Curahan Hati Inspirasi dan Motivasi ala ImaRi Mental Illness Mindfulness Parenting Self Love Tulisan Ribka ImaRi (Owner) Writing For Healing

Ho’oponopono: Tersenyumlah Hai Jiwaku Masa Kecil (Inner Child) dan Tenanglah, Ada Aku di Sini Memelukmu!

Oleh: Ribka ImaRi

Semangat pagi Sahabat ImaRi’s!

“Sudahkah tersenyum untuk diri sendiri pagi ini?”

Sumber foto: dokumentasi pribadi edit by canva

Aku sudah dong, tersenyum untuk diri sendiri. Tadi, ketika teringat pelajaran MINDUFLNESS FOR SELF LOVE, yaitu MENYADARI UNTUK BELAJAR MENCINTAI DIRI SENDIRI DENGAN TEKNIK HO’OPONOPONO

Aku jadi sadar belajar tersenyum dan memeluk diri sendiri.

Sumber foto: dokumentasi pribadi, foto Tyaga, anak pertama, sedang belajar memeluk diri sendiri sejak kecil.

Sudah selama empat tahun, sejak Lebaran 2017, aku berlatih memeluk diri sendiri seperti foto Tyaga di atas. Akhirnya teknik ini juga kuajarkan pada Tyaga dan Jehan (TJ), kedua anakku yang kini berusia 9 tahun 8 bulan dan 7 tahun 3 bulan. Supaya sejak kecil terbiasa memeluk diri sendiri, meski sekarang masih selalu dipeluk ayah bunda. Namun teknik ini untuk mengantisipasi suatu saat, TJ membesar, manakala nanti tak ada seorang pun yang mememeluk, jadi tidak kaget lagi karena sudah terbiasa memeluk diri sendiri.

Aku benar-benar perhatian pada praktik teknik tersenyum dan memeluk diri. Sebab selama ini, hanya sering membaca seruan untuk para ibu, “Belajar mencintai diri sendiri!” Akan tetapi banyak ibu, termasuk aku, masih bingung bagaimana caranya. Ya, walaupun punya suami yang memenuhi segala kebutuhanku dan anak-anak, tetap saja aku masih sering sedih-sedih sendiri dan masih sulit mencintai diri sendiri dulu.

Sampai akhirnya, menemukan caranya setelah belajar teknik Ho’oponopono, sekarang aku sudah bisa fasih memperlakukan diri sendiri seperti ini di depan cermin:

“Selamat pagiiii Ribkaaaaa”
“Love U Ribkaaaa”
“Yuk, senyum dan peluk Ribka yang hebat dan kuat”🤩🤩

Dulu, kaku sekali ketika menyapa diri sendiri. Namun, aku berjuang terus mengucapkan tiga kalimat di atas secara rutin kuucapkan di depan cermin sebangun tidur dan sebelum mandi. Lalu sepanjang hari ketika melintas di depan cermin. Kemudian malam hari menjelang tidur malam, aku latihan terus, lagi dan lagi di depan cermin bak sedang bersandiwara pada awalnya. Sampai pada akhirnya aku benar-benar merasa nyaman.

Kukembangkan senyum terbaik untuk diri sendiri meski sedang ada banyak masalah. Terutama masalah dengan suami sebagai sandaran hati yang sering meruntuhkan mood-ku hanya dengan satu kali bentakan darinya, dulu. (Alhamdulillah sekarang sudah tidak pernah lagi.)

Akan tetapi, karena sudah memahami ini adalah akar Inner Child (IC) suami dan aku. sebenarnya, suamiku baik banget, hanya sedang naik nada sedikit. Namun karena jiwa masa kecilku (IC) yang pernah rapuh, pernah menjadi sangat tidak suka dibentak karena bapakku selalu membentak di IC-ku kecil sampai dewasa. Pun hampir selalu melihat bapak cemberut, sering tanpa kusadari, membuat aku cemberut di depan suami dan anak-anak.

Jadi, aku sering berkaca untuk Mengasuh Inner Child-ku yang sering cemberut. Melihat seperti apa mimik wajahku sejak bangun tidur pagi sampai sebelum tidur malam. Aku, Ribka dewasa, menyempatkan diri melakukan terapi senyum untuk diri sendiri. Agar Ribka dewasa bisa menemani Ribka kecil saat sedang cemberut sendirian. Bahkan sering menangis sendirian.

Tersenyumlah Hai Jiwaku Masa Kecil (Inner Child) dan Tenanglah, Ada Aku di Sini Memelukmu!

Yuk, belajar Mengasuh Inner Child di kelas MIC Batch 24 di bulan Desember 2021

Hubungi Mentor Ribka ImaRi

Cara yang sama yang sudah sangat rutin aku lakukan sekitar dua tahun terakhir. Rekam jejaknya seperti tulisan ini yang aku unggah pada momen bulan puasa 2021.

20 April 2021

Selepas mengurus sahur suami dan TJ (Tyaga dan Jehan), aku memang tidur lagi karena mengantuk berat akibat semalam hanya tidur selama 2,5 jam dari pukul 23.30-02.00 WIB.

Sebangun tidur pukul 7 pagi, dengan wajah polos sehabis cuci muka, pagi ini aku bercermin, mengamati setiap mili meter wajah sendiri. Kegiatan yang mulai aku lakukan sejak Lebaran 2017, setelah tahu teknik Ho’oponopono dari seorang sahabat bernama dr. Joko Adi Pamungkas.

Sebuah teknik self healing untuk menyembuhkan luka batin dan menjaga kesehatan mental yang berasal Hawaai Kuno. Teknik ini dipopulerkan oleh dari dr. Ihaleakala Hew Len yang bekerja di Rumah Sakit Negara Bagian Hawaai. Beliau menyembuhkan banyak penjahat yang gila dan berbahaya tanpa bertemu. Hanya dengan melakukan penyembuhan jarak jauh. Dengan mengucapkan kata-kata positif untuk dirinya sendiri I’m Sorry, Please Forgive Me, I Thank You, I Love You.

Segera aku praktikkan teknik ini dengan SKST (Semangat, Konsisten, Sabar, Telaten) untuk diriku sendiri. Hasilnya demikian dasyat!

Aku pun tersenyum di depan kamera HP tanpa beauty camera. Aku ingin memandanginya sebagai diriku apa adanya tanpa editan yang masih terlihat jelas bercak hitam bekas jerawat.

Sumber foto: dokumentasi pribadi, foto pada 20 April 2021.

Padahal dulu, tahun 2017 masih seperti di bawah inilah wajahku yang sering menangis sendirian. Emosi sedih, cemberut, bermuram durja, marah, kesal, sebal, dan segala emosi lainnya. Karena Ribka kecil dengan IC yang sering sedih sendirian, jadi sering menangis sendirian.

Sumber foto: dokumentasi pribadi (ketika masih depresi)

Namun, sering bercermin dan berlatih tersenyum juga memeluk diri sendiri justru membuatku semakin MENYADARI (MINDFULNESS) untuk selalu bersyukur pada Tuhan yang telah mencipta sedemikian uniknya. Kini aku tak lagi menggerutui bentuk wajahku yang aneh terutama bentuk hidung dan gigi. Ribka kecil dengan Inner Child, jiwa masa kecil yang pernah sangat minderan, memilih tidak lagi meratapi diri tetapi menggantinya dengan berjuang terus menerima diri apa adanya. Hasil semua teknik ini, hatiku terus terasa lebih damai meski kadang lelah sangat, membuat kerut di tengah alis nyata kembali, ketika aku melintas di depan cermin, lagi-lagi aku tersenyum pada diriku sendiri. Hasilnya, pada 2021, kerut nyata di tengah, di antraa dua alis, jadi lama-lama samar seiring wajah bahagiaku.

Aku katakan dengan teknik Ho’oponopono seperti di bawah ini:

❤️Aku MENYESAL (I’m Sorry), telah membuatmu kurang tidur, Ribka. Sejak dulu, aku sering membuat tubuhmu jadi sering menderita sejak kecil. Kurang makan, kurang istirahat, kurang perawatan. Maka wajar jika kini kamu lelah.
❤️Mohon MAAFKAN (Please Forgive Me), aku yang pernah berlaku sangat keras padamu, tubuhku.
❤️TERIMA KASIH (I Thank You), Ribka yang sekarang sudah selalu semangat berjuang memilih selalu tersenyum bahkan tertawa lebar untuk diri sendiri meski kurang tidur dan matamu mengantuk berat. Pun, di saat menghadapi masalah yang sangat berat.
❤️Aku MENCINTAI (I Love You), mengasihi, menyayangimu, Ribka. Meski mungkin tak seorangpun mencintamu. Ada diriku sendiri yang sudah mampu mencintai diriku sendiri.

Terima kasih Ribka, kamu sudah memilih selalu hadir SADAR PENUH untuk selalu PENUH SABAR mendampingi hari-harimu yang dulu pernah sangat berat bagimu sebagai penyintas depresi dan bipolar yang mudah MOOD SWING apalagi ketika menstruasi seperti saat ini.

Aku sayang kamu Ribka, terus berjuang membaik ya. Kita sama-sama berjuang. Alhamdulillah sekarang sudah tak pernah sakit lagi saat menstruasi. Kamu hebat sudah merawat tubuhmu tetap sehat. Terima kasih Ribka. Aku meyayangimu.

Ttd, Diriku
Sokaraja, 20 April 2021

Diperbaharui 13 Agustus 2021

Diperbaharui 23 November 2021

-Ribka ImaRi-
❤️Penulis 45 buku Antologi sejak Januari 2019 (Sebanyak 35 antologi sudah terbit, 26 dari Penerbit Rumedia, 8 dari Wonderland Publisher dan 1 dari Aksana Publisher)
❤️Depresi & Bipolar Survivor (2015-2018)
❤️Owner usaha cemilan ImaRi’s Corner (2017-2019)
❤️Mentor Kelas Seni Mengasuh Anak (SMA/2018-2019)
❤️Mentor Kelas Tantrum Anak (KTA/2018-2019)
❤️Mentor Kelas Mengasuh Inner Child (MIC/Desember 2019-Sekarang)
❤️Mentor Kelas The Power of Sounding (TPS/2020-Sekarang)
❤️Mentor Kelas Healing Anak oleh Ibu (HAI/2020-Sekarang)
❤️Mentor Kelas Be Mindfulness Wife (BMW/Mei 2021-Sekarang)
❤️Founder support grup wa ImaRi’s Corner Parenting (Desember 2019-sekarang)
❤️Owner website binaan Rumah Media: ImaRi’s Corner Parenting (April 2020-sekarang)
❤️imariscornerparenting/ribkaimari

0Shares

Anda mungkin juga suka...

4 Komentar

  1. Masya Allah mbak Ribka… Terharu akuuuuu…
    Aku juga lagi belajar self love. Betapa selama ini aku sibuk mencintai jiwa lain, tapi lupa untuk mencintai diri sendiri. I love mbak Ribka.
    I love you diriku 😍

  2. Ya Allah Mba, semoga selalu kuat ya. Allah Al-Qawiyy kuatnya Mba dan buat Mba selalu bisa sabar menerima segala cobaan dari-Nya. Peluk online Mbaa. Bismillah.

  3. Hani menulis:

    Pengetahuan baru nih buatku. Mulai besok mau latihan memeluk diri sendiri dan membayangkan diriku mencintai diriku sendiri. Akan kuajarkan juga ke anak-anak di rumah. Supaya mereka lebih kuat dan bahagia. Makasih yaaa

  4. Nah aku juga kadang suka malu ngomong sama diri sendiri. Asa gimanaaa gitu aneh nyapa diri sendiri. Padahal itu salah satu langkah penting menjaga kesehatan mental ya mba. Baiklaaah aku akan coba melakukannya juga deh. Semoga jiwa kita tetap sehat, bahagia selamanya . Aminnnn.

Tinggalkan Balasan