Latihan Menulis Komunitas Parenting

Yuk! Belajar Mengenali Inner Child Diri Sendiri dan Pasangan

Yuk! Belajar Mengenali Inner Child Diri Sendiri dan Pasangan

Oleh: Ribka ImaRi

KULWAP GRATIS

“Gak peka banget sih, jadi suami!” gerutuku.

Dulu, aku belum paham mengapa tiba-tiba hati ini bagai diiris sembilu ketika melihat pasangan lain sedang bergandengan tangan saat berada di pusat perbelanjaan atau tempat umum lainnya.

Sekitar sepuluh tahun lalu, aku belum mengenal arti kata baper (terbawa perasaan). Namun, rasanya sedih sekali setelah baru saja melihat pasangan lain yang sedang bergandengan tangan. Lalu mendapati diri ini pun sedang berjalan bersisian dengan calon suami, tetapi tanpa bergandengan tangan sekejap pun.

Sedih dipendam sendiri. Berharap si dia bisa peka.

Kemudian tahun berganti tahun … aku tetap memendam keinginan tanganku digandeng saat sedang berjalan di tempat umum. Namun, lagi-lagi suami tak memenuhi keinginan terpendamku ini.

Sepele sekali tampaknya … sekadar bergandengan tangan.

Akan tetapi bagiku ini menjadi masalah yang sangat sensitif.

Kemudian, bertahun-tahun lamanya aku menuntut permintaan sepele ini kepada suami. Celakanya justru memicu pertengkaran. Padahal kalau aku pikir-pikir, suamiku tuh sangat baik dalam banyak hal yang lebih utama, ketimbang memikirkan menuntut tanganku digandeng. Karena ini benar-benar hal yang sepele.

Tiga tahun belakangan, setelah belajar mindfulness parenting, aku baru tahu bahwa itu semua bernama inner child. Aku yang sedih, marah, kecewa dan segala emosi lainnya hanya karena hal sangat sepele, adalah jiwa masa kecilku yang tidak pernah mendapat pemenuhan kebutuhan batin dari bapakku semasa aku kecil.

Aku mengingat betul, salah satunya, memang aku belum pernah digandeng oleh bapakku sewaktu aku kecil dulu. Bapak sebagai sosok cinta pertama, tak jua kudapatkan. Hal ini membuatku menuntut pemenuhan kekosongan jiwa masa kecilku dari suami.

Sementara suamiku sendiri tak pernah bisa mencukupi permintaanku yang berupa printilan-printilan belaka. Berbagai macam permintaan yang memang bukan kebutuhan primer dalam rumah tangga. Namun, ternyata sangat penting bagi jiwaku yang kosong.

Jika ini terus menerus berlangsung tanpa disadari olehku, oleh suamiku, oleh salah satu pasangan, bukan tidak mungkin selamanya kami menua saling menuntut dan terus menerus memicu pertengkaran hanya karena hal sepele.

Yuk, belajar mengenali inner child diri sendiri dan pasangan kita. Lalu belajar memenuhinya sendiri tanpa harus menuntut pasangan kita terus menerus untuk peka.

Alhamdulillah, setelah tiga tahun berproses belajar mindfulness parenting, sekarang suami mau gandeng tanganku atau tidak, aku sudah bisa santai. Kalau aku mau bergandengan tangan, ya aku duluan yang menggandeng suami, tanpa harus malu atau baper berharap suami peka lebih dulu lalu menuntut suami menggandeng tanganku lebih dulu.

Dengan teknik acceptance dari mindfulness parenting, aku belajar menerima keadaan ini apa adanya.

Kesadaranku menerima, “Sampai kapan pun, mungkin suami tidak akan bisa berubah. Karena dahulu, bisa jadi suami tidak diajarkan oleh orangtuanya cara peka terhadap wanita atau istri. Mungkin karena tidak terbiasa digandeng semasa kecilnya, menjadikan suamiku pun jadi tidak terbiasa menggandeng istrinya. Bisa jadi itu juga inner child suamiku. Pelan-pelan aku terima semua. Penerimaan memang tidak akan mengubah keadaan. Akan tetapi, cara pandangku menerima sifat suamiku apa adanya, akan bisa mengubah keadaan untuk tidak lagi banyak menuntut suami.”

Karena sejatinya kebahagiaan itu terletak pada diri kita sendiri yang bertanggungjawab menciptakannya. Bukan terletak pada pemenuhan dari orang lain, termasuk suami.

Join KULWAP GRATIS MENGASUH INNER CHILD PASANGAN pada hari Jumat, 29 November 2019.

Klik link dibawah ini :

https://chat.whatsapp.com/HEk3cHtmbGQKeDlOlRfmWD

Terimakasih

Sumber foto: http://www.hipwee.com

rumahmediagroup/ribkaimari

0Shares

Anda mungkin juga suka...

8 Komentar

  1. Penasaran ingin segera melahap materi kulwap. Karena saya, ya seperti itulah gampang ngambek karena pak suami gak peka๐Ÿ˜€๐Ÿ˜…

  2. Superrr!!๐Ÿ‘๐Ÿ‘

  3. Ribka ImaRi says:

    Sabar tunggu hari jumat ya Mbak Gita๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

  4. Ribka ImaRi says:

    Alhamdulillah, Mbak Rhea๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

  5. Ngikut, aah grupnya. ๐Ÿ˜๐Ÿ™

  6. Ribka ImaRi says:

    Silakan Mbak Rhea๐Ÿ˜

  7. Terima kasih๐Ÿ˜˜

  8. Ribka ImaRi says:

    Sama2 Mbak๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

Tinggalkan Balasan