Hari-Hari Bersama Duo ImaRi Inner Child Inspirasi dan Motivasi ala ImaRi Kelas Mengasuh Inner Child (MIC) Mindfulness Parenting

Suami dan Anak Hanyalah Pemicu Emosi, Temukan Penyebabnya, Asuh agar Terkendali

Oleh: Ribka ImaRi

“Orangtua, berak saja ditahan. Anak tinggal makan saja pada susah. Besok Ma enggak mau masak lagi!” Rekaman intonasi suara mamaku yang sabar dan lembut tetapi tetap saja berisi ancaman dan kata kasar itu masih terngiang jelas di telinga dan Pikiran Bawah Sadar sejak tahun 1990-an. Padahal itu semua kudengar sewaktu kecil tetapi sampai saat ini usiaku sudah 40 tahun masih saja kelebat. Ada rasa marah pada Inner Child (IC)-ku saat diancam seperti itu.

Namun dulu, 30 tahun lalu hanya kupendam dalam perasaan sedih dan tertekan lalu memprotes dengan membangkang dalam bentuk makan diemut.

Nyatanya pendaman emosi itu pernah membuncah keluar.

Ketika ada banyak momen setelah aku menjadi ibu harus menahan BAB berjam-jam. Kurasa hampir semua ibu pernah mengalaminya sepertiku. Hanya demi buru-buru bisa masak sarapan lengkap untuk anak supaya tetap sehat, tetapi Jehan masih lambat makannya seperti kemarin.

Apalagi dulu waktu Tyaga Jehan masih batita dan balita sekitar tahun 2017, aku benar-benar berjuang mendampingi cara makan yang baik meski harus mengalami DEPRESI PENGASUHAN. Aku pernah mengamuk akibat teringat banyak peristiwa masa kecilku yang pernah mengalami kesulitan makan dalam arti kekurangan makan. Sampai-sampai makan nasi putih hanya dengan garam atau kalau sedang beruntung aku bisa mencicipi terasi goreng sebagai teman nasi putihku.

Entah sudah berapa kali aku tantrum saat keduanya susah makan. Awal tahun 2017 sampai pernah membuat satu piring melamin bolong karena aku pukuli sendok. Sejak saat itu aku sadar, untuk sekuat tenaga mengendalikan rekaman Inner Parent (rekaman perilaku/suara orangtua dalam jiwaku) yang membentuk IC-ku.

Aku berjuang mengenali akar IC-ku lalu mengasuhnya. Dulu sewaktu aku kecil, bapakku sangat sering menghancurkan piring dalam banyak momen makan. Jika makanan yang dihidangkan mama tidak sesuai selera, bapak bisa mengamuk dan memberataki semua yang terhidang. Bahkan masih jelas diingatanku, bapak yang lebih memilih menyiram nasinya dengan air putih ditamba garam daripada mencoba mencicipi masakan mama yang bagiku enak.

Seketika selera makanku hilang sesaat setelah melihat bapak seperti itu. Badanku tumbuh kecil, tidak maksimal akibat kurang makan dan serangan tiba-tiba tidak selera makan akibat melihat perilaku bapak.

Peristiwa-peristiwa di atas yang menjadi akar IC-ku yang memicu aku pernah sangat membenci keadaan anak-anakku susah makan. Beruntung suamiku mau melahap apa yang kusediakan. Hanya saja aku pernah baper berat ketika mendengar komentarnya yang menusuk hati.

Sampai 2021 ini, aku masih tetap berjuang membangun kesadaran penuh (MINDFULNESS) bahwa anak dan suami hanya pemicu yang rawan menjadi tempat pelampiasan. Segera aku mengerahkan teknik-teknik MIC (Mengasuh Inner Child) saat akan terpicu. Alhamdulillah seharian kemarin dan sepagian ini sukses mengendalikan kelebat-kelebat ingin mengamuk. Tyaga Jehan tetap ceria tidak jadi sakit hati.

Aku berjuang sekuat tenaga hanya demi anak-anakku tidak lagi mengalami hal yang sama sepertiku.

IC-ku yang pernah dibentak-bentak, sejujurnya aku tidak ingin dibentak semasa kecilku. Maka kini aku berjuang sekuat tenaga untuk tidak membentak anak. Meski sangat sulit, karena bentakan itu nyata terekam di Pikiran Bawah Sadarku, menjadi penyebab aku pernah membentak-bentak anak. Namun, aku terus berjuang untuk bisa tidak membentak lagi.

Pun, demikian IC makan yang baik. Aku yang pernah kekurangan makan, tidak ingin anak-anakku tidak terurus makannya dengan baik. Pernah menjadi penyebab aku mengamuk saat anak sedang dalam fase susah makan. Aku mengenali terus penyebab IC-ku terpicu oleh anak atau suami

“Kita bisa belajar menjadi orangtua yang baik asal mau berjuang memutus rantai pola asuh lama. Sadar untuk mengasuh ulang diri sendiri lebih dulu demi bisa mengasuh anak dan suami.”

Yuk, kita belajar bersama di Kelas MIC Batch 13
Mengasuh Inner Child
17-24 Januari 2021
Mentor Ribka ImaRi wa.me/6285217300183

RUNDOWN KELAS MENGASUH INNER CHILD (MIC) BATCH 13 (17-24 Januari 2021) by WA Grup

1. Minggu, 1701/21
-Pagi jam 10-selesai
Perkenalan Mentor dan semua peserta serta isu inner child (IC masing-masing peserta)
-Malam jam 19-21
Feedback dari mentor

2. Senin, 18/01/21
-Pagi jam 10-12
Materi IC & Video INNER CHILD
-Malam jam 19-21
Sharing materi INNER CHILD

3. Selasa, 19/01/21
-Pagi jam 10-12
Materi & video latihan PERNAPASAN & PAUSING
-Malam jam 19-21
Sharing pengalaman latihan PERNAPASAN & PAUSING

4. Rabu, 20/01/21
-Pagi jam 10-12
Materi & video latihan ACCEPTANCE
-Malam jam 19-21
Sharing pengalaman latihan ACCEPTANCE

5. Kamis, 21/01/21
-Pagi jam 1-12
Materi & video latihan MELEPASKAN MENTAL KORBAN
-Malam jam 19-21
Sharing pengalaman latihan MELEPASKAN MENTAL KORBAN

6. Jumat, 22/01/21
-Pagi jam 10-12
Materi & video latihan SOUNDING & AFIRMASI
-Malam jam 19-21
Sharing pengalaman latihan SOUNDING & AFIRMASI

7. Sabtu, 23/01/21
-Pagi jam 10-12
Materi & video latihan KOMUNIKASI ASERTIF
-Malam jam 19-21
Sharing pengalaman latihan KOMUNIKASI ASERTIF

8. Minggu, 24/01/21
-Pagi jam 10-selesai
Feedback & Testimoni
-Malam jam 19-21
Penutupan Kelas

Sokaraja, 15 Januari 2021
-Ribka ImaRi-
❤️Penulis 33 buku Antologi sejak Januari 2019. (Sebanyak 18 antologi sudah terbit, 12 NuBar di Rumedia, 6 di Wonderland Publisher)
❤️Depresi & Bipolar Survivor (2015-2018)
❤️Owner usaha cemilan ImaRi’s Corner (2017-2019)
❤️Mentor Kelas Seni Mengasuh Anak (SMA/2018-2019)
❤️Mentor Kelas Tantrum Anak (KTA/2018-2019)
❤️Mentor Kelas Mengasuh Inner Child (MIC/2019-Sekarang)
❤️Mentor Kelas The Power of Sounding (TPS/2020-Sekarang)
❤️Mentor Kelas Healing Anak oleh Ibu (HAI/2020-Sekarang)
❤️Founder support grup wa ImaRi’s Corner Parenting (2020)
❤️Owner website binaan Rumah Media: ImaRi’s Corner Parenting (April 2020)
❤️imariscornerparenting/ribkaimari

0Shares

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan