Hari-Hari Bersama Duo ImaRi ImaRi's Blog Inner Child Inspirasi dan Motivasi ala ImaRi Kelas Mengasuh Inner Child (MIC) Kelas Parenting Online Mental Illness Tema Bebas Kategori Tetap Tips dan Trik Mengasuh Anak Writing Challenge Rumedia (WCR)

Anak dari Ibu Penyintas Gangguan Mental pun Bisa Hidup Normal dan Sehat Jiwanya

Oleh: Ribka ImaRi

Psikolog anaknya Tyaga Jehan, Ibu Kurniasih, Dwi, P., M. Psi, bilang bahwa faktor genetik hanya 20%. Bipolarku sudah terlihat jelas karena keturunan dari bapakku. Dari aku balita sudah ingat betul, tak ada yang boleh sedikit saja salah ucap atau laku di depan bapak.

Kalau tidak ingin ada yang hancur lebur oleh bapak. Ada meja kayu hancur akibat di palu godam. Ada kelambu bolong sedikit tetapi mama belum sempat jahit, bisa langsung masuk tungku api dan seketika habis dilahap api. Aku benar-benar masih mengingat kejadian 35 tahun silam.

Jika kakakku masuk hitungan nakal oleh bapakku, maka bersiap ada kursi besi melayang ke kepala kakak. Setelah aku dewasa, sudah bekerja dan bisa membelikan barang-barang untuk bapak, ada-ada saja yang dirusaknya ketika aku membangkang. Ada baju baru, dompet, ikat pinggang, tak lagi bersisa akibat digunting-gunting oleh bapak.

Apapun hancur dibuatnya termasuk hati orang sekitar. Karena memang bapak ada gangguan fungsi otak yang dipengaruhi oleh senyawa kimia alami pada otak yang bernama neurotransmiter. Neurotransmitter ini berfungsi membawa pesan ke bagian tubuh dan otak. Perubahan reaksi kimia ini dapat berdampak kepada mood dan berbagai aspek kesehatan mental. Dulu, sebelum sembuh, aku benar-benar mirip bapak karena menurun dan meniru.

Kalau suami atau anakku sedang memicu, aku bisa tiba-tiba menghancurkan barang sampai lumat. Semisal, setelah merebus telur sebanyak 8 buah, seketika bisa habis aku remas sampai lumat dan tak bisa dimakan. Pernah juga aku membanting satu buah pepaya dan meremasnya sampai lumat juga. Barulah aku merasa puas menyalurkan amarahku dengan cara tersebut dengan tujuan agar kedua anakku tidak meniru tingkah lakuku.

Namun, ada kemungkinan TJ menurun sistem kerja otakku yang ruwet dan mudah terpicu emosi (marah, sedih, baper). Tyaga sudah terlihat baperan-nya dari batita ketika nonton marsha ada musik sedihnya, eh Tyaga tiba-tiba menangis sesegukan nggak jelas. Sementara Jehan terlihat perfeksionis bersih dari batita juga. Ia seringkali mencuci tangannya, persis aku.

Meski begitu masih dalam batas normal dan Alhamdulillah hasil pemeriksaan oleh Psikolog anak, menyatakan TJ sehat dan normal jiwanya.

Sumber foto: dokumentasi pribadi.

Psikolog anak juga bilang dengan pola asuh yg membaik, 80% sangat mempengaruhi perkembangan jiwa anak. Jadi mumpung TJ masih kecil, aku belajar mengasuh diri sendiri lebih dulu sebaik-baiknya supaya tidak kebiasaan ruwet dalam hidup dan tidak mengedepankan emosi dalam menghadapi masalah hidup. Meskipun pada awalnya susah sekali karena rekaman IC negatif dari bapakku sungguh sudah melekat dan menancap kuat serta berurat akar. Akarnya itu yang sebaiknya dicabut.

Dengan pertolongan Allah, aku berjuang berubah demi memberi contoh nyata kepada TJ bagaimana cara menjalani hidup yang simple dan enjoy tanpa ribet. Biasanya, ini-itu semuanya dipikirkan. Pelan-pelan aku belajar mengutamakan yang prioritas. Segala sesuatunya tidak harus perfeksionis selesai sampai finish kalau ada hal lain yang genting.

Aku belajar pausing (memberi jeda sesaat) yang merupakan salah satu teknik mindfulness parenting. Agar otakku bisa terkendali dan tidak sibuk memikirkan hal yang tidak terlalu penting. Aku pun belajar pausing, agar tidak terus menerus memikirkan mengamuk saat terpicu seperti bapakku dulu. Stop sampai di aku saja.

Alhamdulillah pausing terbukti mujarab untukku mengendalikan emosi saat itu juga sehingga tidak berlanjut menjadi monstermom. Melainkan bisa menjadi mindfulmom yang bisa SADAR PENUH untuk PENUH SABAR untuk mengasuh suami dan anak sebaik-baiknya.

Bismillah aku bisa! Demi generasi sehat jiwanya. Demi Tyaga Jehan tetap sehat jiwanya sampai dewasa kelak.

Tak ada kata untuk sebuah usaha. Meski aku pernah melakukan kekerasan pada TJ, alhamdulillah psikolog anak menyatakan TJ sehat jiwanya. Seperti itu juga yang terlihat oleh tetangga sebelah rumah dalam pesan di aplikasi whatsapp di bawah ini. Tyaga Jehan tumbuh dan berkembang menjadi anak yang pintar dan manut.

Sumber foto: dokumentasi pribadi.

Dengan banyak meminta maaf pada TJ, aku melakukan healing (menyembuhkan) luka batin keduanya dengan teknik sounding. Aku mengerahkan sounding, yaitu memberu tahu secara terus menerus diwaktu best time (terbaik) sebelum tidur malam dan sebangun tidur, “Maafkan Bunda dulu-dulu pernah salah ya, Nak. Terima kasih sudah mau memaafkan Bunda. Kita yang baik seterusnya ya. I love you, Sayang ….”

Baca juga 10 Tips dan Trik Sounding Bikin Anak Mudah Mengerti Tanpa Membuat Orangtua Emosi

***

Bagi yang mau belajar menggali dan mengasuh inner child-nya bisa mengikuti kelas Mengasuh Inner Child (MIC) Batch 7. Diajarkan salah satu teknik pausing, yaitu dengan memejamkan mata agar tidak melotot pada anak, menggigit bibir agar tidak menyumpah serapah pada anak, dan mengepal tangan agar tidak menyakiti anak dengan tangan. Dikelas MIC akan diajarkan melalui video. Silakan hubungi Mentor Ribka ImaRi di whatsapp 085217300183.

***

Dari pemikiranku yang sederhana dan masih awam ini, bipolar dan depresiku adalah penyakit gangguan mental, bisa menurun karena sistem otak. Namun bisa dikendalikan stabil secara psikis dengan bantuan medis, terapi serta pola asuh yang sehat dan positif agar tidak menirulakukan. Sama seperti diabetes menurun di darah, tetapi bisa terkendali stabil kesehatan fisiknya dengan pola makan sehat.

Yuk, semangat semua ibu penyintas gangguan mental💪💪

Sokaraja, 25 Juni 2020
-Ribka ImaRi-
❤️Penulis 20 buku Antolog
❤️Depresi & Bipolar Survivor (2015-2018)
❤️Owner usaha cemilan ImaRi’s Corner (2017)
❤️Mentor Kelas Seni Mengasuh Anak (SMALP-2018)
❤️Mentor Kelas Tantrum Anak (KTA-2018)
❤️Penulis 20 buku Antologi
❤️Mentor Kelas Mengasuh Inner Child (MIC-2019)
❤️Founder support grup wa ImaRi’s Corner Parenting (2020)
❤️Owner website ImaRi’s Corner Parenting (2020)
❤️imariscornerparenting/ribkaimari

0Shares

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan