ImaRi's Blog Inner Child Inspirasi dan Motivasi ala ImaRi Kelas Mengasuh Inner Child (MIC) Mindfulness Parenting Tulisan Ribka ImaRi (Owner)

Pausing Pikiran

Oleh: Ribka ImaRi

Salah satu ciri paling sederhana ketika Inner Childhl-ku sudah mendewasa adalah aku sudah bisa PAUSING PIKIRAN sewaktu membuka pintu depan rumah pada pukul 5 pagi dengan melihat keadaan kotor serta berantakan seperti ini.

Aslinya lebih parah lagi karena berasal dari cipratan tanah akibat semalam hujan angin.

Aku kerahkan PAUSING (JEDA SESAAT UNTUK TARIK & HEMBUSKAN NAPAS SAMPAI LEGA) supaya tidak memikirkan membereskan yang kotor dan berantakan. Alhamdulillah pikiran dewasaku sudah bisa mengendalikan gangguan OCD (Obsessive Compulsif Disorder) yang terobsesi semua segera bersih dan rapi.

Ini sangat sulit bagi ibu rumah tangga sepertiku. Yang sering punya pikiran badan di dapur, pikiran melayang ke teras depan. Namun aku segera PAUSING lagi agar bisa SADAR (MINDFUL) berada di dapur untuk FOKUS masak dulu demi Tyaga bisa sarapan tepat pukul 06.30. Supaya Tyaga bisa tepat waktu masuk kelas zoom untuk ujian PAS (Penilaian Akhir Semester).

Setelah semua urusan dapur selesai, jam 7 tadi barulah aku fokus membereskan lantai teras depan yang super berantakan. Kesemua aktivitas tadi pagi aku lakukan dengan kesadaran penuh untuk penuh sabar. Alhamdulillah tanpa bentakan ke anak dan tanpa menggerutu ke suami, tentunya.

Dua hal di atas, tanpa bentakan dan gerutu itu benar-benar kusyukuri sebab mencegah keributan di pagi hari. Meski ada sedikit cemberut karena aku masih menggenggam harapan suami mau turut serta membantu kerepotan di pagi hati.

Namun aku segera tersadar melepaskan harapan itu, ketika Jehan dengan polosnya mengatakan, “Banyak banget yang bunda kerjain, maafin Dede nggak bantuin, malah melongo aja.”

“Nggak apa-apa sayang, Dede bilang gitu saja Bunda sudah bersyukur. Itu tandanya Dede peduli sama Bunda. Terima kasih ya, Sayang. Kalau Mas mah lagi sibuk ngerjain ujian di zoom.”

Tak lama Jehan bertanya, “Kok Bunda cemberut?”

“O … oh, Bunda capek banget, Nak. Maafin Bunda, ya. Bunda nggak bermaksud cemberut. Nih Bunda senyum lagi. Sini Bunda peluk.”

Aku menerima keadaan suami yang tidak bisa membantu karena semalam suami habis bergadang sampai dini hari. Jadi sehabis subuhan, ia tidur lagi. Kesadaranku untuk menerima kenyataan ini membuatku jadi mengerahkan senyum lagi.

Aku TERIMA satu per satu perasaan dalam dada. Legaaaa rasanya karena aku tetap sadar penuh untuk penuh sabar. Sebab sangat penting untuk fokus mengukir suasana menyenangkan di pagi hari demi Inner Child positif buat anak. Daripada fokus menjadi ibu sempurna yang mampu mengerjakan semua rapi dan bersih, tiada tanding, tiada banding. Tapi ada hati yang terluka di dalam rumah.

Mau belajar ilmunya?
Yuk gabung kelas Mengasuh Inner Child (MIC) Batch 12 (13-20 Desember 2020)
Hubungi Mentor wa.me/6285217300183

Sokaraja, 3 Desember 2020
-Ribka ImaRi-
❤️Penulis 30 buku Antologi sejak Januari 2019. (Sebanyak 17 antologi sudah terbit, 12 NuBar di Rumedia)
❤️Depresi & Bipolar Survivor (2015-2018)
❤️Owner usaha cemilan ImaRi’s Corner (2017-2019)
❤️Mentor Kelas Seni Mengasuh Anak (SMA/2018-2019)
❤️Mentor Kelas Tantrum Anak (KTA/2018-2019)
❤️Mentor Kelas Mengasuh Inner Child (MIC/2019-2020)
❤️Mentor Kelas The Power of Sounding (TPS/2020)
❤️Mentor Kelas Healing Anak oleh Ibu (HAI/2020)
❤️Founder support grup wa ImaRi’s Corner Parenting (2020)
❤️Owner website binaan Rumah Media: ImaRi’s Corner Parenting (April 2020)
❤️imariscornerparenting/ribkaimari

0Shares

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan