Antologi Bedah Buku Blog Umum Seputar Kepenulisan Tulisan Ribka ImaRi (Owner)

Acara Bedah Buku “Ada Cinta di Tiap Aksara” dan “Mi Familia” dari NuBar Rumedia Sumatera

Oleh: Ribka ImaRi

Semangat pagi Sahabat ImaRi’s!

Apa kabar hari ini? Semoga semua dalam keadaan sehat dan bahagia selalu. Aamiin.

Kali ini aku mau menulis tentang liputan acara Bedah Buku Nubar Spesial Milad yang kuikuti beberapa hari lalu. Acara ini diadakan oleh Mbak Emmy Herlina, selaku Manajer Area (MA) NuBar Rumedia Sumatera. Sedangkan event dua antologi ini diadakan dalam rangka memperingati Milad Pak Ilham Alfafa sebagai founder Penerbit Rumedia dan Milad NuBar Area Sumatera yang kedua.

Acara bedah buku ini berlangsung di tanggal 9 Agustus 2021 pada pukul 19.30-21.30 WIB. Seperti tampak pada Flyer di bawah ini, acaranya dilakukan via aplikasi zoom dan FREE! Wooow keren, kan? Ini event bedah buku pertama di NuBar, loh!

Sumber foto: dokumentasi Emmy Herlina

Acara bedah buku dibuka oleh Pak Zamzam sebagai moderator yang merupakan kontributor NuBar Area Sumatera yang tinggal di Pontianak tetapi berasal dari Jawa Barat. Unik ya! Hehe.

Sumber foto: dokumentasi Re Reynilda

Beliau memandu acara ini dengan sersan alias serius tapi santai dan nyaman.

Sekilas tentang Rumedia

Acara bedah buku dilanjutkan dengan sesi sharing oleh MA Sumatera, Mbak Emmy Herlina yang memaparkan tentang produk-produk Rumedia, di antaranya:

1. SBMB – Materi Cerpen

2. SBMB – Materi How To/Tips

3. SBMB – Materi Puisi (New)

4. SBMB – Materi Artikel

5. Seminar Penerbitan (New)

6. TS – Desain Cover PSD

7. TS – Desain Cover AI (New)

8. TS – Layout Buku

Untuk website resmi Rumah Media adalah sebagai berikut:

1. Rumahmediagrup

2. Nubarnulisbareng

Sementara itu untuk imprint dari Rumah Media Grup adalah berupa:

1. Penerbit Rumedia

2. NuBar – Nulis Bareng

3. NuBar Pro

4. Deejay Training Center

5. PenCil – Penulis Cilik

6. Kalam Media Dakwah

Kabar baiknya, oleh Pak Ilham, buku-buku terbitan Rumedia dimasukkan ke Ebook Google Play Store. Yeeeyy! Jadi teman-teman yang berminat membeli buku-buku Rumedia tanpa ribet memikirkan ongkos kirim, bisa langsung klik di Ebook Google Play Store.

Bedah Buku

Acara beranjak pada intinya, bedah dua buku antologi super duper kece😍

Dua buku yang akan dibedah adalah buku:

1. Ada Cinta di Tiap Aksara

Sumber foto: dokumentasi Penerbit Rumedia

Buku ini merupakan event milad Pak Ilham Alfafa selaku Direktur NuBar Rumedia. Dalam buku ini terdiri dari 16 penulis. Naskah terbaik di event ini dipilih langsung oleh Pak Ilham. Naskah terbaik pertama berjudul, “Aksara Seorang Pendiam” karya Mbak Dewi Adikara. Kemudian, naskah terbaik kedua sebagai runner up berjudul, “Meretas Jariyah, Mengurai Istilah” karya Mbak Endah Sulistiowati.

2. Mi Familia

Sumber foto: dokumentasi Penerbit Rumedia

Buku yang merupakan event spesial Milad NuBar Sumatera yang kedua ini terdiri dari 18 penulis. Karena istimewa, Mbak Emmy Herlina memilih 3 naskah terbaik. Peraih naskah terbaik pertama berjudul, “No Party of The Year” karya Mbak Ade Tauhid. Lalu terbaik kedua berjudul, “Sahabat Langit” karya Mas Iyon SG. Terakhir, terbaik ketiga berjudul, “Mother Knows Best” karya Mbak Re Reynilda

Wah, cantik-cantik sekali cover karya Pak Ilham, ya!

Karena dua buku ini sangat spesial. Jadi pembuatan covernya pun terlihat spesial. Betapa beruntungnya aku bisa tergabung dalam penulisan event NuBar Spesial Milad yang di-PJ-kan langsung oleh MA Sumatera, Mbak Emmy Herlina.

Pun, keren-keren peraih naskah terbaik yang sudah tidak diragukan lagi tulisan-tulisan kerennya! Selamat untuk semua!

Sesi Sharing Luar Biasa dari Narasumber

Acara sharing dimulai dari sang pencetus ide acara sekaligus MA Sumatera tercinta, Mbak Emmy Herlina dan dilanjutkan oleh beberapa narasumber yang terangkum secara runut berikut ini:

1. Emmy Herlina

Sumber foto: dokumentasi Re Reynilda

Mbak Emmy yang menyukai segala sesuatu yang berhubungan dengan cinta, jadi ketika mengadakan event yang beliau PJ-kan langsung, secara garis besar bertemakan tentang cinta. Diantaranya, kedua buku ini, tentang cinta literasi pada buku antologi Ada Cinta di Tiap Aksara dan cinta pada keluarga pada buku antologi Mi Familia. MasyaAllah.

Untuk naskah Mbak Emmy sendiri berjudul “Curahan Hati Penulis Serampangan” dimana beliau bercerita tentang dirinya yang merasa penulis mood-mood-an. Kendati demikian, beliau sudah luar biasa menginspirasi dengan karya solonya yang sudah belasan judul dan karya antologinya yang sudah tidak terhitung lagi.

2. Rhea Ilham Nurjanah

Sumber foto: dokumentasi Re Reynilda

Dalam buku antologi Ada Cinta di Tiap Aksara, Teh Rhea yang merupakan Manajer Area Jabar (Jawa Barat) ikut berkontribusi menulis tentang “10 Mitos Seputar Menulis.” Salah satunya, kemampuan menulis itu bukan bakat, tetapi lahir dari proses belajar. Ini dikatakan oleh banyak penulis senior di dunia maya atau internet. Menulis itu lahir dari proses belajar, bukan bakat. Lalu mitos yang kedua, “Saya suka menulis tapi tidak suka baca, tidak masalah!” Teh Rhea bilang, “Justru membaca adalah amunisi seorang penulis. Bahkan ayat pertama yang disampaikam oleh Rasullullah adalah iqra (membaca).” Lalu mitos lainnya yang bisa dibaca di buku ini.

3. Re Reynilda

Sumber foto: screenshoot dari kanal Youtube Mbak Emmy Herlina

Dalam buku antologi Mi Familia, Mbak Rere begitu beliau biasa disapa, menulis naskah tentang aktivitas sehari-harinya sebagai ibu yang mengurus suami dan tiga anak-anaknya luar biasa. Mbak Rere yang kini berdomisili di Singapura dan menjadi Manajer Area NuBar Luar Negeri , merupakan kontributor dengan naskah terbaik ketiga yang berjudul, “Mother Knows Best.” Melalui naskah sederhana ini, beliau ingin menyampaikan pesan kepada banyak ibu, “Ibu-ibu … it’s Ok to make mistake. Kita bukan robot yang terprogram tidak melakukan kesalahan dalam mengurusi segala hal dari A sampai Z. Ibu itu juga manusia, bisa salah, bisa kalah, tak perlu merasa terlalu bersalah asal bisa mengambil hikmah dan belajar menjadi awas.”

4. Endah Sulistiowati

Sumber foto: screenshoot dari kanal Youtube Mbak Emmy Herlina

Dalam sharingnya, Mbak Endah berpesan di alinea pembuka naskahnya di buku antologi Ada Cinta di Tiap Aksara bahwa, “Menulis itu jangan dijadikan sebuah beban, menulis itu sebagai sebuah kebutuhan.” Menulis juga bisa dijadikan treatment Writing is Healing. Ketika menulis dijadikan kebutuhan, makan akan easy going. Ada beberapa hal yang bisa dicapai, salah satunya menulis untuk menebar kebaikan. Melalui tulisan bisa menyampaikan pesan lebih tajam dari lisan. Menurut Mbak Endah, dengan menulis kita bisa menginspirasi dan memotivasi. Selain itu juga untuk mengejar pahala jariyah.

5. Wawang Yulibrata

Sumber foto: dokumentasi Re Reynilda

Selama mendengarkan sesi sharing, sesinya Teh Wawang ini yang paling mengharu biru. Dalam buku antologi Ada Cinta di Tiap Aksara beliau menuangkan pengalaman pribadi yang mengenal aksara kembali. Sebab beliau seorang penyintas gegar otak yang sempat kehilangan memori jangka pendek dan juga jangka panjang. Bahkan mengingat huruf hijaiyah pun sampai lupa. Lalu Teh Wawang belajar merangkai kata dan kalimat sampai menjadi sesuatu yang runut. Beliau juga sharing pengalaman menulis selama lima menit setiap hari sebangun tidur yang disarankan seorang konselor. Sampai akhirnya sekarang beliau sudah berhasil menulis beberapa antologi bahkan berhasil meraih naskah terbaik di antologi Cuap-cuap Negeri +62 yang juga di-PJ-kan Mbak Emmy Herlina.

6. Rinaksih Widiarsanti

Sumber foto: dokumentasi Re Reynilda

Mbak Santi, begitu nama panggilannya, pertama kali ikut event NuBar Sumatera karena diajak oleh Mbak Rere. Beliau pertama menulis di antologi Melepas KDRT 2 dan langsung mendapat piala naskah terbaik. Pengalaman yang sangat mengesankan dan membuatnya semakin mencintai dunia literasi sehingga lanjut mengikuti antologi Ada Cinta di Tiap Aksara. Karena ingin berbagi pengalamannya yang semula tidak mengenal dunia tulis menulis sampai akhirnya cinta literasi karena bisa mempunyai buku.

7. Ilham Alfafa

Sumber foto: dokumentasi Re Reynilda

Sesi terakhir di isi oleh founder Rumedia, Pak Ilham Alfafa. Beliau mengatakan agak kesulitan memilih naskah terbaik di antologi Ada Cinta di Tiap Aksara, sewaktu dimintai tolong oleh Mbak Emmy. Dari sekian banyak judul, ada beberapa nominasi, diantaranya naskah Mbak Nopiranti, Kang Syahri, Mbak Endah Sulistiowati, Teh Rhea Ilham Nurjanah dan tak disangka namaku Ribka ImaRi disebut juga oleh Pak Ilham menjadi salah satu nominasi saja membuatku sudah sangat bersyukur. Sampai akhirnya pilihan terbaik jatuh pada naskah Mbak Dewi Adikara.

Selamat untuk semua kontributor hebat!

Pak Ilham sendiri sharing tentang naskah beliau yang berjudul, “Karena Aku Mencintaimu.” Betapa beliau mencintai dunia menulis. Seperti yang terlihat pada naskah beliau dibawah ini:

Sumber foto: screenshoot dari kanal Youtube Mbak Emmy Herlina

Beliau pun bercerita pada saat usia pra sekolah sekitar usia 4 tahun sudah tertarik membaca dari kertas koran pembungkus gorengan. Kemudian ketika duduk di bangku SMP, beliau ditantang menulis puisi tentang “Ibu” yang disadur dari lirik-lirik lagu yang berasal dari Malaysia yang sedang booming di tahun 1995-an. Setelah disadur, disatukan, dan diubah menjadi puisi, akhirnya beliau menjadi pemenang juara pertama. Ini adalah kejadian yang tak terlupakan. Karena dari sinilah Pak Ilham menemukan hobinya, yaitu hobi menulis.

Penutupan

Akhirnya, tak terasa tiba di ujung acara yang berlangsung selama dua jam lebih. Saking serunya! Sebenarnya, masih ada tiga narasumber lagi yaitu Mbak Dewi Adikara, Mbak Ade Tauhid dan aku, Ribka ImaRi, sedianya ditunjuk sebagai narasumber oleh Mbak Emmy Herlina.

Akan tetapi Mbak Dewi Adikara berhalangan hadir karena sedang merawat ayahanda yang sedang sakit.

Sumber foto: website parapecintaliterasi

Sementara, Mbak Ade Tauhid tidak bisa on saat dipanggil oleh moderator karena terkendala sinyal.

Sumber foto: website parapecintaliterasi

Sedangkan aku sendiri, ada keperluan mengurus tugas sekolah Tyaga dan Jehan yang mendadak harus di setor malam itu juga. Namun aku masih bisa mengikuti acara bedah buku ini dengan off camera video.

Sumber foto: website parapecintaliterasi

Alhamdulillah, acara bedah buku yang dihadiri lebih dari 30 peserta ini bisa berjalan dengan lancar, tertib, nyaman, penuh kehangatan dan kekeluargaan. Semoga acara serupa bisa dirutinkan terus ke depannya.

Salam Semangat Literasi!

Sumber foto: dokumentasi Re Reynilda

Demikian hasil liputan acara bedah buku ini. Semoga bermanfaat untuk pembaca, memacu semangat cinta literasi dan cinta keluarga.

Bagi yang belum berkesempatan mengikuti acara bedah dua buku super keren ini, bisa menonton rekamannya di kanal Youtube-nya Manager Area Sumatera, Mbak Emmy Herlina.

Silakan klik link ini

Acara Bedah Buku, “Aksara & Familia” dari NuBar Rumedia Sumatera.

Selamat menonton! Ingat untuk subscribe ya😍boleh sekaligus di like, komen dan share👍

Terima kasih sudah membaca sampai selesai.

Salam sehat jiwa dan raga!

Sokaraja, 13 Agustus 2021

Diperbaharui, 13 September 2021

-Ribka ImaRi-
❤️Penulis 38 buku Antologi sejak Januari 2019 (Sebanyak 27 antologi sudah terbit, 18 dari Penerbit Rumedia, 8 dari Wonderland Publisher dan 1 dari Aksana Publisher)
❤️Depresi & Bipolar Survivor (2015-2018)
❤️Owner usaha cemilan ImaRi’s Corner (2017-2019)
❤️Mentor Kelas Seni Mengasuh Anak (SMA/2018-2019)
❤️Mentor Kelas Tantrum Anak (KTA/2018-2019)
❤️Mentor Kelas Mengasuh Inner Child (MIC/Desember 2019-Sekarang)
❤️Mentor Kelas The Power of Sounding (TPS/2020-Sekarang)
❤️Mentor Kelas Healing Anak oleh Ibu (HAI/2020-Sekarang)
❤️Mentor Kelas Be Mindfulness Wife (BMW/Mei 2021-Sekarang)
❤️Founder support grup wa ImaRi’s Corner Parenting (Desember 2019-sekarang)
❤️Owner website binaan Rumah Media: ImaRi’s Corner Parenting (April 2020-sekarang)
❤️imariscornerparenting/ribkaimari

0Shares

Anda mungkin juga suka...

12 Komentar

  1. Melani pryta says:

    MasyaAllah, tulisan mbak Ribka lengkap sekali. Selamat ya bagi semua tmn2 penulis yang begitu hebat MasyaAllah, Dewi pun tidak menduga bisa terpilih sebagai naskah terbaik. Terima kasih mbak Ribka menceritakan semuanya dengan begitu runtut. Kmrn Dewi ga bisa hadir krn merawat bpk…

  2. Anonim says:

    MasyaAllah alhamdulillah, sama2 Mbak, terima kasih juga sudah mampir membaca, like dan komen. Sudah aku tambahin foto mbak Dewi sebagai peraih naskah terbaik. Sekali lagi selamat ya Mbak Dewi sayang. Berkah terus ya

  3. Alhamdulillah acara Bedah Bukunya berjalan lancar ya…Senang sekali , acara yang bagus sekali, bsia nambah wawasan sekaligus silaturahmi.
    Keren nih,kalau berminat membeli buku-buku Rumedia tanpa ribet memikirkan ongkos kirim, ternyata bisa langsung klik di Ebook Google Play Store ya…Praktis jadinya

  4. Ada cinta di tiap aksara dan mi familia. Judulnya keren. Harusnya aku ikut acara bedah bukunya. Keren banget dari ceritanya Kakak.

  5. Hani says:

    Alhamdulillah pesertanya banyak juga ya, sampai 30an peserta. Seneng juga bisa nubar kayak gini. Temanya yg pas dihati ya, supaya nulisnya menjiwai. Mau ah cek e-book di Google Play Store.

  6. Damar Aisyah says:

    Wah, Nubar Rumedia makin eksis aja ya. Saya pernah 2 kali ikut project-nya tapi trus jarang mantau lagi karena jrg online juga. Nubar Rumedia termasuk produktif dengan event menulis dengan berbagai tema.

  7. Ribka ImaRi says:

    Iya Mbak Dian, alhamdulillah banget pokoknya komplit dan praktis😍😍

  8. Ribka ImaRi says:

    Terima kasih sudah dibilang keren, Mbak Yuni. Kapan2 kalau ada bedah buku lagi, aku share flyernya ya mbak🙏siapa tau pas bisa ikut😍

  9. Ribka ImaRi says:

    Iya Bunda Hani, alhamdulillah banget ramai dan seru😍

  10. Ribka ImaRi says:

    Hai Mbak Damar, iya rasanya ga asing dengan nama mbak Damar. Kapan-kapan ikut NuBar lagi yuk😍😍

  11. Wah acara bedah bukunya seru juga, ya. Pesertanya banyak dengan narasumber yang keren-keren.
    Alhamdulillah, ya, bisa bedah buku sambil bersilaturahmi dengan teman penulis lainnya.

  12. says:

    Seru banget acaranya, beberapa naskah terbaik juga diulas latar belakang dan prosesnya. Sukses selalu Nubar Rumedia.

Tinggalkan Balasan