Blog Umum Curahan Hati Inspirasi dan Motivasi ala ImaRi RNB 3 (Rumedia Nubar Bla Batch 3) Tulisan Wenny Kartika Sari Uncategorized

Teman Anakku Down Syndrome (Oleh: Wenny Kartika Sari)

Sumber foto: google edit meitu

Dulu waktu anakku Aurel masih TK (Taman Kanak-Kanak), mempunyai teman perempuan down syndrome dengan inisial G (tidak kusebutkan untuk menjaga etika). Kasihan melihat G, karena sering dibully teman-temannya.

Puji Tuhan Aurel tidak suka menghina, bahkan bermain bersama. G bisa gemas melihat wajah Aurel, sampai pipinya diremas.
Sedikit banyak ada rasa takut juga, tetapi masih mau untuk bermain bersama.

Suatu hari pernah jari Aurel dijepit pintu sampai bengkak ketiga jarinya. Dalam hatiku juga sedih melihat anakku yang imut-imut mengalami hal seperti itu. Tetapi di hatiku terdalam juga kasihan melihat anak itu, memang aku tahu punya kelainan dan aku lebih memilih memahaminya.

Hal ini juga untuk memberi contoh kepada Aurel untuk bisa memahami keadaan yang tentunya tidak ada orang yang mau mempunyai kondisi seperti G. Down syndrome adalah kelainan genetik yang menyebabkan penderitanya memiliki tingkat kecerdasan yang rendah, dan kelainan fisik yang khas. Sebagian penderita dapat mengalami kelainan yang ringan, tetapi sebagian lainnya dapat mengalami gangguan yang berat hingga menimbulkan penyakit jantung.

Walaupun kecerdasannya rendah, G mempunyai kelebihan dibidang seni tari. Saat menari dia bisa mengikuti gerakan yang diajarkan gurunya. Separah apapun keadaan orang difable, pasti punya kelebihan yang patut kita hargai.

Semoga bagi para pembaca tidak perlu berkecil hati bila mempunyai anak seperti G. Justru harus diberi kasih sayang lebih.

Down syndrome merupakan kelainan genetik yang cukup sering terjadi. Data WHO memperkirakan 3000 hingga 5000 bayi terlahir dengan kondisi ini setiap tahunnya. Dengan penanganan yang tepat, penderita dapat hidup dengan sehat dan mampu menjalani aktivitas dengan mandiri, walaupun kelainan belum dapat disembuhkan.

Gejala Down Syndrome :
Penderita Down Syndrome memiliki kelainan fisik khas, yang kadang bisa dideteksi sebelum lahir, antara lain:
• Ukuran kepala lebih
• Bagian belakang kepala datar.
• Sudut mata luar naik ke atas.
• Bentuk telinga kecil atau tidak normal.
• Lidah pecah-pecah

Penyebab Down Syndrome :
Down syndrome terjadi ketika ada satu salinan ekstra dari kromosom nomor 21. Kromosom atau struktur pembentuk gen normalnya berpasangan, dan diturunkan dari masing-masing orang tua.

Ada beberapa faktor yang berisiko menimbulkan salinan ekstra pada kromosom 21, antara lain ibu sudah cukup berumur saat hamil atau memiliki penderita Down syndrome lain dalam keluarga.

Pengobatan untuk penderita Down syndrome dilakukan agar penderita bisa menjalani aktivitas sehari-hari secara mandiri.

Pengobatan itu dapat berupa:
• Fisioterapi
• Terapi bicara
• Terapi okupasi
• Terapi perilaku

Down syndrome memang tidak bisa diobati. Namun dengan dukungan yang baik dari keluarga, serta rutin menjalani terapi dan pemeriksaan ke dokter, penderita Down syndrome dapat hidup mandiri dan terhindar dari komplikasi.

Penjelasan tentang down syndrome disadur dari google klikdokter. Semoga bermanfaat dan bisa mencegah terjadinya down syndrome. Tetap semangat bagi pembaca yang mempunyai anak down syndrome. Segala hal yang terjadi ada hikmah yang dapat dipetik.

Jangan pernah menghina keadaan orang difable seperti apapun keadaan mereka. Justru untuk mengingatkan kita yang mempunyai tubuh normal untuk selalu bersyukur dan mengurangi kebiasaan mengeluh. Tuhan memberkati khususnya untuk orang-orang difabel.

The Power of Thinking 💖

The Power of Forgiveness 💖

Solo, 3 Desember 2020
Wenny Kartika Sari
#Nubar
#Nulisbareng
#Level3
#BerkreasiLewatAksara
#menulismengabadikankebaikan
#week1day3
#RNB092NubarSumatera
#rumahmediagrup

0Shares

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan