Mengikis Akar Perfeksionis Kronis-Bagian 2

Bagian 1: https://wp.me/pbUoBX-3z —— Seingatku sewaktu SMA, aku penyuka warna hitam dan putih. Hampir semua baju pergi kalau tidak berwarna hitam, ya warna putih. Namun, sekitar tahun 2000, ketika masih kuliah di FH Undip, Semarang, aku mulai menyukai warna biru. Ketika membeli barang baru, sebisa mungkin harus yang berwarna biru. Aku sampai harus mengelilingi Pasar …

0Shares

Mengikis Akar Perfeksionis Kronis-Bagian 1

Ini bukan tentang hebatnya aku mencuci baju sebanyak yang terlihat pada foto. Akan tetapi tentang gangguan yang aku sandang. Cucian bisa sebanyak itu bukan karena rasa malas. Melainkan karena sedang tidak sempat mencuci baju setiap hari. Biasanya menumpuk sebanyak ini karena ada sebabnya. Sehabis anak sakit atau beberapa hari pergi keluar rumah mengikuti acara atau …

0Shares

Yakin dan Percaya, Pasti Ada Ujungnya

Lima tahun lebih sudah berlalu … ketika sepulang dari RS, dimulai perjalanan panjangku menjadi ibu baru dari seorang batita aktif dan bayi baru lahir tanpa bantuan siapapun, kecuali Allah dan suami. Di saat suami usai cuti menemani melahirkan, bahkan aku benar-benar tidak bisa berharap kepada orangtuaku yang hanya berjarak 30 km, bisa mendampingi diawal kehidupan …

0Shares

Terapi Writing to Healing, Caraku Memaafkan Mama Sampai ke Dasarnya

“Sungguh … tidak ada seorang pun anak yang mau durhaka kepada orangtuanya, terutama ibu.” Kalimat selalu terngiang ditelinga dan pikiran manakala dendamku membuncah. Ingin kuledakkan saja rasanya. Siang yang terik ditanggal 27 Agustus 2017. Namun berbeda 180° dengan suasana hatiku yang mendung. Hatiku sedang merasa sangat sedih. Aku sudah hapal, kali ini bukan sedih biasa, …

0Shares

Kamu Becanda, Aku Baper. Ada Apa denganku? Ternyata Ini Penyebabnya

Aku mencoba mengingat-ingat, rasanya pertama kali mengenal singkatan HSP adalah dari Mentorku, Pak Supri Yatno. Karena aku belum pernah membaca singkatan ini sebelumnya. Atau mungkin saja pernah, tapi belum sadar sepenuhnya tentang arti HSP. Sampai akhirnya aku bisa mengikuti kelas online Mindfulness Parenting 2 pada akhir Agustus 2016. Pelatihan selama 8 minggu yang selesai di …

0Shares

Lockdown Bikin Bosan? Jangan Jadikan Anak Tempat Pelampiasan

Writer Challenge Rumedia Tema Bebas Segar —– ‘Kalau ke luar sabtu, ke luar lagi Jumat. Ke luar Jumat, ke luar lagi Kamis. Kalau ke luar Kamis, ke luar lagi Rabu. Gitu aja terus nggak udah-udah. Mau sampai kapan hidup kayak gini? Kehidupan macam apa yang sedang kami jalani sekeluarga?‘ tanyaku dalam gumam di hati sambil …

0Shares

Jiwa Masa Kecil yang Penakut Kini Menjadi Pemberani

Awal Febuari lalu suamiku tidak berada di rumah selama lima hari. Aku dan kedua anakku, hanya bisa sesekali video call disaat beliau sempat dan sedang coffee break. Kami tidak bisa setiap saat menghubungi karena beliau sedang meeting nasional. Sumber foto: dokumentasi pribadi Tak disangka, Jehan, anak keduaku sakit muntah dan diare selama dua hari. Betapa …

0Shares

Inner Child Seorang Ibu yang Membenci Anak Pertama

Reaksi kita saat dewasa pada orang lain (suami, anak, mertua, saudara kandung, ipar, tetangga, dan lainnya) semua berakar dari apa yang kita dengar, lihat, alami dan rasakan sewaktu kecil. Reaksi ini muncul dari sosok “anak” dalam diri kita, atau jiwa masa kecil kita yang bernama inner child (IC). Kita semua punya IC yang membuat kita …

0Shares

Keajaiban dalam Pelukan

“Ayoook ngeden, Nduk! Bayangkan seperti lagi kesal ke mertua!” seru dukun beranak itu pada Lasiyah. Bukannya segera mengejan, Lasiyah malah mengerang lemah karena kelelahan. “Pak, tolong panggilkan bu bidan saja. Emak sudah ga kuat … belum lahir juga ini.” suara Lasiyah begitu lirih, nyaris seperti tak terdengar. Saking kelelahan mengejan terus tetapi hanya sia-sia tanpa …

0Shares

5 Cara Sehatkan Pikiran Bagi Penyintas Trauma Agar Tetap Fit Jalani Ramadan di Tengah Pandemi Covid-19

“Ramadan, ‘ku rindu untuk bertemu Siapkan hatiku juga hatimu Ramadan, ‘ku rindu untuk bertemu Dengan penuh cinta, jemput indah ramadan” Bait di atas merupakan refrein dari lagu Ramadan Kurindu yang dinyanyikan oleh Kang Abay Adhitya dan keluarga. Sedari pertama lagu itu dirilis tahun 2018 aku sudah sangat meyukainya karena terasa merasuk di kalbu. Untuk itu, …

0Shares