Blog Umum Curahan Hati Pandemi Covid-19 RNB 3 (Rumedia Nubar Bla Batch 3) Tulisan Wenny Kartika Sari

Kesehatan adalah Harta Paling Berharga (Oleh: Wenny Kartika Sari)

Semua orang pasti pernah merasakan sakit, baik ringan maupun berat. Setelah merasakan sembuh, orang baru benar-benar merasakan kalau sehat adalah karunia terindah, terasa lega. Penyebab penyakit terbesar pada semua orang adalah karena beratnya beban pikiran yang membelenggu jiwa.

Sumber foto: meitu

Dengan stres apalagi berlebihan, asam lambung meningkat, daya tahan menurun, masuklah sumber penyakit bisa berupa virus/bakteri dan sel yang merusak tubuh. Aku sendiri sudah merasakan beratnya beban sakit-sakitan dari ringan sampai mau mati. Sejak kecil, aku sering sekali sakit flu, batuk, pilek dan demam sampai flu tulang.

Setiap libur sekolah, aku selalu sakit, tidak pernah absen. Sedih rasa hatiku waktu itu, aku tidak pernah senang menikmati masa liburan sekolah. Aku sungguh salut mempunyai mami yang luar biasa kuat dan sabar merawat aku saat sakit, maupun saat menghadapi musibah akibat kecerobohan orang lain.

Aku benar-benar belajar banyak menjadi seorang mami yang kuat dan tegar. Mulai SMA aku sudah lebih sehat daripada waktu kecil. Mengingat kenangan masa kecil, aku sangat bersyukur karena makin besar makin sehat.

Aku ceritakan ini, untuk memberi kesaksian bagaimana Tuhan selalu menolong dengan cara yang dahsyat dan ajaib, terutama bagi korban kecerobohan orang lain. Seperti saat kejadian salah obat atau verdosis. Apapun sakitnya dan apapun penyebabnya, kunci kesembuhan adalah mau menerima keadaan dan mau memaafkan orang yang menjadi penyebab musibah seperti yang aku ceritakan di The Power of Forgiveness.

Sejak mulai memperdalam spiritual, aku baru menyadari kenapa waktu kecil sering sakit-sakitan. Luka batin yang membuat jiwa terikat, sehingga pikiran negatif yang banyak tersimpan. Ketakutan, kemarahan, kekecewaan, kesedihan dan perasaan lain sampai berlarut-larut. Aku mulai menanamkan dalam pikiran, makin tua makin sehat.

Bukan seperti pada umumnya orang berkata, “Ya biasa faktor U.” Kata-kata inilah yang tertanam di pikiran banyak orang, makanya jadi sakit-sakitan makin bertambah usia. Di sini pentingnya The Power of Thinking.

Apa yang kita pikirkan, ya itulah yang terjadi. Sebaiknya mulai sekarang kita biasakan berpikir positif walaupun di tengah badai. Sudah aku alami penyakit terberat Lupus, penyakit kelainan darah yang sering disebut autoimun.

Penyakit ini termasuk mematikan dan waktu itu dokter berkata tidak ada obatnya. Risiko pendarahan yang menyebabkan kematian dan banyak hal mengerikan. Puji Tuhan dengan mengandalkan Kuasa Tuhan, aku tetap bisa sembuh walaupun secara medis sudah dikatakan dokter tidak mungkin sembuh, apalagi mempunyai anak.

Kisahku di atas bisa dibaca Bagaimana Lupus Bisa Sembuh di artikel pertama yang aku tulis di web Lupus Care RS Sardjito : Lupus Bisa Sembuh

Aku nggak ceritakan panjang lebar di sini, hanya memberi gambaran mau sakit separah apapun dibutuhkan KETENANGAN. Aku sering sharing tentang luka batin, refleksi batin, meditasi dan beberapa cara untuk penyembuhan luka batin, karena itulah kunci hidup sehat. Bayangkan kalau kita punya harta berlimpah, tetapi sakit-sakitan, apa artinya?

Mulai sekarang marilah kita usahakan semaksimal mungkin membersihkan hati dari sampah emosi. Kesehatan adalah harta paling berharga. Jangan sia-siakan waktu yang ada. Tetap semangat walaupun masa pandemi Covid-19, tetap tenang karena penyebab utama kematian bukan pada virus atau sel tetapi KETAKUTAN BERLEBIHAN.

Salam Sehat Sejahtera

The Power of Thinking

The Power of Forgiveness

Solo, 16 Oktober 2020

#Nubar
#Nulisbareng
#Level1
#BerkreasiLewatAksara
#menulismengabadikankebaikan
#week2day2
#RNB092NubarSumatera
#rumahmediagrup

0Shares

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan