Latihan Menulis Komunitas Motivasi dan Inspirasi Parenting

Aturan Sama Sekali Tidak Ada Gawai Untuk Anak Saat Berada di Luar Rumah

Aturan Sama Sekali Tidak Ada Gawai Untuk Anak Saat Berada di Luar Rumah

Oleh : Ribka ImaRi

Mengasuh anak usia SD (Sekolah Dasar) dan TK ( Taman Kanak-kanak) di era milenial seperti sekarang ini mempunyai tantangan tersendiri. Selain ketegasan, juga sangat dibutuhkan konsistensi dan kekompakan yang luar biasa besar dari kedua orangtuanya.

Sebab menjadi “berbeda dari lingkungan” amatlah tak mudah. Saat harus berjuang untuk tetap gigih dan berpegang teguh pada prinsip kami sebagai orangtua, bahwa “tidak ada gawai saat sedang berada di luar rumah.” Itu tandanya harus berjuang melawan gempuran lingkungan sekitar.

Karena saat berada di luar rumah, sejauh mata memandang, banyak anak seusia Tyaga dan Jehan yang terbiasa bercengkrama dengan gawainya masing-masing tanpa pengawasan dan pendampingan orangtua.

Pada awalnya, sebagai si Sulung, selalu ada protes dari Tyaga. Sedangkan adiknya, pada akhirnya tinggal mengikuti aturan yang sudah dijalani kakaknya.

Karena ayah bunda memang berusaha konsisten untuk tidak pernah satu kalipun membiasakan memberikan gawai kami pada anak hanya demi mengalihkan perhatian Tyaga dan.Jehan yang sedang di fase banyak bertanya dan banyak gerak. Apalagi demi menenangkan Tyaga dan Jehan saat batita kala rewel bahkan tantrum di tempat umum.

Suami selalu berpesan “fokus ke anak, jangan fokus ke HP (Handphone).”

Maka, setelah perjuangan panjang sedari dulu Tyaga batita, sejak enam tahun lalu, kini meski hal ini menjadi pemandangan yang tak lazim seperti yang terlihat pada foto, ketika Tyaga dan Jehan pada akhirnya tetap bisa tak menyentuh gawai sama sekali ketika sedang di luar rumah.

Untuk itu dibutuhkan ide-ide cemerlang untuk membuat Tyaga dan Jehan tetap nyaman dimanapun berada. Dari mulai mengajaknya bercerita dan bernyanyi dengan setia dalam segala kesempatan. Aku bahkan merasa bagai radio rusak yang tak berhenti mengeluarka suara hanya demi Tyaga dan Jehan batita selalu tertarik bercengkrama dan mengobrol dengan ayah atau bundanya.

Kami bahkan merasa paling berisik saat berada di ruang tunggu sebuah rumah sakit. Dimana hampir semua wajah di sekitar sedang mendongak karena mata terpusat pada televisi yang terpasang pada sebuah tempat yang berada tepat di atas kepala kami. Atau wajah yang tertunduk manakala mata sedang serius memandang gawai masing-masing.

Sementara mataku sibuk menatap Tyaga dan Jehan serta mulutku tak hentinya cuap-cuap menanggapi aksi keduanya berceloteh membahana membahas sesuatu hal sambil bergerak ke sana ke mari.

Stres? Sudah pasti. Tapi kami pantang menyerah saat merasa lelah. Demi sebuah tujuan yang kami yakini akan terwujud suatu saat nanti “anak-anak yang bisa nyaman dengan dirinya sendiri dan tidak ketergantungan pada gawai.”

Lalu semakin keduanya membesar, jalinan komunikasi kami sudah bisa dua arah. Semakin bisa bercerita seru membahas sesuatu topik. Sebatas membahas pemandangan yang kami lihat di sepanjang perjalanan. Demi menumbuhkan kepekaan anak terhadap apa yang sedang terjadi di lingkungan sekitarnya.

Hingga pada akhirnya, kami bisa dengan mudah membuat keduanya tenang dan tidak rewel. Sekadar menyediakan alat tulis berupa kertas dan pensil. Ketika sedang menunggu makanan terhidang di sebuah restoran di pusat perbelanjaan. Demi menciptakan kreativitas Tyaga dan Jehan.

Cara ini terbukti ampuh memusatkan perhatian Tyaga dan Jehan. Keduanya menjadi fokus pada alat tulisnya masing-masing. Menggambar dan menulis. Meski Jehan yang baru akan masuk TK, hanya mencoret-coret dan menggambar sederhana saja. Sedangkan Tyaga sudah bisa fokus menggambar sekaligus bercerita melalui tulisan.

Ide ini aku dapatkan dari sahabat di FB yang berada di Negeri Jiran, Malaysia yaitu mba Karinda Warsito. Terimakasih sudah menginspirasiku selama ini. Semoga bisa menginspirasi ibu lainnya juga.

Silahkan di share jika tulisan ini dirasa bermanfaat.
-Ribka ImaRi-
“Menulis sebagai pengingat diri sendiri untuk tetap konsisten.”

Sokaraja, 8 Juli 2019

#Nubar
#NulisBareng
#Level1
#BerkreasiLewatAksara
#menulismengabadikankebaikan
#week2
#RNB33

Cc PenerbitRumedia
Emmy Herlina
LellyHepsarini
AsriSusilaningrum
Hayfa Ega Farzana Rafie
Hadiyati Triono

0Shares

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan