Curahan Hati ImaRi's Blog Inspirasi dan Motivasi ala ImaRi Kisah Hikmah Mental Illness Renungan Malam Self Love Writing For Healing

Renungan Hari Kelahiran

Oleh : Ribka ImaRi

Selamat ulang tahun Pak Ilham😍

Semangat pagi Sahabat ImaRi’s!

Pada hari yang berbahagia ini, izinkan aku menyampaikan ucapan, “Selamat ulang tahun, panjang umur, sehat dan bahagia selalu serta semakin berkah dalam hidup untuk Bapak Ilham Alfafa, founder Penerbit Rumedia.” Aamin.

Beliau salah satu orang yang berjasa dalam hidupku di bidang kepenulisan. Termasuk yang membuat website ini ada sejak 17 April 2020. Karena beliau yang pertama mengajari aku menulis di website Rumedia. Hingga akhirnya memberanikan diri mendaftar website atas nama pribadi dengan nama imariscornerparenting ketika beliau membuka pendaftaran pembuatan website pribadi.

Tulisan ini pun, dibuat ketika aku mengikuti RNB Challenge pada tahun 2019. Bertema Renungan Hari Kelahiran.

***

Ketemu akar pemicu ketika berusia empat puluh satu!

“Lebih baik aku mati saja sejak kecil!” ucapku terus dalam batin sejak remaja.

“Kalau tahu bakal begini, mending dulu waktu kamu bayi, Mama pites aja sekalian!” Begitu mendiang mama sering mengucap keluh kesahnya ketika aku susah dibilangin sejak kecil.

“Lu bukan anak gua! Lu anak setan!” Begitu juga bapak menyumpahiku bukan sekali dua kali tapi berkali-kali hingga selalu saja bergema meski di tengah keramaian.

Kalau kupikir-pikir untuk apa aku terlahir? Aku tak pernah meminta dilahirkan kalau ternyata ditolak orangtuaku. Perasaan merana membuatku pernah ingin mengakhiri hidup manakala terngiang-ngiang terus menerus kata-kata penolakan itu. Bahkan disaat aku memejamkan mata hendak tertidur pulas. Tiba-tiba aku kaget terbangun dengan jantung berdegup kencang dan keringat yang mengalir. Saat bisikan itu bagaikan nyata di telinga.

Pun, ketika aku berdiri di tengah jembatan seperti foto di bawah ini, dorongan kuat untuk menceburkan diri itu begitu nyata. Perasaan tidak berharga sangat menggores hati menimbulkan luka batin tak terlihat.

Seingatku, ketika perasaan itu pertama kali muncul, aku baru kelas satu SMP. Terus saja membisik di telingat ketika aku sednag menunggu angkot menuju sekolah di tahun 1993.

Pada sebagian besar orang, hari kelahiran merupakan momen membahagiakan. Ada kenangan masa kecil yang tak terlupakan. Kenangan yang terpasang di foto-foto yang dimiliki dan bisa terus menerus dilihat seumur hidup.

Tetapi tidak bagiku yang tak memiliki satupun foto semasa kecil. Ya, tak ada satupun kenangan masa kecilku dalam bentuk foto. Bahkan sejak bayi baru lahir. Karena memang seperti itu kenyataannya.

Sekarang saat mengingatnya, aku sudah mampu bersyukur bahwa Allah sudah memberiku usia sampai di angka 41 tahun tepat hari ini, 29 September 2021.

Mengingat aku yang hampir saja meninggal sejak dalam kandungan. Sebab jelang dilahirkan, aku dengan kondisi sebagai janin yang terendam air seni mama dalam jangka waktu lama.

Sampai-sampai Mamaku pun hampir meninggal. Karena pada tahun 80-an, keluarga kami yang masih hidup di bawah garis kemiskinan. Sehingga belum mengenal metode melahirkan dengan cara operasi caesar.

Bersyukur, alhamdulillah, saat bu Bidan datang memeriksa kondisi dan memastikan semuanya. Lalu segera mempersiapkan dan membantu proses persalinan. Demi menyelamatkan nyawa Mama dan aku (janin) yang dalam kritis.

Dari cerita Mama selama ini aku mencoba merenungkan arti kelahiranku. Apalagi sejak belajar Mindfulness Parenting aku belajar menerima satu per satu masa laluku. Kemudian mencari hikmah dibalik semua peristiwa.

Aku yang tak jadi meninggal sejak dari dalam kandungan, ternyata Allah mempunyai rencana terindah untuk hari-hariku di beberapa tahun belakangan ini.

Aku yang terlahir dengan banyak kekurangan dan cerita perjalanan hidup yang begitu mengharu biru, akhirnya bisa menginspirasi ibu lain untuk belajar bangkit dan merenungkan arti hidup melalui kelahiran diri ini ke dunia.

Bahwa Allah sudah pasti punya rencana terindah melalui kelahiran masing-masing hamba-Nya. Untuk itu, jangan pernah putus asa dan berhenti berharap apalagi berniat mengakhiri hidup. Tetap semangat jalani hari yang pasti ada kebahagiaan di sana.

***

-Ribka ImaRi-
Sokaraja, 17 Oktober 2019

Naskah asli Renungan Hari Lahir/Challenge Rumedia Nubar Bla

Diperbaharui, 29 September 2021

#Nubar
#NulisBareng
#Level4
#BerkreasiLewatAksara
#menulismengabadikankebaikan
#week3
#day17
#KamisTemaRenunganHariLahir
#RNB33
#rumahmediagrup

0Shares

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan