Artikel Latihan Menulis Komunitas

Berderet Nama Toko Getuk Goreng Asli, Ternyata Begini Sejarah Panjangnya Hingga Menjadi Toko Ternama Getuk Goreng Asli Haji Tohirin, Manakah yang Benar-Benar Asli?

Berderet Nama Toko Getuk Goreng Asli, Ternyata Begini Sejarah Panjangnya Hingga Menjadi Toko Ternama Getuk Goreng Asli Haji Tohirin, Manakah yang Benar-Benar Asli?

Oleh : Ribka ImaRi

Selain Purwokerto, Sokaraja juga termasuk salah satu kecamatan ternama di Kabupaten Banyumas, Propinsi Jawa Tengah. Secara geografis, kecamatan ini berjarak 8 km dari Kota Purwokerto ke arah timur. (https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sokaraja,_Banyumas)

Setiap kali menyebut nama Sokaraja, yang terlintas dibenak pembaca–yang sudah tahu tentang Sokaraja–pastilah menyebut salah satu kuliner khas Sokaraja, yaitu Getuk Goreng Asli Sokaraja. Selain Soto Sokaraja tentunya.

Sentra Getuk Goreng Asli Sokaraja berada di Jalan Jenderal Sudirman, Sokaraja. Seperti yang terlihat pada gambar, ada banyak deretan toko getuk goreng.

Dari deretan toko tersebut, semuanya mempunyai papan nama yang hampir mirip semua. Hanya nomor urutnya yang membedakan. Terkadang membuat bingung para wisatawan yang ingin membeli Getuk Goreng Asli Sokaraja yang benar-benar asli.

Ternyata Toko Getuk Goreng Asli Sokaraja bernomor 1 adalah tempat cikal bakal ditemukannya resep asli Getuk Goreng Asli Sokaraja oleh Bapak Sanpirngad pada tahun 1918.

Pada mulanya beliau adalah seorang pedagang nasi rames. Yakni, sepiring nasi dengan lauk lengkap.(m.republika.co.id. 2016. Kuliner-Sepiring Nasi Rames, Beragam Rupa. https://republika.co.id/berita/o3azs8/kuliner-sepiring-nasi-rames-beragam-rupa).

Selain menjual nasi rames, beliau juga membuat getuk yang terbuat dari singkong dan gula merah sebagai camilan pendamping minum kopi atau teh hangat.

Pada awalnya, getuk tersebut bernama kamal. Getuk yang masih dalam bentuk basah dan dimakan bersama kelapa parut. Oleh karena getuk yang dijualnya pernah tidak habis dalam seharian berjualan, akhirnya beliau mempunyai ide untuk menggorengnya, dengan menggunakan tepung yang terbuat dari beras. Agar getuknya tidak basi untuk djual kembali keesokan harinya. Bahkan bisa awet untuk beberapa hari ke depan. Sejak saat itu getuk kamal berubah menjadi getuk goreng.

Metamorfosis getuk kamal berubah menjadi getuk goreng ini mulai terkenal pada tahun 1922. Orang semakin tahu bahwa Bapak Sanpirngad adalah pencipta resep Getuk Goreng Sokaraja untuk pertama kalinya.

Dalam perkembangannya, anak Bapak Sanpirngad yang bernama Ibu Hajjah Khadiyah menikah dengan Bapak Haji Tohirin. Kemudian Bapak Sanpirngad menyerahkan kelanjutan usaha kulinernya kepada menantunya tersebut.

Sejak saat itu usaha getuk goreng sokaraja dipegang oleh Bapak Haji Tohirin, tepatmya pada tahun 1966.

Suatu ketika, Camat kebasen, Banyumas, kala itu–sewaktu Getuk Goreng Sokaraja belum terkenal–mampir ke warung Bapak Sanpirngad yang telah dikelola oleh Bapak Haji Tohirin dan mencoba getuk gorengnya. Ternyata beliau suka. Lalu beliau pesan untuk acara kumpulan camat di Kawedanan Sokaraja. Mulai saat itu penduduk lokal Banyumas mulai banyak yang tahu nama getuk goreng.

Kemudian, pada masa itu, tersebutlah Bapak Karto Mintarjo sebagai pengarang lagu getuk goreng. Setelah lagu tersebut diperlihatkan kepada Waldjinah (Penyanyi keroncong di era tersebut), beliau menjadi penasaran dan meminta diperlihatkan rupa getuk goreng. Lalu, setelah itu dibawakanlah getuknya. Dan pada akhir cerita, beliau–Waldjinah–adalah penyanyi yang menyanyikan lagu Getuk yang masih melegenda sampai sekarang.

Kemudian, lambat laun usaha kuliner getuk goreng ini menjamur tak hanya di wilayah Sokaraja saja. Banyak pengusaha getuk dari berbagai daerah mencatut nama Sokaraja untuk merek dagangnya. Merek getuk goreng nan legendaris itu mewabah ke mana-mana, mulai sudut jalanan rusak kelas kota kecamatan di Cilacap, hingga jalanan padat Bandung. (Ridlo, Muhamad. 2017. Legenda Asal Mula Getuk Goreng Sokaraja. https://m.liputan6.com/regional/read/3122494/legenda-asal-mula-getuk-goreng-sokaraja. Diakses 2 Oktober 2019).

Tetapi kenyataannya, setelah mewawancara narasumber yang merupakan cicit dari Bapak Sanpirngad yaitu Ibu Istnaini Noor Kyimayah (27th), hanya getuk goreng buatan toko Bapak Sanpirngad-lah yang asli. Karenanya oleh anak laki-laki Bapak Sanpirngad yang bernama Bapak Misbah Suharjo (kakak dari Ibu Hajja Khadiyah), diberi nama “Asli” untuk membedakan dengan toko lainnya dimanapun berada.

Meskipun sudah diberi nama “Asli”, tetap saja sulit membedakan antara yang betul-betul asli dengan pengikut yang semakin menjamur.

Kemudian atas inisiatif ketiga anak dari Bapak Haji Tohirin, yaitu :
1. Ibu Hajjah Ning Waryati (pemilik Toko Getuk Goreng Asli Nomor 1)
2. Bapak H Slamet (Pemilik Toko Getuk Goreng Asli Nomor 4)
3. Ibu Hajjah Warsuti (Pemilik Toko Getuk Goreng Asli Nomor 2A)
memberi nama Haji Tohirin sebagai identitas asli dari Getuk Goreng Asli Sokaraja yang benar-benar asli.

“Jadi memang … kalau menginginkan getuk goreng dengan citarasa asli khas Getuk Goreng Asli Sokaraja berdasarkan cikal bakalnya, sebaiknya tetap membeli di toko yang tercantum nama Getuk Goreng Asli Haji Tohirin Bapak Sanpirngad 1918. Karena kalau hanya memakai nama “Asli” itu belum tentu milik Haji Tohirin dan penerusnya sampai generasi keempat saat ini. Cabangnya hanya ada di Sentra Getuk Goreng Sokaraja sini. Dan cabang terjauh ada di daerah Buntu, Banyumas. ” jelas Mbak Iis, panggilan akrab beliau. Karena memang Mbak Iis berteman baik dengan penulis.

Sementara toko-toko Tohirin lainnya itu bukan milik keluarga Haji Tohirin. Yang benar-benar asli itu pasti ada nama Haji-nya. Jadi yang tertulis di papan nama adalah Getuk Goreng Sokaraja Haji Tohirin Bapak Sanpirngad 1918.”

Menurut penuturan narasumber lagi, pada tahun 1990 adalah awal mulanya berdiri Toko Getuk Goreng Asli Haji Tohirin Nomor 1 dan Nomor 2 A yang merupakan cabang pertama yang hingga kini berdiri kokoh. Tempat dimana penulis mewawancara narasumber adalah Toko Getuk Goreng Asli Haji Tohirin Nomor 1. (Istnaini Noor Khimayah. 2019. “Sejarah Getuk Goreng Asli Haji Tohirin Bapak Sanpirngad Th. 1918.” Hasil Wawancara Pribadi : Oktober 2019, Sokaraja).

-Ribka ImaRi-
Sokaraja, 2 Oktober 2019

Daftar Pustaka :

Istnaini Noor Khimayah. 2019. “Sejarah Getuk Goreng Asli Haji Tohirin Bapak Sanpirngad Th. 1918.” Hasil Wawancara Pribadi : Oktober 2019, Sokaraja).

m.republika.co.id. 2016. Kuliner-Sepiring Nasi Rames, Beragam Rupa. https://republika.co.id/berita/o3azs8/kuliner-sepiring-nasi-rames-beragam-rupa).

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sokaraja,_Banyumas)

Ridlo, Muhamad. 2017. Legenda Asal Mula Getuk Goreng Sokaraja. https://m.liputan6.com/regional/read/3122494/legenda-asal-mula-getuk-goreng-sokaraja. Diakses 2 Oktober 2019.

#Nubar
#NulisBareng
#Level4
#BerkreasiLewatAksara
#menulismengabadikankebaikan
#week1
#RabuTemaIndonesia
#RNB33
#rumahmediagrup

Izin setor admin :
Emmy Herlina
Asri Susilaningrum
Lelly Hepsarini
Hadiyati Triono
Hayfa Ega Farzana Rafie
Syarifah Nur Adni
Siti Rachmawati M
Fuatuttaqwiyah El-adiba
Fira Faradilla
Melani Pimpom Pryta Dewi
Terimakasih🙏🏻😍

Sumber foto: dokumentasi pribadi

Catatan Kecil :
Terimakasih banyak kepada narasumber Istnaini Noor Khimayah (Itsnaini Khimayah) atas wawancara ekslusifnya. Pulangnya dibawakan oleh-oleh getuk kamal dan getuk goreng. Alhamdulillah. Beliau merupakan cicit (generasi keempat) dari Bapak Sanpirngad. Beliau juga teman baik penulis. Karena anak narasumber dan penulis adalah teman sekelas sejak duduk di bangku TK Masyitoh 25. TK tersebut milik Ibu Hajjah Warsuti yang juga anak dari Bapak Haji Tohirin. Ibu Hajjah Warsuti, yang merupakan Kepala Sekolah juga sekaligus pemilik Toko Getuk Goreng Asli Haji Tohirin Nomor 2A

0Shares

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan