Cerita Anak Latihan Menulis Komunitas Motivasi dan Inspirasi Parenting

SKST

SKST

Oleh: Ribka ImaRi

Teruntuk semua ibu muda yang sedang stres, frustasi bahkan sampai depresi seperti aku dulu. Aku doakan semoga semua ibu hebat dimanapun berada, selalu sehat jiwa raga saat membersmai tumbuh kembang buah hati.

Dulu, akupun sama. Pernah bingung harus bagaimana lagi cari cara mengasuh dan mendidik anak. Semua ilmu parenting dibaca, tapi belum ketemu yang cocok. Sampai akhirnya Allah SWT ijinkan bertemu dengan MINDFULNESS PARENTING.

Semua atas seijin Allah SWT. Segala kesakitan luar biasa yang aku alami dulu, ternyata ada maksud terindah dari Allah SWT.

Sekedar sharing, pelan-pelan belajar mengasuh diri sendiri lebih dulu. Untuk bisa berproses SKST (Semangat, Konsisten, Sabar, Telaten).

1. SEMANGAT berproses, sebab hanya semangat yang dapat mengalahkan segala rintangan yang ada. Meski kadang ada rasa lelah akibat menunggu Tyaga yang kelamaan berproses. Bundanya gregetan pengen cepat selesai saja rasanya. Tapi buru-buru semangat lagi membersamai Tyaga yang sedang di fase ingin mencoba.

2. KONSISTEN berproses, sebab dengan konsisten, lama-lama jadi terbiasa tetap melakukan hal yang sama meski halangan merintangi untuk menerapkan aturan ke anak. Meski anak susah dibilangin, teruslah konsisten untuk sounding sebelum tidur malam. Karena ini best time (waktu terbaik) untuk melakukan sounding.

3. SABAR berproses, sebab hanya dengan sabar ibu/ortu bisa membersamai anak berproses dari yang belum bisa sama sekali menjadi fasih. Butuh waktu 5 tahun sejak postingan foto ini di 21 Juni 2014 (bahkan sejak dalam kandungan) sampai Tyaga mandiri dalam banyak hal seperti sekarang ini.

4. TELATEN berproses, sebab dengan telaten ibu jadi bisa tetap sabar dan teliti mengerjakan hal pengasuhan dan pendidikan anak dirumah dari mula memulainya sampai selesai ada hasilnya. Tanpa mengharap hasil yang cepat. Tapi menyerahkan semua sesuai kehendak dan waktuNYA Allah saja. Selalu yakin bahwa tak ada perjuangan yang sia-sia. Seperti di foto ini sejak tahun 2014 Tyaga belajar memakai sepatu sendal sendiri. Dan akhirnya sampai pagi ini, Tyaga bisa memakai baju rumah hasil setrikaannya sendiri.

MasyaAllah….alhamdulilllah…

Selalu sematkan dipikiran bismillah dan yakin bisa💪💪💪 . Mohon pertolongan Allah SWT. Mohon bantuan serumah untuk mendukung.

Jika lingkungan rumah tidak bisa mendukung, mohonkan kepada Allah SWT untuk menunjukkan caraNYA yang ajaib.

Yakin ada jalan keluar. Seperti akhirnya Allah memberi kami jalan keluar dengan pindah dari Depok ke Purwokerto.

Ya, sekarang aku sudah bisa memandangnya sebagai jalan keluar dari segala Depresi Pengasuhan yang bertumpuk dan terpicu saat masih tinggal di rumah lama di Depok dulu sedari tahun 2010 sampai tahun 2016. Segala macam konflik menyakitkan.

Tapi semua ada hikmahNYA. Meski setelah pindah justru depresiku semakin parah karena kepicu saat membersamai tumbuh kembang Tyaga Jehan. Tapi kini aku memandang, inilah caraNYA Allah untuk men-detox jiwa kami sekeluarga.

Kami seperti di karantina. Dijauhkan dari pengaruh melihat contoh anak laki-laki yang tidak baik demi mendidik Tyaga tetap jadi anak laki-laki yang tetap baik sesuai fitrahnya.

Sebab dulu begitu membuka pintu rumah, Tyaga batita (5 th lalu masih 2 th 3 bulan) selalu bertanya kritis untuk hal-hal yang terlihat sepele tapi sebenarnya penting untuk pendidikan karakter sejak dini dengan melihat contoh nyata.

Tanpa bermaksud menjelekkan lingkungan lama dulu, sebagai gambaran contoh nyata tersebut seperti di bawah ini.

“Kok mas itu telanjang (tanpa sehelai benang pun) ke luar rumah bun?” Padahal setengah mati aku mendidik tentang aurat anak laki2.

“Kok mas itu ga pakai sendal bun?” Padahal setengah mati sounding untuk disiplin memakai sendal kalau kaluar rumah.

“Kok mas itu boleh bawa hp/tablet keluar rumah bun?” Padahal di dalam rumah di didik pakai gadget dengan aturan ketat.

Dan masih banyak “kok” yang lainnya. Setiap hari terpampang nyata di depan mata. Kuakui menambah frustasiku saat Tyaga protes dan ada kemungkinan menirulakukan karena melihat.

Alhamdulillah semua atas seijin Allah SWT kami punya kesempatan pindah rumah demi bisa memutus rantai pengasuhan yang buruk dan mengadakan lingkungan yang mendukung untuk mengasuh dan mendidik anak sesuai fitrahnya.

Semangat selalu untuk semua ibu hebat💪💪💪💪

Bismillahirrahmanirrahim…

0Shares

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan