Tantrum Manipulatif

Oleh: Ribka ImaRi Ini merupakan foto Jehan yang diambil sekitar bulan Oktober 2017. Berarti saat itu Jehan baru berusia 3 tahun 2 bulan. Sambil memegang stoples sosis instan, ia menangis di dalam sebuah toko. Karena meminta dibelikan makanan yang tidak boleh dimakannya dalam jumlah banyak. Sumber foto: dokumentasi pribadi Aturannya Bunda, “Boleh makan sosis instan …

0Shares

Profil Mentor ImaRi’s Corner Parenting

Ribka ImaRi adalah nama pena-nya. Lahir dengan nama lengkap Ribka Triwahyu Listiyaningsih, S.H. Pada tanggal 29 September 1980. Mentor dibesarkan di Kota Jakarta. Sekarang tinggal di Sokaraja, Banyumas, Jawa Tengah atas rencana Tuhan dan suami. Mentor adalah seorang Sarjana Hukum dari Fakultas Hukum Universitas Diponegoro. Lulus pada April tahun 2004. Kecintaan pada kedua anaknya, membuatnya …

0Shares

New Normal, to be Mindfulmom

Oleh: Ribka ImaRi New normal adalah sebuah istilah dalam bisnis dan ekonomi yang merujuk kepada kondisi-kondisi keuangan usai krisis keuangan 2007-2008, resesi global 2008–2012, dan pandemi COVID-19. New normal dilakukan sebagai upaya kesiapan untuk beraktivitas di luar rumah seoptimal mungkin, sehingga dapat beradaptasi dalam menjalani perubahan perilaku yang baru. Perubahan pola hidup ini dibarengi dengan …

0Shares

Anak dari Ibu Penyintas Gangguan Mental pun Bisa Hidup Normal dan Sehat Jiwanya

Oleh: Ribka ImaRi Psikolog anaknya Tyaga Jehan, Ibu Kurniasih, Dwi, P., M. Psi, bilang bahwa faktor genetik hanya 20%. Bipolarku sudah terlihat jelas karena keturunan dari bapakku. Dari aku balita sudah ingat betul, tak ada yang boleh sedikit saja salah ucap atau laku di depan bapak. Kalau tidak ingin ada yang hancur lebur oleh bapak. …

0Shares

Tuhan Tidak Tidur

Oleh: Ribka ImaRi “Tuhan Tidak Tidur” 22 Juni 2018 Dari dulu, kalimat di atas seringkali kudengar. Namun aku seperti menyangkal, “Apa iya Tuhan tidak tidur? Rasanya segala cara sudah kulakukan untuk memperbaiki keadaan. Akan tetapi, sepertinya entah sampai kapan hubunganku dengan orangtuaku bisa membaik?” Jujur, aku pernah merasa putus asa dan putus harapan. Lagi-lagi aku …

0Shares

Dendam Kesumat, Senjataku untuk Bangkit!

Oleh: Ribka ImaRi Halooo semangat hari Minggu sahabat ImaRi’s😍 Apa kabar perasaan pada hari Minggu ini? Loh, kok semangat hari Minggu? Loh, kok ditanya kabar perasaan dihari Minggu? Aneh ya? Hehe. Kalau bagiku, ini tidak aneh. Sewaktu memposting ini memang dihari Minggu. Hari dimana aku pernah bahkan seringkali harus terseok-seok berjuang untuk tetap semangat ketika …

0Shares

Ibu Depresi Pun Dimampukan Allah Untuk Mendidik Anak Menjadi Mandiri

Oleh: Ribka ImaRi Sungguh, aku sudah sembuh! Dengan pertolongan Allah, medis dan terapis, ibu depresi pun mampu mendidik anak-anaknya menjadi anak yang baik, saleh saleha dan mandiri. Ayok tetap semangat semua ibu! Kita berjuang bersama💪 Jam 02.43 wib, aku terbangun, mengecek ke kamar belakang. Tyaga (8,3 tahun) dan Jehan (5,10 tahun) sedang tertidur pulas. Takjub …

0Shares

RA (Radical Acceptance), Tak Ingin Membawa Luka Batin Sampai Mati

Oleh: Ribka ImaRi Satu tahun lalu, Dalam derasnya hujan di sepertiga malam tadi, aku terjaga. Jika tiga tahun tahun lalu, saat masih puncaknya rasa dendamku, sudah pasti jantungku debar-debar kencang dan nyeri sekali akibat teringat luka batin yang ditoreh kedua orangtuaku. Ditambah rasa takut luar biasa, jika aku mati masih membawa luka batin. Namun pagi …

0Shares

Berjuang Acceptance Terus, Agar Tidak Menjadi Istri atau Ibu yang Seperti Anak Kecil

Oleh: Ribka ImaRi Entah mengapa, aku paling susah untuk ACCEPTANCE (penerimaan) keadaan yang satu ini. Sebuah teknik penerimaan keadaan yang aku pelajari dari mindfulness parenting, yaitu ilmu pengasuhan dengan kesadaran untuk mengasuh diri ibu lebih dulu. “Sadar untuk sabar” Seperti kejadian setahun lalu. Biasanya, setiap akhir pekan, aku selalu berniat ingin sekali berjalan-jalan sedari pagi. …

0Shares

Stop Sampai di Aku Saja, Jangan Aku Teruskan ke Duo ImaRi-ku

Semangat pagi Sahabat ImaRi’s😍 Aku ingin bercerita tentang masa kecilku yang pernah penuh kekerasan. Ketika aku menulis ini semua, alhamdulillah kondisi psikisku sudah sangat stabil. Sudah bisa bahagia hakiki tanpa tangis, sudah bisa tidak mengamuk apalagi main fisik ke anak. Aku menulis hanya ingin berbagi cerita dan pencerahan untuk semua orangtua jaman sekarang, agar tidak …

0Shares