Artikel Curahan Hati Motivasi dan Inspirasi

Fenomena Gunung Es dan Ibu Depresi

Fenomena Gunung Es dan Ibu Depresi

Sumber foto : http://detektif-fisika-doni.blogspot.com/2014/05/apa-itu-fenomena-gunung-es.html?m=1 dan screen shoot inbox messenger penulis.

Menurut World Health Organization, depresi yang terjadi pasca kehamilan atau disebut sebagai Postpartum Depression adalah masalah umum yang mempengaruhi sekitar 13 persen perempuan di dunia. (KumparanMOM. 2017. 3 Tingkatan Depresi pada Ibu Pasca Melahirkan. https://kumparan.com/kumparanmom/3-tingkatan-depresi-pada-ibu-pasca-melahirkan. Diakses 13 November 2019).

Riset Kesehatan Dasar Kemenkes 2018 mencatat, angka prevalensi depresi di Indonesia untuk kelompok usia lebih dari 15 tahun sebesar 6,1 persen atau 11.315.500 orang dan Jawa Barat 2.310.000 orang. (Susanti, Reni. 2019. 90 Persen Kasus Bunuh Diri Akibat Depresi, Pahami Ciri-cirinya. https://bandung.kompas.com/read/2019/10/14/12522321/90-persen-kasus-bunuh-diri-akibat-depresi-pahami-ciri-cirinya?page=all. Diakses 13 November 2019).

Sebenarnya di lingkungan kita terdekat ada banyak kasus ibu depresi. Hanya saja tidak tampak dipermukaan. Layaknya seperti fenomena gunung es.

Dalam arti kiasan, fenomena gunung es diartikan sebagai jauh lebih banyaknya data yang tidak diketahui dibandingkan dengan data yang diketahui. ( Yudono, Doni Aris. 2014. Detektif Fisika. Apa Itu Fenomena Gunung Es? http://detektif-fisika-doni.blogspot.com/2014/05/apa-itu-fenomena-gunung-es.html?m=1. Diakses 11 November 2019).

Berdasarkan informasi teman terdekat–bukan kabar burung semata– sewaktu aku menjadi wali murid di TK-nya anak pertamaku, Tyaga. Pada tahun 2016, aku pernah menjadi bahan pembincangan ibu-ibu yang kasak kusuk karena status di Facebook-ku yang kontroversial.

Curhat terus di FB.” Demikian beberapa komentar yang masuk di kolom komentar di dunia maya (FB) maupun seloroh langsung di dunia nyata.

Tapi saat itu, aku terus semangat untuk luruskan niat bahwa menulis untuk menyembuhkan luka batin diriku sendiri.

Lalu yakin itu semua atas seizin Allah. Jika sepertinya hanya aku yang terlihat muncul, layaknya pucuk gunung es di permukaan, karena berani dan jujur mengakui bahwa AKU DEPRESI.

Padahal, pasti ada banyak yang tetap berada di bawah permukaan akibat banyak faktor penyebab. Diantaranya, belum sadar kalau dirinya mengalami depresi atau sudah sadar tetapi masih menyangkali diri bahwa dirinya mengidap depresi atau sudah sadar tetapi malu dengan stigma masyarakat (kurang syukur, kurang iman dan kurang ibadah).

Hingga akhirnya ada lebih dari sepuluh ibu sesama wali murid tersadar– sudah pernah curhat padaku– mengalami depresi. Lalu bertanya informasi tentang psikolog dan psikiater seperti yang ada di screen shoot pada foto.

Kalian yang sudah berani bertanya adalah IBU HEBAT. Aku ikut bangga dan bersyukur alhamdulillah. Lega … itu tandanya teman kedua anakku, Tyaga atau Jehan, diberi jalan dari Allah. Supaya bisa terselamatkan dari pelampiasan amarah ibunya. Seperti yang aku lakukan beberapa tahun lalu saat masih depresi parah.

Semoga akan semakin banyak yang berani muncul ke permukaan untuk mencari pertolongan bagi jiwanya yang terluka.

Sokaraja, 13 November 2019.

Rumahmediagroup/ribkaimari

0Shares

Anda mungkin juga suka...

9 Komentar

  1. Aamiin yra …. 💟💟

  2. Amin, semoga semakin banyak orang yang terbantu ya mbak….

  3. Ribka ImaRi says:

    Aamiin..terimakasih banyak doanya Mbak Dewi🙏🏻

  4. Ribka ImaRi says:

    Terimakasih doanya Tetehku😘😘

  5. 🙏💟💟

  6. Keep inspiring, Mbak 😍

  7. Ribka ImaRi says:

    Bismilllah terus Mba….terimakasih supportnya

  8. nitaali says:

    love love buat mbk

  9. Ribka ImaRi says:

    Terimakasih mbak Nitaali😍

Tinggalkan Balasan