Hari-Hari Bersama Duo ImaRi ImaRi's Blog ImaRi's Corner Parenting Inspirasi dan Motivasi ala ImaRi Kelas Seni Mengasuh Anak (SMA) Tulisan Ribka ImaRi (Owner)

Ayah Panutan, Anak Menirulakukan

Oleh: Ribka ImaRi

Semangat pagi semua Sahabat ImaRi’s!

Atas seizin Pencipta, harimu cerah ya!

Mendidik anak era digital memang sulit karena semua serba dimudahkan dengan segala fasilitas semudah digenggaman tangan. Membuat anak seolah enggan untuk berproses. Maunya serba instan. Kadang, aku melihat ini pada Tyaga dan Jehan. Butuh perjuangan yang luar biasa dalam memberi pemahaman sampai anak mempunyai kesadaran.

Namun, yang tersulit dari itu semua adalah ketika muncul tuntutan menjadi contoh nyata yang baik buat anak terlebih dulu. Ya, menjadi orang tua panutan itu sulit sekali. Apalagi seorang ayah. Karena menurut penelitian pada tahun 2018 yang dimuat dalam jurnal The Psychiatric Quarterly tentang hubungan antara sifat anak umur 3-6 tahun dengan kepribadian ayahnya.

Kemungkinan seorang anak akan mewarisi sifat-sifat ayahnya adalah sebesar 50 persen. Perilaku dan kepribadian yang dimiliki seorang ayah memang memengaruhi watak anak mereka. (https://www.google.co.id/amp/s/hellosehat.com/parenting/anak-6-sampai-9-tahun/perkembangan-anak/anak-mewarisi-sifat-pemarah-ayah/%3famp=1).

Dasar inilah, yang membuat aku dan suami berjuang terus menerus untuk menjadi contoh nyata terlebih dulu buat anak. Selain berjuang untuk diriku sendiri sebagai ibu, aku pun berjuang bisik-bisikkan suami agar mau dan bisa terus berproses menjadi ayah teladan untuk Tyaga dan Jehan. Meski tak semudah membalik telapak tangan ketika berproses, tapi kesadaran ini yang kami patri di dalam jiwa. Untuk terus mengasuh diri makin membaik demi anak.

Hingga akhirnya aku benar-benar bersyukur pagi ini, sebab ayah Duddint ImaRi sudah menjadi panutan Tyaga dan Jehan bahkan sejak mereka belum tercipta dalam kandungan. Ayahnya sudah rajin menyapu sedari belum punya anak.

Momen ini yang sampai saat ini terekam di otak Tyaga dan Jehan, membuat keduanya lebih sadar untuk ringan tangan berproses rajin menyapu. Sebab fitrahnya anak adalah menirulakukan. Jadi sampai pagi ini, ayahnya masih sering memberi contoh dan wejangan cara menyapu yang baik.

Ya, pada akhirnya Tyaga dan Jehan bisa tumbuh menjadi anak yang ringan tangan bantu-bantu pekerjaan rumah salah satunya seperti menyapu dalam video kemarin. Itu karena menirulakukan contoh nyata dari ayahnya. Masya Allah tabarakallah.

Sebab, mengasuh anak adalah mengasuh diri sendiri terlebih dulu. So, mau anak rajin dan sadar melakukan pekerjaan rumah tangga? Oang tua dulu yang memberi contoh panutan, agar anak mudah menirulakukan sesuai fitrahnya.

Tak ada pembeda ini pekerjaan perempuan atau laki-laki. Semua setara dalam rumah tangga. Jadi anak lebih mudah menerima, tidak menyangkal apalagi membantah. Ini yang sulit. Namun, ternyata bisa, asal orang tua mau. Semangat berproses semua Ayah dan Bunda!

#KelasSMA
#SeniMengasuhAnak
#OrangTuaPanutan

-Ribka ImaRi-
Penyintas Baby Blues Depresi Pasca Melahirkan (2012-2018)
Owner usaha cemilan ImaRi’s Corner (2017-2019)
Mentor Kelas Seni Mengasuh Anak (SMA/2018-2019)
Mentor Kelas Tantrum Anak (KTA/2018-2019)
Penulis 53 buku Antologi sejak Januari 2019 (Sebanyak 40 antologi sudah terbit, 28 dari Penerbit Rumedia, 9 dari Wonderland Publisher, 1 dari Aksana Publisher, 1 dari SIP Publishing dan 1 dari penerbit WIN)
Mentor Kelas Mengasuh Inner Child (MIC/Desember 2019-2022)
Mentor Kelas The Power of Sounding (TPS/2020-Sekarang)
Mentor Kelas Healing Anak oleh Ibu (HAI/2020)
Mentor Kelas Be Mindfulness Wife (BMW/Mei 2021)
Mentor kelas-kelas parenting by zoom
Mentor Kelas Self Love (Juni 2022)
Founder support grup wa ImaRi’s Corner Parenting (Desember 2019-2022)
Owner website ImaRi’s Corner Parenting (April 2020-2022 sekarang)
Penyiar Acara SemBaRi (Sejam Bareng Ribka ImaRi) di Radio Mitra FM Purwokerto (April 2022-sekarang)
imariscornerparenting/ribkaimari

0Shares

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan