Antologi Hari-Hari Bersama Duo ImaRi ImaRi's Blog Inner Child Inspirasi dan Motivasi ala ImaRi Kelas Mengasuh Inner Child (MIC) Mindfulness Parenting

Anak Lelakiku, si Pemicu Inner Child-ku

Oleh: Riba ImaRi

“Bunda … terima kasih ya seharian ini sudah baik banget. Sekarang Bunda bisa sabar setiap hari meskipun lagi mens.”

“Iya, Nak. Sama-sama Sayang.”

“Kok bisa sih, Bun mengubah diri sendiri? Sekarang baik banget. Nggak pernah marah-marah lagi kayak dulu. Padahal dulu kalau marah kayak setan apalagi pas mens kayak monster. Eh, kayak iblis ding. Serem banget.”

“MasyaAllah … Alhamdulillah, Nak. Semua karena Allah yang membolak-balikkan hati Bunda. Juga berkat Mas, Bunda jadi sadar mengubah diri Bunda lebih dulu untuk berjuang sabar terus. Dengan belajar MINDFULNESS PARENTING. Terima kasih juga ya, Sayang … karena Mas, Bunda jadi bisa dapat piala ini. Bunda nulis tentang kisah kita yang dulu pernah kelam.”

“Iya, Bunda istigfar aja, ‘astagfirullahaladzim … astagfirullahaldzim’-nya kayak orang kesetanan beneran.” ujar Tyaga seraya mengingat masa kelam kami sekitar 2-4 tahun lalu ketika depresi dan bipolarku kambuh.

“Iya, Sayang … maafin Bunda dulu ya. Yang penting sekarang Bunda sudah jadi ibu yang normal kan kalau marah.”

“Iya … Bunda sudah baik banget sekarang. Terima kasih ya, Bun.”

Sumber foto: dokumentasi pribadi

Ya, anak laki-laki amanah dari Allah ini sebenarnya sangat baik sejak dalam kandungan. Namun bundanya pernah sangat membenci Tyaga di usianya yang 4,5 tahun karena bundanya mengalami PTSD (Post Traumatic Stress Disorder) trauma-trauma masa kecil (trauma Inner Child) seperti trauma muntah bikin bunda pernah sangat kalap setiap lihat Tyaga muntah dari usia 9 bulan sampai 6,5 tahun. Trauma dibully mas kandung sendiri bikin bunda kalap setiap kali lihat Tyaga mengganggu Jehan kecil. Padahal itu semua normal layaknya anak sakit dan bersaudara kandung.

Sumber foto: dokumentasi pribadi

Alhamdulillah sekarang bunda telah sembuh total di usia Mas Tyaga yang sudah 8,5 tahun dan Jehan berusia 6 tahun. Sudah tidak ada lagi kebencian dan emosi kemarahan meledak-ledak seperti yang dikisahkankan dalam Antologi Mindfulness Parenting yang berjudul “Anak Lelakiku, Si Pemicu Inner Child-ku.” Yang menghantarkanku mendapat piala naskah terbaik di buku Antologi MINDFULNESS PARENTING ini.

Berganti kasih sayang sepanjang hari tanpa amarah. Mah Besar Allah yang telah mengubah hidupku dan menyembuhkan depresi dan bipolarku.

Terima kasih ya Allah, terima kasih suami dan kedua anakku, terima kasih Penerbit Rumedia, terima kasih Founder Pak Ilham Alfafa, terima kasih Mentor Pak Supri Yatno, terima kasih MA Sumatera mbak Emmy Herlina, terima kasih semua kontributor. Tanpa kalian, aku bukan siapa-siapa.

Bismillah buku ini bisa bermanfaat bagi banyak ibu yan mengalami kejadian yang mirip bahkan sama denganku juga dengan 11 ibu yang menulis bareng di buku antologi ini. Aamiin.

Yang penasaran kisahnya boleh di 0rder hubungi Ribka ImaRi wa.me/6285217300183

Dibuka kelas Mengasuh Inner Child Batch 9

Sokaraja, Agustus 2020
-Ribka ImaRi-
❤️Penulis 24 buku Antologi (Selama Januari 2019-Juli 2020. Sebanyak 16 antologi sudah terbit dan 6 antologi lagi sedang proses cetak)
❤️Depresi & Bipolar Survivor (2015-2018)
❤️Owner usaha cemilan ImaRi’s Corner (2017-2019)
❤️Mentor Kelas Seni Mengasuh Anak (SMA/2018-2019)
❤️Mentor Kelas Tantrum Anak (KTA/2018-2019)
❤️Mentor Kelas Mengasuh Inner Child (MIC/2019-202p)
❤️Founder support grup wa ImaRi’s Corner Parenting (2020)
❤️Owner website ImaRi’s Corner Parenting (2020)
❤️imariscornerparenting/ribkaimari

0Shares

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan