Blog Umum Curahan Hati Inspirasi dan Motivasi ala ImaRi RNB 3 (Rumedia Nubar Bla Batch 3) Tulisan Wenny Kartika Sari

Bahaya Diet Sembarangan (Oleh: Wenny Kartika Sari)

Sumber foto: google, edit by meitu

Kalau dipikir-pikir orang itu ribet ya, yang kurus kepingin gendut, yang gendut kepingin kurus. Rambut lurus dikeriting, yang keriting diluruskan. Tak ada habisnya manusia mengikuti keinginan. Info tentang kesehatan yang pernah aku baca, ada beragam penyebab badan kurus atau gendut :

1. Keturunan
2. Aktifitas fisik ( tinggi atau rendah)
3. Kondisi medis
4. Efek samping obat-obatan
5. Masalah psikologis

Pola makan tidak teratur membuat pencernaan tidak dapat berfungsi dengan baik. Seringkali orang yang kelebihan berat badan, diet sendiri, mengurangi makan sampai sakit maag. Dengan lambung kosong, bukan menjadi kurus, tetapi malah bengkak.

Orang mudah tertarik dengan obat pelangsing, tanpa memikirkan efek sampingnya. Pernah ada kejadian gara-gara orang minum obat pelangsing sampai meninggal dunia. Padahal dari pengalamanku, pikiran takut gendut itulah penyebab utamanya menjadi semakin gendut.

Ada juga seorang vegetarian yang mudah stres, setelah periksa darah, hasilnya kolesterol, asam urat dan ada lainnya yang tinggi. Pengaruh stres terhadap tubuh sangat besar. Aku sendiri tidak terlalu banyak pantang dan makan pun pada porsinya alias tidak berlebihan. Hasil periksa darah lebih bagus dibanding saat sakit Lupus banyak pantangan tetapi hasilnya sangat jelek.

Aku pernah mencoba diet sendiri, mengurangi daging dan sayur hijau. Mengingat usia sudah lebih dari 40 tahun. Apalagi aku pernah sakit Lupus pada tahun 2004, dokter melarang makan sayur hijau di malam hari, karena menyebabkan darah kental. Aku berpikir lebih baik sama sekali nggak usah makan sayur hijau.

Aku tidak menyangka bahwa dengan diet ini menimbulkan masalah baru. Tiga tahun yang lalu pada bulan Desember 2017 aku merasakan ada keanehan. Sudah lama jarang minum es, tiba-tiba seperti orang kecanduan makan es batu dengan cara dikunyah. Lalu aku mencari di Google kejanggalan ini. Ternyata itu adalah gejala kekurangan zat besi.

Dalam hati bertanya-tanya, “Apa benar keterangan itu?” Kebetulan masa liburan itu aku sekalian pergunakan waktu sebaik-baiknya untuk memeriksakan diri ke dokter langganan di Jakarta. Hasil periksa darahku sangat mengejutkan, zat besi 0,075. Dokter langsung menyuruh aku opname.

Padahal waktu itu aku dan keluarga sudah merencanakan ikut retret di Pertapaan Karmel Cikanyere. Dokter mengatakan kondisiku kritis, kalau tidak opname bisa meninggal mendadak. Dengan berat hati aku mengikuti kata dokter, mau nggak mau aku harus opname. Aku berpikir kalau sampai terjadi kematian mendadak, kasihan Aurel anakku.

Betapa sedih rasa hati ini, liburan yang menyenangkan malah aku harus terkapar di Rumah Sakit Cikini Jakarta. Puji Tuhan aku tetap kuat menghadapi kenyataan pahit itu. Aku menyadari kalau sedih terus malah memperparah keadaan. Tiga hari aku opname, karena begitu besar keinginan bisa merayakan natal di gereja. Dokter mengijinkan aku pulang dan kondisi sudah membaik.

Ternyata zat besi dan Hb ( Hemoglobin) murni terbentuk dari makanan, tubuh tidak memproduksi. Memang lebih baik kalau mau diet entah karena penyakit atau karena mau mengurangi berat badan, harus periksa darah dan konsultasi dengan ahlinya. Akibat diet sembarangan bisa fatal sekali, mempertaruhkan nyawa.

Lebih banyak bersyukur dan mau menerima keadaan diri lebih baik. Terutama harus waspada dengan kesehatan diri kita daripada mengobati lebih rumit dan mahal. Semoga semakin hari, kita bisa lebih banyak bersyukur dan Hati yang Gembira adalah Obat. Salam Sehat dan Selalu Bersyukur dalam keadaan apapun.

The Power of Thinking💖

The Power of Forgiveness💖

Solo, 9 November 2020
Wenny Kartika Sari
#Nubar
#Nulisbareng
#Level2
#BerkreasiLewatAksara
#menulismengabadikankebaikan
#week2day1
#RNB092NubarSumatera
#rumahmediagrup

0Shares

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan