Blog Umum Curahan Hati Inspirasi dan Motivasi ala ImaRi RNB 3 (Rumedia Nubar Bla Batch 3) Tulisan Wenny Kartika Sari Writing For Healing

Peran Ibu dalam Kehidupanku (Oleh : Wenny Kartika Sari)

Sumber foto: dokumentasi pribadi, edit by meitu

Tanggal 15 November 1943 adalah hari kelahiran mamiku. Sayang sekali kisah hidupnya berakhir pada tanggal 9 Agustus 2014 dengan cara yang tragis seperti yang aku ceritakan di The Power of Forgiveness.

Aku terinspirasi menulis peran mami ini setelah menulis peran papi di Challenge Nulis Bareng hari Sabtu lalu. Puji Tuhan aku terlahir dari seorang mami yang baik dan sabar. Dulu memang agak galak waktu aku masih kecil, itupun kalau anaknya nggak patuh.

Aku banyak belajar dari cara mami menghadapi masalah hidup. Pelajaran berharga terutama tentang IMAN SEJATI, waktu menikah dengan papi belum mau untuk beragama katolik seperti papi. Setelah papi meninggal, mami baru tertarik untuk belajar agama katolik dan dibaptis. Hidupnya benar-benar mencerminkan sosok ibu yang bersahaja.

Beda usia mami dan papi cukup jauh yaitu 11 tahun. Sehingga waktu papi meninggal, mami masih sangat muda berusia 42 tahun. Kesetiaannya terbukti sampai maut menjemput😥.

Kesabarannya dalam merawat aku yang sejak kecil sakit-sakitan. Selalu memberi semangat untuk menjadi pribadi yang tangguh. Dari banyak musibah yang terjadi dalam hidupku yaitu :

1. Tahun 1992 kecelakaan parah, mami harus menandatangani resiko operasi kepala karena patah tulang belakang kepala akibat tabrak lari. Resikonya : hilang ingatan, lumpuh, dan beberapa resiko yang mengerikan.
2. Tahun 1993 kena over dosis akibat dari obat penumbuh rambut pasca operasi (bisa dibaca di Berjiwa Besar Hadapi Badai Hidup).
3. Tahun 2004 divonis sakit Lupus yang mematikan

Masih ada beberapa musibah yang ringan lainnya. Hati mami begitu TABAH dan TEGAR nya luar biasa, menghadapi keadaan yang sangat menyedihkan, mengetahui anak bungsunya mengalami cobaan bertubi-tubi. Mami lebih banyak berdoa dan puasa, memberi aku semangat untuk bertahan dalam cobaan.

Mami bisa berperan sebagai ibu dan ayah sekaligus dibantu kakak pertama.
Bayangkan dulunya dimanja saat masih ada papi. Keperluan pekerjaannya menjahit, papi yang membelikan. Setelah papi tiada, mami harus mengurus semua sendiri dan masih merawat keempat anaknya. Luar biasa!

Doa seorang ibu sungguh luar biasa. Dari cobaan-cobaan berat yang aku alami, selalu mendapatkan jalan keluar terbaik dalam waktu singkat dan aku bisa bangkit sampai sekarang. Bahkan mami bilang aku adalah orang yang sangat KUAT, mampu bertahan menjalani cobaan hidup yang bertubi-tubi. Pesan mami sebelum meninggal yang selalu tertanam di hatiku supaya menjadi pribadi yang tangguh :

1. Berdoa
2. Boleh Emosi, tetapi jangan lama-lama
3. Dekat dengan alam, suka merawat tanaman. Percaya nggak percaya, pohon mangga yang di rumah sudah puluhan tahun nggak pernah berhenti berbuah, sempat selama empat tahun nggak berbuah setelah mami meninggal.
4. Suka Hidup Damai ( mudah memaafkan kesalahan orang lain)
5. Hari ini adalah hari terakhir, selalu mempersiapkan diri bila harus meninggalkan dunia. Itupun terjadi sebelum mami meninggal, doa lebih banyak, sangat sabar dan baik.

Tips di atas juga merupakan Resep Sehat dan Awet Mudanya Mami. Semoga apa yang aku ceritakan ini bermanfaat buat para pembaca. Jadilah ibu yang tangguh, supaya bisa memberi teladan KETANGGUHAN untuk anak keturunan selanjutnya

Berbahagialah orang yang masih mempunyai ibu dan ayah. Jagalah dan rawatlah mereka dengan baik selagi masih ada waktu. Supaya tidak ada penyesalan bila terjadi kematian mendadak karena kecerobohan orang lain, penyakit ataupun musibah lain.

The Power of Thinking 💖

The Power of Forgivenes💖

Solo, 16 November 2020
Wenny Kartika Sari
#Nubar
#Nulisbareng
#Level2
#BerkreasiLewatAksara
#menulismengabadikankebaikan
#week3day1
#RNB092NubarSumatera
#rumahmediagrup

0Shares

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan