ImaRi's Blog Inner Child Inspirasi dan Motivasi ala ImaRi Mental Illness

Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia

Oleh: Ribka ImaRi

HARI PENCEGAHAN BUNUH DIRI SEDUNIA AKIBAT LUKA BATIN INNER CHILD

“Kurang syukur!”
“Kurang iman!”
“Kurang ibadah!”

Tidak sesederhana PENGHAKIMAN di atas! Mereka yang menghakimi di masa kini, tidak pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi di tahun 1993. Pada masa 27 tahun lalu, aku yang bernama lengkap Ribka Triwahyu Listiyaningsih adalah seorang gadis remaja berusia 13 tahun yang berjuang sekuat tenaga MENAHAN DORONGAN KUAT ATAS PIKIRAN UNTUK BUNUH DIRI dengan menceburkan diri ke sungai setiap kali terngiang omelan bapak setiap hari yang selalu bilang bagai setiap detik, “LU BUKAN ANAK GUA. LU ANAK SETAN!”

Sumpah serapah di atas ikut melintas di saat aku melintas di atas jembatan menuju sekolahku sejak SD, SMP dan SMU. Karena pasti melewati jembatan itu untuk menunggu angkutan umum. Membuat perasaan terpuruk mendalam dan merasa tidak berharga dalam diri seorang gadis remaja yang mencari jati diri yang seharusnya di dapat dari sosok bapak dengan peluk cium.

Kini aku berdiri di atas jembatan ini di bulan Agustus 2020, 27 tahun kemudian di usiaku yang menjelang 40 tahun, Tuhan beri kesehatan jiwa raga luar biasa. Sudah bisa tidak ada sedikit pun sensasi terpicu percobaan bunuh diri dengan menceburkan diri ke sungai besar seperti ini. Aku sudah bisa tegar berdiri tanpa rasa serangan panik akibat takut tiba-tiba tercebur, seperti yang kurasakan sewaktu usia SD.

Sumber foto : dokumentasi pribadi

Padahal selama 27 tahun, ribuan kali dorongan itu nyata, hadir saat depresi karena luka batin Inner Child (masa kecil) akibat PENOLAKAN bapakku. Bersyukur Tuhan selalu menjagaku hingga tetap hidup sampai pagi ini. Menghirup udara segar di pagi hari seraya mengucap syukur karena kini jiwa masa kecilku sudah mendewasa.

Sejak aku bisa lancar menyetir di akhir tahun 2007, pernah ratusan kali berkelebat dorongan kuat ingin menabrakkan diri ke truk yang ada di depan mobil yang kukendarai. Apalagi sejak menikah di tahun 2010, ketika aku putus asa atas hubunganku dengan suami, bapak, mama, ipar dan tetangga yang sedang ruwet dan semakin ruwet ketika salah satu dari kedua anakku sedang tantrum di dalam mobil yang sedang melaju. Aku bersyukur Tuhan benar-benar menjagaku dan kedua anakku.

Sumber foto: dokumentasi pribadi

Kini, alhamdulillah aku benar-benar sudah bisa stabil emosi sehingga sama sekali tidak terpicu dasyat seperti dulu ketika menghadapi kejadian apapun. Bahkan saat beberapa ibu menghubungiku dan mengabarkan sedang muncul rasa ingin bunuh diri, seperti isi chat whatsapp di bawah ini.

Sumber foto: dokumentasi pribadi

Sahabat ImaRi’s, aku paham sekali rasa dorongan kuat untuk bunuh diri. Namun Tuhan tetap memberiku hidup. Aku percaya itu semua Rahasia Tuhan. Sehingga bisa berempati dan mendampingi mereka yang berniat bunuh diri akibat masalah dalam rumah tangga dengan suami, anak, orangtua, mertua, saudara ipar atau bahkan tetangga yang terkadang sangat sepele. Jika bagi mereka yang MENGHAKIMI ini semua sepele, tapi tidak bagi kami penyintas DEPRESI AKIBAT LUKA INNER CHILD.

Perlu digali lagi mendalam tentang penyebab depresi yang tidak semudah mengucap stigma masyarakat selama ini.

Penyebab Depresi

Depresi lebih sering dialami oleh orang dewasa, dan penyebabnya diduga berhubungan dengan faktor genetik, hormon, dan zat kimia di otak. Beberapa faktor pemicu terjadinya depresi, di antaranya:

  1. Mengalami peristiwa traumatis
  2. Memiliki penyakit kronis atau serius
  3. Mengonsumsi jenis obat tertentu
  4. Memiliki riwayat gangguan mental lainnya

(https://www.alodokter.com/depresi)

Setidaknya ada tiga penyebab padaku.

Pertama, bisa karena cidera otak akibat jatuh, ini yang aku belum tahu ceritanya. Namun yang pasti aku mengalami beberapa peristiwa traumatis di saat kecil hingga dewasa. Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) verbal dan psikis yang dilakukan bapakku selama tinggal serumah sebelum menikah (1980-2010) , kematian mas kandung yang sakit keras di usiaku yang masih SD (1992), pernikahanku yang traumatis tanpa kehadiran bapak kandung (2010), kecelakaan yang hampir merenggut nyawa suamiku (2011), proses melahirkan kedua anakku (2012 & 2014) yang juga traumatis, sampai proses kepindahan rumah yang juga traumatis (2016). Semua itu mengendap di otakku tanpa bisa kuungkap perasaan yang menekan jiwaku yang sudah sakit sedari ribka kecil.

Kedua, aku yang pernah memiliki penyakit kronis bernama kista endometriosis selama 17 tahun (1994-2011) membuatku ingin mengakhiri hidup saja saat serangan nyeri itu hadir tiba-tiba tiada ampun selama belasan jam. Bukan karena tidak punya iman, terserah saja jika ada yang melabeli aku kurang iman. Biarkan! Namun Tuhan Maha Tahu seperti apa sakitnya. Sakit yang benar-benar tak tertahankan.

Ketiga, dengan memiliki seorang bapak yang mempunyai gangguan mental yang hampir setiap detik marah-marah, akhirnya aku pun memiliki riwayat gangguan mental berupa depresi dan bipolar yang menurun dari bapakku.

Kini, atas perkenan-Nya aku bisa sehat jiwa dan raga setelah menempuhi banyak proses kesembuhan selama empat tahun penuh. Salah satunya melalui Melalui pertolongan Tuhan dari pembelajaran MINDFULNESS PARENTING (MENGASUH INNER CHILD DIRIKU LEBIH DULU). Akhirnya aku bisa berada di sini untuk memberi dukungan bagi banyak jiwa yang terluka.

Sumber foto: dokumentasi pribadi pada pengunduhan twibbonize.com/ssu2020

***

Ajakan kuperoleh dari sahabat di facebook bernama Mbak Febria Rike Erliana dengan postingan seperti berikut ini https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10221474777956923&id=1175094805

Kadang kita ragu untuk menyelamatkan seseorang dari ide atau percobaan bunuh diri. Apakah karena ketidakpercayaan diri kita terhadap ilmu dan kemampuan yang kita miliki? Padahal, orang dalam kondisi depresi seringkali tidak membutuhkan solusi kongkret. Mereka hanya perlu didampingi, didengarkan dan dipahami.
Pahlawan tidak harus serba bisa.

Everyone can be a hero.
Everyone can save lives.

Mari sebarkan kampanye pencegahan bunuh diri dengan memasang foto Anda menggunakan twibbonize.com/ssu2020. Mulai malam ini, Kamis 10 September 2020 pukul 00.00-24.00 sebagai #HariPencegahanBunuhDiriSedunia . Mention atau tag instagram @sbysuicideupdate , @iaspinfo , dan @thepsychegram .
Tambahkan #worldsuicidepreventionday2020

#surabayasuicideprevention2020 .

Salam sehat mental!

Sokaraja, 10 September 2020
-Ribka ImaRi-
❤️Penulis 26 buku Antologi (Selama Januari 2019-Juli 2020. Sebanyak 16 antologi sudah terbit dan 10 antologi lagi sedang proses cetak)
❤️Depresi & Bipolar Survivor (2015-2018)
❤️Owner usaha cemilan ImaRi’s Corner (2017-2019)
❤️Mentor Kelas Seni Mengasuh Anak (SMA/2018-2019)
❤️Mentor Kelas Tantrum Anak (KTA/2018-2019)
❤️Mentor Kelas Mengasuh Inner Child (MIC/2019-202p)
❤️Founder support grup wa ImaRi’s Corner Parenting (2020)
❤️Owner website ImaRi’s Corner Parenting (2020)
❤️imariscornerparenting/ribkaimari

0Shares

Anda mungkin juga suka...

3 Komentar

  1. etinurhayati206 says:

    Keren banget, Say

  2. Ribka ImaRi says:

    MasyaAllah alhamdulillah terima kasih bunda Eti🙏

  3. Anonim says:

    Alhamdulillah Allah masih jaga kita…

Tinggalkan Balasan