Curahan Hati Latihan Menulis Komunitas Motivasi dan Inspirasi

Ekspresi Meluapkan Emosi Ternyata Menghasilkan Kreasi

Ekspresi Meluapkan Emosi Ternyata Menghasilkan Kreasi

Tema : Berkreasi Lewat Aksara

Oleh : Ribka ImaRi

Bermula di tahun 2015, “Tante Ribka kenapa lagi tuh sama tetangga depan?” Aku mendengar kasak kusuk itu dari salah satu tetangga dekatku.

“Kulihat dirimu sering posting kegiatan-kegiatanmu dari melek mata sampai merem dan melek lagi. Susah payah dan capek kamu mengurus semuanya. Sendiri pula.” Berbaris kalimat yang aku merasa itu bentuk penghakiman. Dikirim ke inbox FB (Facebook)-ku oleh mantan teman sekantor. Setelah aku sering menulis kegiatan sehari-hari.

“Lagi galau ya, Mbak? Curhat di FB?” tanya ibu muda itu seperti mengejek.

“Jadi penulis FB. Ahli parenting.” seloroh orang yang kukenal di depan mata.

Sejujurnya, kala itu aku yang masih dalam kondisi depresi, mendengar pertanyaan dan pernyataan seperti di atas membuatku bukan saja sensitif (baperan) tapi sudah sampai meradang.

Seingatku, komentar-komentar di atas berakhir di tahun 2018. Ketika itu aku tetap keras kepala untuk tetap menulis semua perasaanku di dinding FB. Aku tak peduli lagi atas label yang mereka berikan padaku.

Bahkan jika itu membuat mereka menghakimiku. Peduli amat, pikirku. Aku biarkan orang mau komentar apa saja. Itu urusan mereka. Sementara bagiku yang terpenting adalah meluruskan niatku untuk berekspresi meluapkan emosi diri sendiri sampai lega.

Tetapi lama kelamaan aku mulai tersadar untuk mulai belajar menuliskan emosi dalam balutan aksara yang santun dan enak dibaca. Diakhiri dengan paragraf penutup yang berisi pesan perbaikan diri.

Tak disangka, ternyata tulisanku yang penuh ekspresi berisi emosi mulai dari bahagia, sedih, marah, benci, kecewa, kesal dan lain-lain itu merupakan terapi writing to healing. Bahwa menulis itu menyembuhkan. Hal ini baru kuketahui dari mentorku. Saat aku mulai intens mengikuti kelas-kelas beliau yang kumulai pada kelas Mindfulness Parenting di pada bulan Agustus 2016.

Sejak saat itu aku semakin aktif menulis. Menuliskan apa saja. Terutama menulis hal yang bermanfaat bagi sesama ibu yang juga mengalami kesulitan mengendalikan emosi sepertiku. Aku semakin giat menuliskan dan membagikan progress perbaikan penyakit depresi dan bipolarku. Dengan cara, tulisanku di FB aku setting publik semua. Agar ibu lain yang tidak berteman pun bisa membacanya. Tak disangka, ada banyak pesan pribadi masuk yang mengabarkan banyak ibu yang juga sedang berjuang dengan emosinya. Menjadikanku semakin gila menulis dengan lugas dan tajam tanpa ada yang kututupi lagi.

Seiring berjalannya waktu aku mulai membaik dari depresi. Lalu, ketika sudah beberapa lama mengenal Mbak Emmy sebagai penulis yang juga Manager Area dari Nubar Area Sumatera, merupakan teman di pelatihan Mindfulness Parenting online sejak akhir Agustus 2016.

Lalu aku mulai memberanikan diri berkreasi lewat aksara dengan cara mengikut event menulis yang diadakan Nubar Sumatera di akhir Desember 2018. Alhamdulillah Allah Maha Baik mengijabah mimpiku. Akhirnya bisa punya buku antologi pertama berjudul Episode Menertawakan Drama. Antologi yang memang berisi perjalananku membaik dari depresi.

Melalui pengalaman panjangku yang tertulis di atas, aku pernah memberi informasi kepada ibu muda lainnya untuk menulis saja jika emosi. Pelan-pelan menumpahkan segala rasa di jiwa. Daripada melampiaskannya kepada hal-hal yang semakin merusak jiwa.

Alhamdulillah ada beberapa ibu yang langsung melakukan terapi menulis untuk depresi. Mereka melaporkan kepadaku bahwa hasilnya melegakan. Seperti yang terdapat pada sreen shoot dibawah ini.

Ternyata benar! Bahwa menulis itu menyembuhkan. Alhamdulillah.

Hal itu membuatku semakin bersemangat menulis. Apalagi setelah mengikuti Challenge Rumedia NuBar Berkreasi Lewat Aksara. Selama hampir 3,5 bulan dengan tantangan yang luar biasa, menjadikanku merasa bahwa hidup itu benar-benar harus terus diperjuangkan. Jangan pernah lagi menyerah seperti 25 tahun silam dan beberapa tahun lalu aku hampir menyerah dan bunuh diri karena depresi.

Teruslah berjuang meski banyak rintangan menghalangi. Termasuk halangan susah sinyal seperti malam ini. Bismillah bisa!

Arti kreasi :
kre·a·si /kréasi/ n 1 hasil daya cipta; hasil daya khayal (penyair, komponis, pelukis, dan sebagainya): lukisan Monalisa merupakan — besar Leonardo da Vinci; 2 ciptaan buah pikiran atau kecerdasan akal manusia;

ber·kre·a·si v menghasilkan sesuatu sebagai hasil buah pikiran; mencipta. (https://kbbi.web.id/kreasi).

-Ribka ImaRi-
Sokaraja, 11 Oktober 2019.

#NuBar
#NulisBareng
#Level4
#BerkreasiLewatAksara
#menulismengabadikankebaikan
#week2
#Day5
#JumatTemaBerkreasiLewatAksara
#RNB33
#rumahmediagrup

Izin setor kepada para Admin :
Emmy Herlina
Lelly Hepsarini
Hadiyati Triono
Syarifah Nur Adni
Hayfa Ega Farzana Rafie
Asri Susilaningrum
Fuatuttaqwiyah El-adiba
Melani Pimpom Pryta Dewi
Siti Rachmawati M

Sumber foto: dokumentasi pribadi

rumahmediagroup/ribkaimari

0Shares

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan