Hari-Hari Bersama Duo ImaRi ImaRi's Blog Inspirasi dan Motivasi ala ImaRi Kelas The Power of Sounding (TPS) Tema Bebas Kategori Segar Tips dan Trik Mengasuh Anak Writing Challenge Rumedia (WCR)

Ibu Depresi Pun Dimampukan Allah Untuk Mendidik Anak Menjadi Mandiri

Oleh: Ribka ImaRi

Sungguh, aku sudah sembuh!

Dengan pertolongan Allah, medis dan terapis, ibu depresi pun mampu mendidik anak-anaknya menjadi anak yang baik, saleh saleha dan mandiri.

Ayok tetap semangat semua ibu! Kita berjuang bersamašŸ’Ŗ

Jam 02.43 wib, aku terbangun, mengecek ke kamar belakang. Tyaga (8,3 tahun) dan Jehan (5,10 tahun) sedang tertidur pulas. Takjub pada diriku sendiri yang sudah tidak pernah lagi menangisi Duo ImaRi-ku yang sedang tidur lelap. Bahkan dalam posisi tidurnya yang ajaib masing-masing.

Ini salah satu indikator aku sudah bebas dari depresi. Masyaallah … alhamdulillah. Karena dulu, sekitar 2,3,4 tahun lalu kalau terbangun pada tengah malam atau sepertiga malam, dalam kondisi sendirian tanpa suami karena masih LDR, sudah pasti aku menangis sesegukan sampai capek sendiri.

Dulu, aku menangisi kedua anakku sambil memandangi wajah-wajah polos Tyaga Jehan (TJ) dalam tidur lelapnya. Menangisi diriku sendiri karena merasa menjadi ibu yang gagal. Menangisi TJ karena kasihan selalu aku marahi dengan bengis padahal mereka adalah anak-anak yang sangat baik, cerdas, lucu, salih dan saliha.

Kini, tangisku dulu berganti syukur dan takjub. Atas pertolongan Allah saja yang memampukanku, seorang ibu depresi, mendidik anak-anak menjadi anak yang mandiri. Seperti yang pernah disaksikan sahabat KKN Novi Sartika sewaktu ia menginap di rumah kami setahun yang lalu.

Semudah itu TJ berdua pamit tidur ke kamarnya, tanpa ditemani bundanya dulu. Waktu itu masih ditemani ayah karena bunda di kamar depan bersama teman bunda. Setelah perjuangan sounding dan praktik selama satu tahun, kini benar-benar tanpa ditemani ayah dan bunda saat tidur siang dan malam.

Baca juga Inilah 10 Tips dan Trik Sounding, Bikin Anak Mudah Mengerti Tanpa Membuat Orangtua Emosi

***

Jika ingin belajar tentang Sounding, bisa hubungi Mentor Ribka ImaRi di whatsapp 0852173008183

***

Sekarang, setiap menjelang pukul 21 malam keduanya sudah rutin dan otomatis paham tugasnya masing-masing untuk bersiap tidur malam. Setelah salat isya, buang air kecil dan menyiapkan bekal minumnya, TJ berpamitan, “Bunda, Mas sama Dede mau bobo. Pelukan, Bun. Pelukannya di kasur, Bun.”

Baiklah, yuk peluk-peluk di kasur. Kemudian bunda memintakan maaf atas semua kesalahan yang ayah bunda lakukan seharian, “Maafin Ayah bunda ya masih ada salah. Ayau Bunda masih ada salah, nggak?”

“Nggak.” jawab Tyaga.

“Beneran, Bunda nggak ada salah hari ini?” tanya bunda lagi.

“Iya, nggak ada.” jawab Tyaga tegas.

“Iya, Bunda nggak ada salah kok. Bunda baik banget. De, sayang Bunda.” Jehan menimpali.

“Alhamdulillah kalau begitu. Tapi Bunda tetap minta maaf untuk semua yang sudah berlalu, dulu-dulu waktu Bunda masih sering ngamuk. Terima kasih ya Sayang, sudah memaafkan Ayah Bunda. Terima kasih sudah jadi anak yang baik seharian ini. Bismillah, kita baik-baik terus sampai besok, besok, besok dan seterusnya lagi. sampai Mas dan Dede dewasa nanti ya. Besok yang gampang kalau dibangunin untuk salat subuh ya. Yuk, baca doa tidur dulu. Selamat tidur nyenyak. I love you, Mas dan Dede. Assalamaulaikum.”

Alhamdulillah … sujud syukur, TJ sudah bisa pulas tidur sampai subuh tanpa iklan menyusul ke kamar depan seperti setahun lalu. Pun, tanpa iklan bolak-balik pipis dengan membangunkan kami. Kami orangtuanya, aku dan suami, yang tidur di kamar depan, sudah tidak lagi direpotkan menemani dan mengurus buang air kecil TJ saat ditengah malam.

Empat tahun lalu saat masih LDR, aku pernah mengamuk saat terbangun tengah malam karena sudah sangat lelah akibat sendirian mengurus keduanya yang masih kecil-kecil selama seharian. Kini, TJ sudah mandiri dan berani pergi ke kamar mandi meski tengah malam, asalkan lampu kamar mandi dalam keadaan menyala. Bahkan keduanya sudah rutin kompak bangun subuh tanpa di bangunkan lagi oleh ayah atau bunda. Lalu TJ bergantian mengambil air wudu tanpa kami capek mengingatkan lagi.

Semua bisa berjalan sesuai alur dan jadwalnya secara otomatis. MasyaAllah alhamdulillah berkah anugerah Allah, berkah memberi contoh nyata dan tak bosan-bosan tiada henti memberitahu secara terus menerus dengan teknik sounding tersebut.

Yakinlah, semua ibu juga pasti bisa! Apalagi ibu yang sehat jiwanya. Bukan ibu penyintas depresi genetik (keturunan) sepertiku.

Dengan ilmu pengetahuan dan perjuangan dengan penuh kesabaran, akan ada hasil nyata dari Allah saja.

Yuk, kita berjuang membaikšŸ’Ŗ

Sokaraja, 16 Juni 2020
-Ribka ImaRi-
Depresi & Bipolar Survivor (2015-2018)
Owner usaha cemilan ImaRi’s Corner (2017)
Mentor Kelas Seni Mengasuh Anak (SMALP-2018)
Mentor Kelas Tantrum Anak (KTA-2018)
Mentor Kelas Mengasuh Inner Child (MIC-2019)
Founder support grup ImaRi’s Corner Parenting (2020)
Owner website ImaRi’s Corner Parenting (2020)
imariscornerparenting/ribkaimari

0Shares

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan