Curahan Hati Latihan Menulis Komunitas Parenting

Cara Kendalikan Stres Ketika Anak Sakit Berbarengan

Cara Kendalikan Stres Ketika Anak Sakit Berbarengan

Oleh : Ribka ImaRi

Teruntuk semua ibu yang saat ini anaknya sedang sakit bahkan berbarengan sekeluarga. Semangat sehat & semangat sabar. Peluuk erat.

Percayalah… semua ada masanya. Masa-masa sulit merawat anak yang sakit. Dan akan tiba saatnya anak bisa sehat semua. Bismillah…

Tak ada ibu yang bisa mengerti rasanya, selain yang sudah mengalami. Dua anak sakit bergantian. Tak jarang barengan. Kesannya sakit-sakitan saja berdua. Alih-alih ingin simpati bertanya, justru tak bisa empati saat ada yang komen “kok sakit mulu ya?”

Nyesek. Aku pernah merasa gagal menjadi ibu. Tak bisa seperti para ibu junior yang baru punya anak satu sehingga bisa menjaga anaknya tetap sehat atau para ibu senior yang punya anak lebih dari dua tetapi anaknya sudah besar semua jadi tak lagi menghadapi stresnya mengurus anak sakit berbarengan.

Dulu, Tyaga Jehan juga sering sakit barengan. Karena jarak usia yang hanya terpaut 2 th 5 bulan bikin keduanya kompak sakit bareng karena tak bisa dihindari untuk tidak saling menulari. Meski sebisa mungkin sudah dijaga kesehatannya.

Aku pernah membatin “aduh mas sakit. Jangan-jangan dede ikutan sakit” seperti yang terlihat pada foto. Saat keduanya sakit bareng pada tanggal 26 April 2018. Tyaga opname karena demam berdarah dan Jehan rawat jalan karena gejala thypus, tetapi ikut menginap di RS karena tak ada yang bisa merawatnya di rumah.

Stres berat? Sudah pasti. Bahkan sampai depresi karena harus hadapi Tyaga yang sudah pasti langganan muntah tiap kali sakit. Bikin bundanya depresi karena terpicu trauma muntah.

Bertahun-tahun keduanya mulai sering kompak sakit bareng dimulai ketika pindah ke rumah baru di Sokaraja pada Juni 2016. Jehan yang pertama kali sakit di Agustus tahun 2016. Sejak saat itu hampir sering sakit bareng.

Alhamdulillah sakit barengan terakhir kalinya bulan Febuari 2019 lalu.

Seiring jalannya waktu, ketahanan tubuh keduanya bertambah. MasyaAllah alhamdulillah…

Sekarang Tyaga usia 7 th 3 bulan dan Jehan 4 th 10 bulan, alhamdulillah keduanya sedang sehat meski cuaca sedang tak menentu. Dalam 4 bulan terakhir sudah tak lagi bersentuhan dengan paracetamol karena sudah tak lagi demam. Paling hanya sakit batuk pilek harian biasa. Alhamdulillah.

Sungguh, tak bisa dihindari keadaan anak sakit bikin orangtua stres, apalagi ibu. Merasa menjadi ibu yang gagal, berkecamuk di otak dan pikiran.

Keadaan diatas semakin menambah stres hadapi anak yang sakit.

Merasa gagal menjadi ibu saat tak mampu menjaga kesehatan anak sehingga sampai sakit.

Merasa gagal menjadi ibu saat tak mampu mencegah sakit si kakak menular ke si adik. Atau sebaliknya.

Merasa gagal menjadi ibu saat keduanya terbaring sakit tak berdaya. Membuat ibu semakin tak berdaya.

Merasa gagal menjadi ibu saat melihat keduanya menjadi kurus kering sehabis sakit.

Bukan hanya stres. Tapi membuat ibu semakin terpuruk.

Aku bersyukur bisa belajar Mindfulness Parenting di Agustus 2016 membuatku pelan-pelan belajar MENERIMA KEADAAN (ACCEPTANCE) :

-TERIMA KEADAAN ANAK SAKIT MEMANG CUACA YANG SEDANG TIDAK BERSAHABAT MEMBUAT DAYA TAHAN TUBUH ANAK JADI DROP.

-TERIMA KEADAAN ANAK KECAPEAN AKIBAT MOMENT LEBARAN. KARENA PERGI KESANA KEMARI.

-TERIMA KEADAAN KEDUA ANAK BERADA DI DALAM KAMAR YANG SAMA SEHINGGA SALING MENULARI.

-TERIMA KEADAAN IBU STRES SAAT MERAWAT KEDUANYA

-TERIMA KEADAAN RUMAH BERANTAKAN & PEKERJAAN RUMAH YANG LUAR BSAAT KEDUANYA MASIH SAKIT.

-TERIMA KOMENTAR TAK ENAK DARI SEKITAR SAAT ANAK SAKIT. BAHKAN SARAN DARI DOKTER ANAK YANG JUSTRU TERKESAN MENGHAKIMI.

Lalu Afirmasi diri supaya bisa positif thinking :

-ANAK SAKIT ATAS SEIJIN ALLAH, BISMILAH ALLAH YANG MENYEMBUHKAN.

-ALLAH INGIN MENGAJARKAN KESABARAN KEPADA IBU SAAT HADAPI ANAK SAKIT APALAGI BERBARENGAN.

-SAAT ANAK SAKIT, JADI BISA BONDING YANG LEBIH INTENS SAAT MERAWATNYA.

-SAAT ANAK SAKIT, JADI MEDIA BELAJAR SABAR & KOMPAK DENGAN SUAMI. BAHU MEMBAHU MERAWAT ANAK.

-AKAN ADA SAATNYA KEDUANYA SEHAT CERIA KEMBALI.

-AKAN ADA SAATNYA KEDUANYA MENGGENDUT KEMBALI SAAT SUDAH BISA NAFSU MAKAN KEMBALI.

-TETAP SEMANGAT SEHAT & SEMANGAT SABAR UNTUK IBU.

-INGATLAH SELALU UNTUK TENANG & TIDAK PANIK. IBU YANG TENANG AKAN MEMBUAT ANAK ANTENG. BANYAK PELUK. BANYAK GENGGAM TANGAN. BANYAK ELUS2 PUNGGUNG, BANYAK TATAP MATA. AKAN MEMBUAT ANAK TENANG.

-INGATLAH SELALU BAHWA PERJUANGAN SABAR SAAT INI AKAN BERBUAH MANIS. ANAK-ANAK AKAN BISA MERASAKAN & MENGINGAT SELALU SEUMUR HIDUPNYA BETAPA SAYANGNYA & SABARNYA KEDUA ORANGTUANYA SAAT MERAWAT ANAKNYA SAKIT. AKAN MENJADI CONTOH PEMBELAJARAN ANAK SAAT HADAPI SAKIT.

-Ribka ImaRi-
Sokaraja, 15 Juni 2019
Menulis adalah melepaskan kenangan yang tak baik sewaktu kecil (Inner Child) dan menjadi pengingatku untuk berusaha menorehkan kenangan baik kepada kedua anakku, Duo Imari-ku, Tyaga & Jehan.

0Shares

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan