Hari-Hari Bersama Duo ImaRi Inspirasi dan Motivasi ala ImaRi Mental Illness Tema Ditentukan Tips dan Trik Mengasuh Anak Writing Challenge Rumedia (WCR)

Terserah Mau Bilang Apa!

Oleh: Ribka ImaRi

Semangat pagi Sahabat ImaRi’s!

Terserah mau bilang apa!
Saat aku belum menikah
Sudah jelang umur tiga puluh
Kudengar komentar, kasihan perawan tua

Terserah mau bilang apa!
Saat aku menikah tidak mengundang
Alih-alih dikasih selamat
Malah disangka aku hamil duluan

Terserah mau bilang apa!
Ketika belum juga hamil
Berharap diberi doa
Justru terucap sudah tua belum hamil juga

Terserah mau bilang apa!
Saat berobat kista demi bisa punya anak
Bukannya ikut berdoa
Malah menyuruhku adopsi anak

Terserah mau bilang apa!
Akhirnya aku hamil
Rezeki bayiku melintang dan harus caesar
Bilang aku belum jadi ibu sempurna

Terserah mau bilang apa!
Saat aku berjuang terus memberi ASI sampai usia dua tahun
Demi hak anakku terpenuhi
Malah bertutur percuma, kasih sufor saja

Terserah mau bilang apa!
Saat bayi lain makan sambil berkeliling komplek
Aku berusaha bayiku sampai besar bisa anteng makan di dalam rumah
Aku dianggap banyak aturan

Terserah mau bilang apa!
Saat anak lain bebas jajan sesuka hati
Kedua anakku tidak jajan sembarangan sama sekali
Ada ujaran kasihan anakku dikekang

Terserah mau bilang apa!
Saat aku tidak mengumbar kedua anakku
Untuk seenaknya main di luar rumah
Katanya kasihan anakku tidak bahagia

Terserah mau bilang apa!
Saat aku sekeluarga berniat hijrah
Menjual aset yang ada
Menohok berucap keluargaku bangkrut

Terserah mau bilang apa!
Saat aku terseok-seok
Berjuang mengunjungi psikiater
Distigma cuma orang gila yang ke psikiater

Terserah mau bilang apa!
Saat kedua anakku di dalam ruah saja
Apalagi saat pandemi corona
Aku divonis stres berat dan lebay

Terserah mau bilang apa!
Yang penting aku luruskan niat
menjalani ikhtiar hidupku
Berjuang dijalani dan dinikmati saja

Terserah mau bilang apa!
Ternyata sebaris kalimat ini sangat ampuh
Bagi diriku penyandang HSP
(Highly Sensitive Person)
Terus berjuang untuk tidak baperan demi mendengar komentar orang banyak

Hempaskan semua ungkapan
Julid yang menyesakkan jiwa
Jalani hidup dengan keyakinan
Tidak melanggar agam dan hukum
Tidak pula merugikan orang

Awalnya sangat tidak mudah
Menerima omongan orang begitu saja
Namun aku berjuang terus
Melepaskan dan menghempaskan
Demi kesehatan jiwaku

Hidup ini terlalu indah
Untuk sekedar memikirkan
Omongan orang yang tiada berujung
Seperti jalan raya

Fokuskan pikiran pada niat dan tujuan
Raih cita-cita masa depan
Semangat memperbaiki diri
So, terserah mau bilang apa!

***

“Terserah mau bilang apa!” Self talk ini terbukti ampuh untuk mengendalikan HSP-ku (baperan) yang selama bertahun-tahun lalu pernah meradang memicu depresi berat yang secara biologis menurun dari bapakku.

Baca di sini tentang HSP: Kamu Becanda Aku Baper. Ada Apa denganku? Ternyata Ini Penyebabnya

HSP (baperan) bisa dikendalikan dengan cara mengasuh jiwa anak-anak dalam diri kita agar mendewasa.

Yuk, belajar Mengasuh Inner Child di kelas MIC Batch 21

19-26 September 2021

Investasi 149K

Mentor Ribka ImaRi wa.me/6285217300183

Sokaraja, 6 Juni 2020

Diperbaharui 16 September 2021

-Ribka ImaRi-
❤️Penulis 38 buku Antologi sejak Januari 2019 (Sebanyak 31 antologi sudah terbit, 22 dari Penerbit Rumedia, 8 dari Wonderland Publisher dan 1 dari Aksana Publisher)
❤️Depresi & Bipolar Survivor (2015-2018)
❤️Owner usaha cemilan ImaRi’s Corner (2017-2019)
❤️Mentor Kelas Seni Mengasuh Anak (SMA/2018-2019)
❤️Mentor Kelas Tantrum Anak (KTA/2018-2019)
❤️Mentor Kelas Mengasuh Inner Child (MIC/Desember 2019-Sekarang)
❤️Mentor Kelas The Power of Sounding (TPS/2020-Sekarang)
❤️Mentor Kelas Healing Anak oleh Ibu (HAI/2020-Sekarang)
❤️Mentor Kelas Be Mindfulness Wife (BMW/Mei 2021-Sekarang)
❤️Founder support grup wa ImaRi’s Corner Parenting (Desember 2019-sekarang)
❤️Owner website binaan Rumah Media: ImaRi’s Corner Parenting (April 2020-sekarang)
❤️imariscornerparenting/ribkaimari

0Shares

Anda mungkin juga suka...

4 Komentar

  1. menulis:

    Terseraaaah… mau bilang apa.. yg penting, hempaskan yg tidak penting… 😘😘

  2. Ribka ImaRi menulis:

    Haha iy bener mba😘😘

  3. Anonim menulis:

    Beruntung sekali Mba Ribka bisa melakukan sesuai kehendaknya. Berbanding terbalik saat aku memutuskan saat aku secar sampai ingin asi eksklusif diriku hanya dianggap kurang pengalaman smpai akhirnya susu asiku memang sedikit krn kurg dukungan dan semangat dari org sekitarku yg justru lambat laun menambah luka batinku.

  4. Ribka ImaRi menulis:

    Peluuuk.
    Sama mba.meski keadaan kita mungkin berbeda. Tapi aku pun terseok² berjuang untuk tetap mengASIhi. Dengan banyak gempuran, karena aku depresi.alhamdulillah bisa tetap bertahan semata-mata atas seizin-Nya. Meski ASI kering, tawaran sufor, aku tetap keras kepala ttp ASI.

    Tetap semangat ya mba🤗

Tinggalkan Balasan