Cerita Anak Motivasi dan Inspirasi Parenting Tips dan Trik

Cara Mendidik Anak Akur Berbagi

Cara Mendidik Anak Akur Berbagi

Oleh: Ribka ImaRi

Adalah dambaan semua orangtua memiliki anak-anak yang akur berbagi dengan saudara sekandung. Baik dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan rumah maupun terbawa sampai ke lingkungan luar rumah. Jadi terbiasa berbagi dengan saudara sepupu, teman bermain dan teman sekolah. Dengan harapan menjadi terbiasa akur berbagi sedari kecil hingga dewasa kelak di lingkungan kerja dan bertetangga.

Ada beberapa hal penting yang sebaiknya tak luput dari perhatian orangtua dalam mendidik anak-anaknya agar bisa akur berbagi, diantaranya :

1. Orangtua terlebih dahulu memberi contoh akur dengan pasangannya (Ayah-Bunda) dan dengan orangtua masing-masing. Saling bicara sopan, lembut dan melayani.

2. Sejak si Adik positif tumbuh di rahim Bunda hingga lahir ke dunia, selalu dahulukan si Kakak sebagai anak pertama. Selalu katakan pada Kakak, “meski Adik sudah lahir, Kakak tetap yang pertama di hati Ayah Bunda. Kasih sayang Ayah Bunda tidak akan pernah berubah dan berkurang sampai kapanpun. Ayah Bunda sayang tak ada bedanya kepada Kakak dan Adek. Semua sesuai kebutuhan Kakak dan Adik”

3. Selalu libatkan si kakak dalam mengurus, mengajarkan dan mendidik adiknya. Misal, “Kak, tolong ambilkan diaper Adik ya” atau “Kak, tolong bilang ke Adik, makan yuk Dik” atau Kak, tolong ajak Adik cuci kaki di kamar mandi”.

4. Sebaiknya tidak pernah menyuruh si Kakak untuk mengalah pada Adik apalagi memaksa si Kakak untuk memberikan mainan atau miliknya ke Adik dengan alasan “Kakak kan sudah besar, mengalah ya sama Adik”. Tapi ganti sounding dengan “Kakak anak baik… Berbagi ya sama Adik. Main bersama ya Nak… Sayang Adik ya Kak… Adik sabar tunggu ya sampai Kakak rela”.

5. Sejak si Adik masih dalam kandungan, ajarkan dan sounding selalu supaya baik si Kakak maupun si Adik untuk selalu terbiasa saling ijin meminjam barang masing-masing. Misal, saat Bunda mempersiapkan baju-baju dan perlengkapan bayi punya Kakak untuk menyambut kelahiran si Adik, sambil elus Adik di perut Bunda sebagai tanda ajakan mengobrol, katakan kepada si Adik “Dik, kita bilang pinjam yuk ke Kakak. Kak, ini boleh ya buat dipakai Adik?Dik, bilang pinjem ke Kakak, Pinjem ya Kak. Boleh ya Kak. Terimakasih Kak sudah bolehin Adik pakai kain bedong punya Kakak”. Begitu seterusnya sampai Adik lahir dan membesar selalu biasakan bilang pinjam. Pub sebaliknya, si Kakak juga harus selalu bilang pinjem saat ingin menggunakan barang milik si Adik.

6. Ajarkan si Kakak dan si Adik untuk tidak mengambil barang dengan merebut. Tapi sabar tunggu sampai si Kakak atau si Adik rela memberikan barang miliknya untuk dipinjamkan. Hal ini sekaligus mengajarkan arti sabar kepada kedua belah pihak.

7. Saat keduanya sudah semakin membesar, biasanya akan ada saja kejadian rebutan sesuatu barang. Jika masih saja terus memperebutkan sesuatu barang atau mainan, sebaiknya serahkan solusinya kepada si Kakak dan si Adik, misal “Barang ini hanya ada satu. Sebaiknya bagaimana supaya tidak rebutan lagi? Ayo diskusikan berdua Kakak dan Adik. Bunda tunggu hasil keputusannya”

Dengan mempercayakan solusi dan keputusannya kepada Kakak dan Adik, keduanya jadi terbiasa mencari solusi dan merumuskan kesepakatan bersama sejak kecil. Hasilnya keduanya bisa berela hati berbagi membawa plastik belanjaan berisi satu jenis mainan untuk kado. (Seperti terlihat pada foto di bawah ini). Jadi Bunda bisa lega melihat keduanya akur kembali setelah sebelumnya hampir rebutan di depan umum.

-Bunda ImaRi-
Mentor Kelas Seni Mengasuh Anak Laki-Laki dan Kelas Tantrum Anak.

#NubarSumatera
#ChallengeMenulis
#Day23
#TemaArtikel
#14Febuari2019

0Shares

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan