Blog Umum Parenting RNB 3 (Rumedia Nubar Bla Batch 3) Tulisan Wenny Kartika Sari

Pentingnya Peluk dan Cium dari Ayah di Masa Golden Age (Oleh : Wenny Kartika Sari)

Sumber foto: dokumentasi pribadi edit by canva

Puji Tuhan aku bisa melewati Challenge Nubar sampai minggu terakhir di bulan Oktober. Kali ini aku mau sharing tentang pentingnya pelukan dan ciuman ayah untuk anak-anak Golden Age ( usia 0-8 tahun). Banyak orang tidak paham bahkan tak terpikirkan sedikitpun tentang hal ini. Akupun baru tahu waktu ada pertemuan orang tua murid di sekolah Aurel anakku dua tahun yang lalu. Acara dibawakan oleh Psikolog yang menjelaskan kenapa orang sekarang banyak yang mengalami penyimpangan seksual.

Semua bayi yang lahir, baik laki-laki maupun perempuan masih bersifat feminin. Pertumbuhan bayi laki-laki bisa normal menjadi maskulin saat merasakan pelukan dan ciuman dari ayahnya. Sosok ayah mempunyai peranan penting dalam pembentukan karakter anak. Bukan hanya tanggung jawab dalam hal materi saja, anak-anak membutuhkan cinta dan perhatian termasuk lewat pelukan dan ciuman.

Waktu aku berlibur ke Thailand 2 tahun yang lalu, tour leader menceritakan bahwa di Thailand sekitar 80% banci. Bahkan lebih mengerikan ada orang yang sudah menikah, baru tahu bahwa isterinya laki-laki yang operasi kelamin. Keprihatinanku inilah yang membuatku tergerak untuk sharing tentang hal ini, yang pastinya belum banyak orang ketahui.

Walaupun bukan penyebab utama, ada faktor lain yang bisa menjadi penyebab kelainan seperti itu. Bisa waktu ibu hamil kepingin anak perempuan, ternyata lahir laki-laki dan diperlakukan seperti perempuan. Demikian pula sebaliknya.

Tragisnya lagi bukan hanya di Thailand mengalami seperti itu, bahkan di seluruh dunia termasuk Indonesia makin banyak penyimpangan seksual. Semoga para calon orang tua dan yang sudah mempunyai anak, lebih memperhatikan tentang pentingnya pelukan,ciuman, perhatian dan waktu untuk anak. Ibarat kata walaupun usaha sukses sampai tak ada waktu untuk anak, nggak ada artinya. Pasti akan menyesal dan lebih sulit kalau anak sudah mengalami kelainan seperti itu.

Tidak ada kata terlambat, apalagi memeluk dan mencium bukan hal yang sulit dilakukan. Tetapi kenyatannya ada juga orang yang mengalami kesulitan untuk memeluk dan mencium, akibat luka batin penolakan atau pengabaian. Menurut pakar Parenting yang juga dosen dan penceramah, Hepi Andi Bastoni, ada 4 titik yang harus sering dicium orang tua terutama ayah kepada anak :

1. Ubun-ubun, hal ini perlu dilakukan sejak bayi karena ini adalah tempat Pre Frontal Cortex. Tempat penentuan keputusan benar dan salah.

2. Dahi, jika mencium dahi anak, sama dengan mengucapkan, “Ayah bangga padamu nak.”

3. Kedua pipi, ini sama dengan mengucapkan, “Ayah sayang padamu.”

4. Punggung tangan, ini tanda bahwa ayah menghargai anak.

Semoga para orang tua makin menyadari pentingnya pelukan dan ciuman untuk anak terutama ayah. Seringkali ayah terlalu sibuk sehingga merasa sudah cukup memberi nafkah saja. Dari tulisan pertamaku, semua masalah memang terjadi karena luka batin yang belum dipulihkan. Tetap semangat untuk benahi diri supaya melahirkan anak-anak dengan kepribadian yang tangguh.

The Power of Thinking💖

The Power of Forgiveness💖

Solo, 30 Oktober 2020
Wenny Kartika Sari
#Nubar
#Nulisbareng
#Level1
#BerkreasiLewatAksara
#menulismengabadikankebaikan
#week4day2
#RNB092NubarSumatera
#rumahmediagrup

0Shares

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan