Blog Umum RNB 3 (Rumedia Nubar Bla Batch 3) Tulisan Wenny Kartika Sari

Pentingnya Berdamai dengan Diri Sendiri (Oleh: Wenny Kartika Sari)

Sumber foto: dokumentasi pribadi edit by canva

Pernahkah kita mendengar istilah Perang Batin? Pasti sering ya hehe. Perang batin terjadi karena belum berdamainya dengan diri sendiri, luka batin masa lalu belum dipulihkan. Antara keinginan dan apa yang dilakukan berbeda, sehingga terjadi stres dan emosi. Apa yang tersimpan di masa lalu muncul di masa kini, karena mendengar orang berbicara yang menyentuh luka lama di batinnya. Ironisnya manusia pada umumnya tidak ada yang sudah berdamai dengan diri sendiri, lebih senang menghindari masalah yang justru membantu membongkar luka lama supaya cepat sembuh.

Sejak sering ikut pembinaan rohani tahun 1993, aku baru memahami dan mengalami kenapa hampir semua manusia di dunia ini belum bisa berdamai dengan diri sendiri. Masalahnya masih banyak yang belum tahu cara berdamai dengan diri sendiri, bahkan sudah tahu caranya pun, malas berproses karena sangat sulit dan membutuhkan waktu lama. Perlu ketekunan dan kesabaran supaya kita bisa berdamai dengan diri sendiri. Semua orang maunya instan dan cepat selesai, hanya sedikit yang mau berproses.

Cara instan memang gampang dan cepat, tapi nggak ada proses berdamai dengan diri sendiri dengan cara instan. Belum proses selanjutnya berdamai dengan orang lain dan peristiwa buruk bahkan Tuhan. Pernahkah bertanya kepada Tuhan di saat ada masalah berat “ Ya Tuhan, kenapa ini harus terjadi padaku?” Beda dengan cara Tuhan, cepat atau lambatnya tergantung kita sendiri mau atau tidak mengikuti proses berdamai dengan diri secara benar. Aku sendiri merasakan bagaimana setelah menjalani proses berdamai dengan diriku sendiri, aku mendapat Mukjizat di saat sudah tak berdaya hadapi masalah berat. Banyak rahmat luar biasa di luar jangkauan pikiranku.

Inilah caraku bisa berdamai dengan diri sendiri :

1. Meditasi imaginasi (sumber dari: Suster Natalia-pembimbing rohani Katolik), mengingat kembali luka-luka masa kecil (inner child) sampai masa dewasa dengan berdoa dan pengaturan napas. Roh Kudus menolong sehingga aku bisa mengingat luka dengan siapa yang belum bisa dimaafkan. Pertama yang paling penting memaafkan diri sendiri dulu.

2. Acceptance (sumber dari : mentorku pak Supriyatno), menerima hal-hal yang sulit diterima, baik perasaan yang muncul di hati maupun cara orang memperlakukan aku. Saat kesulitan menerima perasaan sendiri sampai tubuh bergetar, pakai cara…

3. Inner Child Healing (sumber sama dengan no.2 ), berbicara dengan masa kecil saat terluka. Kalau luka dalam kandungan dengan cara meditasi, mohon bimbingan Roh Kudus untuk berdamai dengan masa dalam kandungan.

Manfaat yang aku dapat setelah berdamai dengan diri sendiri:

1. Hidup lebih damai walaupun ada masalah
2. Tidak fokus pada masalah dan siapa yang salah
3. Langkah hidup lebih ringan
4. Selalu optimis
5. Kepekaan meningkat
6. Lebih mudah mendapat solusi saat ada masalah
7. Selalu bersyukur walaupun dalam badai
8. Berpikir positif
9. Mudah memaafkan orang lain
10. Rasa-rasa takut, jijik, marah dan emosi lain berkurang bahkan hilang
11. Percaya diri

Masih banyak kalau mau diteruskan manfaat berdamai dengan diri sendiri. Terutama seperti di foto walaupun tanpa persiapan aku berani tampil untuk kesaksian hari Sabtu tanggal 24 Oktober, bagaimana Kuasa Tuhan bekerja dalam hidupku. Sebelum berdamai dengan diri, 2 hari nggak bisa tidur karena disuruh kesaksian bisa sembuh dari Lupus sekitar tahun 2007. Saat itu aku persiapkan diri lama dengan membawa catatan dan buku. Apa yang terjadi setelah aku maju di depan banyak orang dengan jantung berdebar-debar? Aku bisa berbicara dengan sangat lancar bahkan tak sedetikpun melihat catatan yang sudah aku persiapkan. Luar biasa kan? Setelah kita mau berproses, baru akan tahu betapa pentingnya berdamai dengan diri sendiri.

Akhir kata, aku hanya bisa menghimbau dan men-support para pembaca untuk mulai dari sekarang berdamai dengan diri sendiri. Waktu Tuhan nggak ada yang tahu kapan kita kembali ke pangkuanNya. Banyak berita mengejutkan tentang kematian orang-orang masih muda bahkan masih kecil. Anggap saja hari ini hari terakhir kita di dunia ini, supaya tidak menunda-nunda lagi benahi diri. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat. Salam damai buat diri kita masing-masing.

The Power of Thinking💖

The Power of Forgiveness💖

Solo, 27 Oktober 2020
Wenny Kartika Sari
#Nubar
#Nulisbareng
#Level1
#BerkreasiLewatAksara
#menulismengabadikankebaikan
#week4day1
#RNB092NubarSumatera
#rumahmediagrup

0Shares

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan