Hari-Hari Bersama Duo ImaRi ImaRi's Blog Inspirasi dan Motivasi ala ImaRi Tema Bebas Kategori Segar Writing Challenge Rumedia (WCR)

Masih Pandemi Corona, Idul Adha di Rumah Saja

Allaahu akbar Allaahu akbar Allaahu akbar, laa illaa haillallahuwaallaahuakbar Allaahu akbar walillaahil hamd,” suara takbir berkumandang. Tanda Hari Raya Qurban Idul Adha telah tiba.

Untuk semua Sahabat ImaRi’s, kuucapkan, “Selamat Hari Raya Idul Adha. Taqabbalallahu Minna wa minkum. Kullu am wa antum bikhair.” Artinya, “Semoga Allah SWT menerima ibadah kita dan kalian, dan setiap tahun kalian berada dalam kebaikan.” (https://www.google.co.id/amp/s/amp.kompas.com/travel/read/2020/07/31/070000427/selamat-hari-raya-idul-adha-10-ucapan-selamat-idul-adha-2020).

Sumber foto: Tribun News Maker.com

Idul Adha juga sering disebut dengan Hari Raya Qurban. Sejarah Idul Adha sendiri berkaitan dengan peristiwa kurban, yaitu ketika Nabi Ibrahim as bersedia mengorbankan putranya sendiri Ismail, untuk disembelih sebagai bentuk ketaatan beliau pada Allah Ta’ala.

Semoga kita semua bisa meneladani kesabaran dan keikhlasan dari peristiwa pengorbanan dan ketaatan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS di masa pandemi covid-19 ini.

Lama menimbang-nimbang … dalam diriku ada keinginan kuat sekali ingin bepergian jarak jauh. Aku sudah sangat ingin piknik sekeluarga. Apalagi sudah lama sekali tidak keluar kota. Terakhir keluar kota di bulan Agustus 2019 sewaktu acara kantor suami di Yogyakarta.

Rencana ke Malang di bulan April 2020 pun harus kandas karena pandemi. Terlebih rasa rindu pada kedua orangtuaku yang mau tidak mau harus kukendalikan untuk sementara waktu. Karea tidak mungkin nekat ke Jakarta dalam keadaan masih seperti ini.

Ada rasa kecewa. Namun karena aku sadar diri dengan keadaan pandemi, segera ACCEPTANCE RASA KECEWA, “MAU BAGAIMANA LAGI. KARENA KEADAAN PANDEMI BEGINI. YANG UTAMA DAN PALING PENTING SEMUA DALAM KEAADAAN SEHAT DAN SELAMAT.”

Alhamdulillah akhirnya aku dan suami bisa legowo sepakat mengatakan, “Setuju, tidak usah ke Sumedang dulu, nanti saja usai pandemi.”

Alhamdulillah hasil kesepakatan bersama suami seminggu lalu ada hikmahnya. Kami sepakat menunda keberangkatan kami ke Sumedang–rumah kakak pertama dari suamiku–untuk menyaksikan hewan qurbannya Jehan. Benar saja, kemarin suami membacakan berita online semakin bertambahnya yang positif covid-19 di beberapa daerah, termasuk di daerah kami, Sokaraja. Jadi kami semakin sepakat untuk Idul Adha di rumah saja.

Aku tahu, kedua anakku pasti sudah sangat berharap dan membayangkan perjalanan kami ke Sumedang. Pelan-pelan aku sounding ke Tyaga dan Jehan, “Nggak apa-apa ya Nak, kita nggak jadi ke rumah Bude Kiky. Nggap apa-apa ya, kita nggak bisa lihat sapi Dede disembelih. Pelan-pelan kita semua belajar menerima keadaan pandemi ini ya. Belajar ikhlas bersama. Ayah Bunda tahu ini momen pertama kalinya dalam hidup Dede. Namun demi kebaikan kita sekeluarga di Sokaraja–Purwokerto– Banyumas dan keluarga Mbah Mudi (pakliknya ayah) dan Bude Kiky (kakak pertamanya ayah) di Sumedang. Apalagi Bude lagi sakit struk. Karena kita tidak pernah tahu siapa yang menjadi OTG (Orang Tanpa Gejala). Pun, ayah bunda tidak mau coba-coba untuk nyawa dua anak yang merupakan amanah dari Allah. Manusia hanya berikhtiar, Allah yang menentukan. Namun kita tetap berkewajiban untuk tidak konyol di saat masih genting pandemi.”

Panjang dan lebar aku bersama suami memberi pengertian dan pemahaman untuk Tyaga dan Jehan. Alhamdulillah keduanya bisa mengerti dan paham. Sampai akhirnya bisa tidak rewel lagi bilang, “De, pingin lihat sapinya.”

Semoga kita semua bisa menerima dengan ikhlas semua ketetapan Allah SWT dan tetap berprasangka baik akan ada hikmah dibalik ketaatan. Seperti Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail yang taat Allah Ta’ala.

Sambil terus berdoa, semoga tahun depan bisa dipertemukan lagi dengan Idul Adha dalam keadaan sehat semua dan dimampukan Allah untuk kembali berqurban. Aamiin ya rabbal al’amin.

Sokaraja, 31 Juli 2020
-Ribka ImaRi-
❤️Penulis 22 buku Antologi (16 telah terbit, 6 masih menunggu proses).
❤️Depresi & Bipolar Survivor (2015-2018)
❤️Owner usaha cemilan ImaRi’s Corner (2017)
❤️Mentor Kelas Seni Mengasuh Anak (SMALP-2018)
❤️Mentor Kelas Tantrum Anak (KTA-2018)
❤️Mentor Kelas Mengasuh Inner Child (MIC-2019)
❤️Founder support grup wa ImaRi’s Corner Parenting (2020)
❤️Owner website ImaRi’s Corner Parenting (2020)
❤️imariscornerparenting/ribkaimari

0Shares

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan