Blog Umum RNB 3 (Rumedia Nubar Bla Batch 3) Tulisan Wenny Kartika Sari

Jangan Memandang Orang Lain dari Sudut Pandang Kita (Oleh: Wenny Kartika Sari)

Sumber foto: dokumentasi pribadi

Dalam kehidupan ini banyak sekali perbedaan. Baik dari segi suku, agama, budaya, hobi, dan masih banyak lagi. Bayangkan kalau di dunia ini sama semua, betapa monotonnya kehidupan ini. Terakhir ini, aku sering melihat video dari facebook sebagai tambahan inspirasi menulis.

Banyak orang memandang orang lain dari penampilan, pekerjaan atau kegiatan sehari-hari. Setiap orang mempunyai ukuran berbeda dalam menjalani kehidupan ini. Bahagiaku pasti berbeda dengan bahagianya. Ada yang mendapat uang 50 ribu saja sudah senang sekali, ada yang mendapat uang 500 ribu masih bersungut-sungut.

Jangan pernah melihat penampilan orang dari segi harta. Pengamatanku akhir-akhir ini banyak orang dengan gaya perlente tetapi semua itu tidak nyata, hanya untuk menarik orang (mencari pasangan). Bagi yang mencari pasangan jangan terjebak dengan harta, seringkali tertipu.

Setahuku, orang yang benar-benar kaya dari milik sendiri, lebih senang tampil sederhana. Tetapi semua itu tidak ada yang pasti, tergantung pribadi masing-masing. Dengan kita berdamai dengan diri sendiri, kita tidak akan mudah menghina dan memandang orang lain dari sudut pandang kita.

Dengan menghargai orang lain bagaimanapun keadaannya, kita selalu berpikir positif, karena setiap orang mempunyai alasan kenapa melakukan sesuatu yang tidak kita ketahui. Ada orang yang karena keadaan, terpojok harus melakukan sesuatu yang dipandang hina, misalnya pemulung.

Bulan Juni 2019, waktu aku berlibur ke Dieng, aku benar-benar salut dengan sekumpulan anak muda yang suka main motor trail. Mulanya aku kurang suka melihat orang main motor seperti itu. Apalagi kalau di jalan raya. Pertama berisik yang kedua kesannya bergaya di jalan raya cukup mengganggu walaupun tidak semua seperti itu.

Saat memanjat tebing Dieng, ya ampun ternyata sulit sekali. Tiba-tiba ada sekumpulan anak muda lewat naik motor trail dan anakku Aurel bersama saudara sepupunya dibonceng motor itu sampai tinggi walaupun hatiku juga berdebar karena terlihat ngeri. Turun juga masih dibonceng motor.

Betapa aku tertegun dan kagum, ternyata hobi mereka juga untuk membantu orang yang kesulitan memanjat tebing Dieng dan sampai mengantar turun. Bahkan gratis tidak meminta ongkos.

Aku sungguh tidak menyangka orang yang kesannya bandel malah mulia sekali dan hobi yang mereka lakukan membantu orang lain. Luar biasa sekali bagiku. Dari kejadian ini membuka mata hatiku bahwa kita tidak bisa memandang orang lain dari sudut pandang kita.

Itu salah satu contoh dari segi hobi. Pastinya kita semua pernah salah dalam memandang orang lain. Sebagai bahan pembelajaran kita untuk selalu menghargai apapun yang orang lain lakukan. Segala sesuatu ada manfaatnya, tergantung bagaimana pribadi orang tersebut.

The Power of Thinking💖

The Power of Forgiveness💖

Solo, 6 Desember 2020
Wenny Kartika Sari
#Nubar
#Nulisbareng
#Level3
#BerkreasiLewatAksara
#menulismengabadikankebaikan
#week1day6
#RNB092NubarSumatera
#rumahmediagrup

0Shares

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan