Suami dan Anak Hanyalah Pemicu Emosi, Temukan Penyebabnya, Asuh agar Terkendali

Oleh: Ribka ImaRi “Orangtua, berak saja ditahan. Anak tinggal makan saja pada susah. Besok Ma enggak mau masak lagi!” Rekaman intonasi suara mamaku yang sabar dan lembut tetapi tetap saja berisi ancaman dan kata kasar itu masih terngiang jelas di telinga dan Pikiran Bawah Sadar sejak tahun 1990-an. Padahal itu semua kudengar sewaktu kecil tetapi …

0Shares

Afirmasi Positif (Oleh: Wenny Kartika Sari)

Sumber foto: google, edit meitu Sejak awal pandemi covid-19, sadar atau tidak orang selalu mengucapkan kata-kata negatif, “Corona Mengerikan!” Bayangkan! Di seluruh dunia mengatakan itu berulang-ulang. Lalu apa yang terjadi? Ya itulah Corona menelan banyak korban, tetapi lupa bahwa banyak juga yang sembuh.. Hal buruk yang selalu didengung-dengungkan. Padahal kalau mau mengamati lebih cermat, justru …

0Shares

Mengasuh Inner Child Tragis demi Rumah Tangga Harmonis

Oleh: Ribka ImaRi Semilir angin sore mengibarkan ujung bawah jilbab instanku yang berwarna milo. Kupeluk manja pinggang lelakiku tersayang. Sebelum akhirnya kulepaskan saat ia hendak memarkir si Genio tepat di samping pintu masuk Restoran Pempek Kamto. Suasana Kota Purwokerto sore itu sedang lengang. Terlihat dari sedikitnya kendaraan yang terparkir. Mungkin karena efek pandemi Covid-19. Sejak …

0Shares

2 Event NuBar Rumedia, Seri Writing For Healing

Oleh: Ribka ImaRi Assalamualaikum, Selamat Malam Sobat NuBar dan Sahabat ImaRi’s, “Sungguh … tidak ada seorang pun anak yang mau durhaka kepada orangtuanya, terutama ibu.” Kalimat ini selalu terngiang ditelinga dan pikiran manakala dendamku membuncah. Ingin kuledakkan saja rasanya. Namun aku tak mau menjadi anak durhaka terus menerus. Aku lelah hidup dalam belenggu dendam bahkan …

0Shares

Hidup adalah Misteri (Oleh: Wenny Kartika Sari)

Sumber foto: dokumentasi pribadi edit by meitu Hari ini terjadi sensasi tubuh dalam diriku. Mengingat pada tanggal 7 Desember 2009, 11 tahun yang lalu kakak kandungku yang ketiga bernama Erly meninggalkan dunia ini untuk selama-lamanya dalam usia masih muda yaitu 40 tahun. Walaupun sudah 11 tahun berlalu, sulit bagiku melupakan semua kenangan manis dan pahit …

0Shares

Memang Begitu Menjadi Ibu

Oleh: Ribka ImaRi -Hari Kamis sore-Sabtu pagi air PAM mati membuat cemas karena kabarnya PAM akan mati selama seminggu. Sementara cucian baju dan piring menumpuk semua. Rumah kotor. -Hari Jumat malam, mendapat kabar bahagia dan bangga dari MA (Manager Area) Mbak Emmy Herlina sekaligus kabar yang bikin syok, sedih dan kesal dari sahabat. -Hari Sabtu …

0Shares

Uang Tidak Bisa Membeli Kebahagiaan (Oleh: Wenny Kartika Sari)

Sumber foto: google edit meitu Hidup di dunia pasti membutuhkan uang. Hal di segala bidang pasti harus membayar, sehingga perlu uang. Kita pasti juga pernah mendengar istilah “uang tidak dapat membeli kebahagiaan.” Dalam kehidupan ini kita sering melihat banyaknya permasalahan yang justru berasal dari uang. Ironis bukan? Pada saat seseorang sudah sukses dan mempunyai jabatan …

0Shares

Pausing Pikiran

Oleh: Ribka ImaRi Salah satu ciri paling sederhana ketika Inner Childhl-ku sudah mendewasa adalah aku sudah bisa PAUSING PIKIRAN sewaktu membuka pintu depan rumah pada pukul 5 pagi dengan melihat keadaan kotor serta berantakan seperti ini. Aslinya lebih parah lagi karena berasal dari cipratan tanah akibat semalam hujan angin. Aku kerahkan PAUSING (JEDA SESAAT UNTUK …

0Shares

Teman Anakku Down Syndrome (Oleh: Wenny Kartika Sari)

Sumber foto: google edit meitu Dulu waktu anakku Aurel masih TK (Taman Kanak-Kanak), mempunyai teman perempuan down syndrome dengan inisial G (tidak kusebutkan untuk menjaga etika). Kasihan melihat G, karena sering dibully teman-temannya. Puji Tuhan Aurel tidak suka menghina, bahkan bermain bersama. G bisa gemas melihat wajah Aurel, sampai pipinya diremas. Sedikit banyak ada rasa …

0Shares

Tumbuhan Saja Punya Perasaan (Oleh: Wenny Kartika Sari)

Percaya tidak percaya, inilah kenyataan bahwa tumbuhan punya perasaan. Berawal dari waktu masih SD (Sekolah Dasar) kelas 6, mendiang papi selalu menyiram pohon jeruk nipis di kebun belakang rumah. Setelah beliau meninggal waktu aku lulus kelas 6, jeruk nipis itu ikut mati. Waktu itu aku hanya heran saja, kok bisa sampai seperti itu. Kejadian yang …

0Shares