Artikel Umum Blog Umum RNB 3 (Rumedia Nubar Bla Batch 3) Tulisan Wenny Kartika Sari

Sandal Jepit Terunik yang Pernah Kulihat (Oleh: Wenny Kartika Sari)

Sumber foto: admin dan edit meitu

Tema kali ini cukup membuat otak berputar mencari ide. Kembali pada keyakinanku The Power of Thinking, pasti bisa melakukan hal apapun selama mau berusaha. Aku mencari gambarnya di internet malah adanya penawaran di Shopee dan Tokopedia dengan gambar yang sesuai dengan instruksi admin nubar. Masih penasaran juga bagaimana harus membuat deskripsi gambar Sandal Jepit Rasa Kearifan Lokal dari sabut kelapa?

Aku juga baru tahu ada sandal terunik yang pernah kulihat. Dengan mencari di google menambah pengetahuanku tentang hasil alam Indonesia sebagai negara tropis yang memiliki pohon kelapa melimpah. Bangsa ini merupakan pemilik perkebunan kelapa terluas di dunia yakni 3,712 juta hektare (ha).

Setiap tahun Indonesia dapat menghasilkan buah kelapa sebesar 15 miliar butir dan dimanfaatan sekitar 7,5 miliar butir pertahun atau 50% dari potensi produksi.
Pohon kelapa ini bisa dipakai semua baik buah, batang, daun, tempurung, bahkan sabut kelapa memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Namun Indonesia masih terbatas dalam memanfaatkan limbah kelapa ini untuk keset, sapu, tali dan lainnya.

Sabut kelapa bila dikreatifkan memiliki potensi besar dalam industri kerajinan. Ada juga produksi coco fiber saat ini meningkat pesat. Istilah yang sudah banyak diketahui orang Nata de coco. Minuman favorite anakku Aurel.

Rata-rata per tahun Indonesia dapat menghasilkan buah kelapa 5,6 juta ton, ada sekitar 1,7 juta ton sabut kelapa yang dihasilkan dan dikreasikan.
Melihat potensi ini, mahasiswa Fakultas MIPA UNY dari Jurusan Fisika dan Biologi memanfaatkan sabut kelapa sebagai bahan pembuatan sandal unik yang berbahan dasar sabut kelapa dan lateks. Melalui kreativitas mereka juga berhasil mendapatkan dana dari Dikti dalam Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKMK) 2012.

Sabut kelapa sebagai bahan pembuat sandal sabut kelapa karena memiliki kelebihan anti ngengat, tahan terhadap jamur dan pembusukan dalam rilis yang diterima Harian Jogja beberapa waktu lalu. Menurut mahasiswa tersebut, selain relatif lebih awet, sabut kelapa juga dapat menjaga kelestarian lingkungan. Pasalnya bahan pembuatan sandal ini 100% dapat didaur ulang sehingga tidak mengganggu ekosistem.

Jogja memiliki peluang besar dalam mengembangkan sandal ini. Apalagi, Jogja merupakan kota wisata dan seni budaya. Sehingga akan ada banyak wisatawan yang mengincar buah tangan bertema unik dan menarik.

Lebih detail mahasiswa tersebut menjelaskan tahapan pembuatan sandal sabut kelapa terbagi menjadi dua yaitu: proses pembuatan bagian atasan (upper) dan bagian bawahan (bottom). Pertama kali dibuat desain sandal, kemudian dipola pada kertas dan dipindahkan pada selembar coco fiber dengan menggunakan tinta kemudian dipotong menggunakan cutter. Agar pengguna merasa nyaman, mahasiswa ini menambahkan kain pelapis pada bagian atas, dan busa di bagian bawah menggunakan lem.

Selanjutnya, supaya tampilan terlihat rapi, setiap tepi sandal dilakukan penjahitan dan pelapisan dengan kain. Terakhir memasukkan ujung-ujung upper part ke sela lapisan bottom part. Finishing dilakukan untuk membersihkan sisa-sisa lem yang menempel pada bagian upper dengan menggunakan karet kraft, membersihkan sisa-sisa benang dan menempelkan aksesoris.

Itulah penjelasan para mahasiswa kreatif yang menggunakan hasil alam untuk karya unik yang pastinya menarik minat orang yang melihatnya. Semoga lebih banyak lagi karya-karya yang unik dan menarik dari hasil alam lainnya. Memanfaatkan waktu sebaik-baiknya di tengah pandemi covid-19 ini. Daripada fokus pada berita yang sedikit banyak meracuni pikiran.

Sumber inspirasi : Google

The Power of Thinking💖

The Power of Forgiveness💖

Solo, 5 Desember 2020
Wenny Kartika Sari
#Nubar
#Nulisbareng
#Level3
#BerkreasiLewatAksara
#menulismengabadikankebaikan
#week1day5
#RNB092NubarSumatera
#rumahmediagrup

0Shares

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan