Blog Umum Curahan Hati RNB 3 (Rumedia Nubar Bla Batch 3) Tulisan Wenny Kartika Sari

Kehilangan Mengajarkan Keikhlasan (Oleh: Wenny Kartika Sari)

Sumber foto: dokumentasi pribadi edit by meitu

Siapa yang nggak pernah kehilangan di dunia ini? Kehilangan sungguh sesuatu yang sulit pada awalnya, untuk bisa menerima dengan lapang dada.

Kehilangan ada beberapa macam :

1. Orang yang dicintai ( keluarga, pacar, sahabat )
2. Barang ( uang, sepatu, tas, baju )
3. Jabatan
4. Pekerjaan

Bagiku paling sulit adalah kehilangan orang yang dicintai, memang yang namanya kehilangan apapun itu walaupun sedikit, perlu waktu untuk bisa ikhlas menerimanya.

Pada bulan Desember tahun 2009, kakak kandungku perempuan meninggal mendadak. Puji Tuhan aku sudah punya firasat nggak baik sebelumnya, sehingga aku langsung ke Mojokerto tempat tinggalnya. Masih bisa bertemu di hari terakhirnya itu. Bagaikan tamparan keras di siang bolong menghadapi hal yang tak terduga ini. Orang yang aku cintai pergi selama-lamanya.

Hal yang paling menyedihkan karena meninggalkan tiga anak masih kecil-kecil. Pada saat hari kepergiannya itu, aku masih bisa tabah dan masih berharap ada mukjizat. Harapan tinggal harapan. Aku harus berjiwa besar menerima kenyataan pahit ini. Setelah dimakamkan baru aku merasakan kesedihan yang mendalam. Apalagi aku sangat dekat dengannya.

Selang beberapa waktu, aku divonis sakit autoimun lagi tipe APS ( Anti Phospolipid Syndrome). Darah cenderung menggumpal dan gejala sama dengan Lupus, trombosit selalu drop karena belum ikhlas menerima kenyataan. Menyadari keadaan ini, aku mulai move on. Mengingat kembali perjuanganku bisa sembuh dari Lupus, untuk tipe APS juga pasti bisa sembuh. Itu yang aku tanamkan dalam pikiranku.

Puji Tuhan apa yang aku pikirkan ya itulah yang terjadi. Aku kembali bisa sembuh dari autoimun jenis APS dalam waktu singkat, kurang lebih tiga bulan. Buat informasi juga untuk para pembaca, sakit autoimun nggak boleh stres sedikit pun. Stres memang pemicu penyakit terbesar prosentasenya.

Lima tahun kemudian bulan Agustus 2014 kembali aku kehilangan orang yang aku cintai, mami kandung. Kisahnya bisa dibaca di The Power Forgiveness. Selain kehilangan orang yang kucintai, pernah juga aku kehilangan uang lumayan besar karena penipuan. Tidak aku jelaskan panjang lebar di sini.

Aku bisa ikhlas saat mengalami kehilangan bermacam-macam, perlu waktu dan pastinya ada pergumulan di dalam batinku. Dengan tekun meditasi inilah yang memampukanku cepat move on dan ikhlas, daripada sakit. Akhirnya aku bisa hidup sehat walaupun kehilangan apapun. Bukan berarti suka kehilangan, tetapi aku lebih memilih Ikhlas.

Aku merasakan sendiri betapa luar biasanya hasil dari ujian kehilangan, bisa mengajarkan untuk ikhlas menerimanya. Aku menyadari bahwa keluarga, uang atau apapun, semua adalah TITIPAN TUHAN. Kalau kita mau merenungkan memang manusia aneh, ada titipan Tuhan yang diambil marah-marah, sedih dan nggak rela. Tetapi sudah turun temurun seperti itu karena berkaitan dengan luka batin yang membuat kepekaan hati dan kedekatan dengan Tuhan sangat kurang.

Marilah kita persiapkan diri menghadapi kehilangan yang tak bisa kita hindari. Dengan Tuhan mengijinkan kita mengalami ujian kehilangan, kita benar-benar bisa merasakan ikhlas. Membuat kita menjadi manusia yang berjiwa besar.

Terutama kita manfaatkan waktu sebaik-baiknya selagi bisa berkumpul dengan saudara dan menjalin relasi yang baik. Supaya tidak ada penyesalan saat tiba-tiba harus berpisah untuk selamanya. Selamat mempersiapkan diri untuk ujian kehilangan. Apalagi berita-berita bencana alam dan pertikaian yang tak pernah berakhir. Tetap semangat dan percaya Tuhan selalu menyertai langkah hidup kita.

The Power of Thinking 💖

The Power of Forgiveness💖

Solo, 7 November 2020
Wenny Kartika Sari
#Nubar
#Nulisbareng
#Level2
#BerkreasiLewatAksara
#menulismengabadikankebaikan
#week1day4
#RNB092NubarSumatera
#rumahmediagrup

0Shares

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan