan untuk bisa naik level sabar setiap saat. Bahkan setiap tahun. Seperti ujian kesabaran di awal tahun 2019 ini.

Tuhan, akhirnya aku sudah tak lagi marah pada-Mu. Karena aku yakin, Engkau selalu genggam tanganku untuk memberi banyak pertolongan. Teruslah tuntun aku menuju jalan hidup yang Engkau ridhoi. Aamiin…

-Bunda ImaRi-
#DepresiBipolarSurvivor

rumahmediagroup/ribkaimari

0Shares

Anda mungkin juga suka...

2 Komentar

  1. Masyaa Allah..mirip sama kisah suami Mbak. Menyalahkan Allah dan bertemu dengan Ustaz Arifin Ilham adalah titik balik suami.

    Alhamdulillah setelah lebih mendalami agama, suami jauh lebih stabil emosinya. Meski kadang keluar juga amarahnya tapi sudah tidak seperti dulu.

    Allah selalu punya cara yang unik ya Mbak untuk membuat hamba-Nya kembali🥰

  2. Ribka ImaRi says:

    MasyaAllah alhamdulillah luar biasa y mbak Siska. Bahwa semua ada hikmah dari jalan hidup kita masing2. MasyaAllah

Tinggalkan Balasan